Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Standar Kompetensi Sumberdaya Manusia Pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi: Studi Kasus Pada KPHP Limau Unit VII Sarolangun Fazriyas Fazriyas; Bambang Irawan; Rezky Lasekti Wicaksono
Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol. 2 No. 2 (2018): Volume 2, No (Issue) 2, Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.81 KB) | DOI: 10.22437/jssh.v2i2.5959

Abstract

Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Limau Sarolangun adalah salah satu KPH yang terdapat di Provinsi Jambi tepatnya di Kabupaten Sarolangun. Salah satu permasalahan mendasar yang dihadapi kelembagaan KPHP Limau Sarolangun sejak berbentuk UPTD tahun 2012 sampai tahun 2017 adalah ketersediaan sumberdaya manusia berbasis kompetensi yang sangat terbatas, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Selanjutnya berdasarkan SK Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No 63 Tahun 2013 bahwa sektor kehutanan harus memiliki standar kompetensi kerja nasional. Berdasarkan UU No 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, bahwa mulai Tahun 2017 kewenangan pengelolaan hutan produksi sudah berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, maka semua KPHP di provinsi Jambi menjadi tanggung jawab Dinas Kehutanan Provinsi Jambi. Berdasarkan hasil survei terhadap status pegawai 34 pegawai KPHP Unit VIII (Limau) Sarolangun hanya 10 orang berstatus PNS (29,4%) dan 24 orang berstatus Non PNS (70,6%). Berdasarkan kondisi status dan kepangkatan dalam srutuktur kepegawaian UPTD KPHP Unit VII masih jauh dari yang ideal. Berdasarkan pengalamam pelatihan kepemimpinan hanya 1 orang telah mendapat diklatpim III. Mengacu kepada aturan ekselonisasi UPTD dan jenjang struktural maka ketersediaan SDM pada KPHP Unit VII saat ini masih banyak belum memenuhi aturan struktural. Pemenuhan standar kompetensi SDM KPHP sebagai sebuah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kehutanan Provinsi Jambi masih belum memadai dalam mengisi struktur dan strutural organisiasi UPTD KPH. Standar kompetensi SDM KPHP Unit VII Hulu (Limau) dalam kegiatan manajemen, konservasi, budidaya dan pengolahan hasil hutan masih sangat terbatas dan belum memenuhi standar kompetensi. KPHP sebagai unit bisnis Dinas kehutanan Provinsi Jambi memerlukan SDM yang memiliki kompetensi dalam hal pemanfaatan hasil hutan, dan enterpreneurship. Untuk peningkatan SDM KPHP dalam memenuhi struktural organisasi KPH sebagai sebuah UPTD Dinas Kehutanan Provinsi Jambi maka pelatihan kepemimpinan dan kepangkatan perlu dipertimbangkan karena kondisi SDM yang ada saat ini belum memenuhi syarat eksenlonisasi. Untuk memenuhi Standar Kompetensi SDM Untuk KPHP menuju mandiri maka sangat banyak diperlukan kegiatan pelatihan, workshop, kursus yang berkaitan dengan kegiatan KPH.
Analisis Kelembagaan Kelompok Masyarakat Peduli Api (Mpa) Studi Kasus Di Desa Catur Rahayu Dan Desa Jangga Baru Provinsi Jambi Indra Cahyadi; Bambang Irawan; Marwoto
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpb.v6i1.27970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku partisipan pada wilayah kerja kelembagaan MPA dan ntuk menganalisis efektivitas kelembagaan MPA dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla pada wilayah kerjanya. Penelitian dilakukan di Desa Jangga Baru Kecamatan Bathin XXIV Kabupaten Batang Hari dan Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh dengan cara observasi, studi pustaka, wawancara, kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan perilaku partisipan sangat efektif pada upaya pencegahan dan deteksi dini, kerja sama dengan instansi lain, penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat, pengelolaan dan mengusahakan dana operasional, mengikuti perkembangan teknologi dan informasi dan kegiatan pemadaman dan kabakaran hutan lahan. Namun pada variabel pengelolaan dan mengusahakan dana operasional serta kegiatan pemadaman dan kabakaran hutan lahan tingkat efektivitas perilaku partisipan MPA Adi Karya berada pada ketegori efektif. Dan penilaian pada ketegori sangat efektif kelembagaan MPA pada wilayah kerja pada variabel manajemen MPA dan pada kegiatan monitoring dan evaluasi kegiatan pencegahan dan penanganan kabakaran hutan.
Analisis Model Pendugaan Cadangan Karbon Berbasis Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) Pada Hutan Hujan Dataran Rendah Samson Sinaga; Bambang Irawan; Mohd Zuhdi
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpb.v6i1.27972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur cadangan karbon berbasis NDVI dan hasil pengukuran biomassa di atas permukaan tanah serta untuk mendapatkan model pendugaan terbaik berbasis NDVI yang mendekati hasil survey biomassa untuk digunakan dalam penghitungan cadangan karbon selanjutnya. Untuk mendapatkan cadangan karbon berbasis NDVI dilakukan dengan memasukkan nilai Digital Number setiap pixel citra ke dalam model-model pendugaan yang ditentukan. Untuk survey biomassa dilakukan pada 50 plot ukur berukuran 20 x 20 meter dan diambil informasi vegetasi pada tingkat pohon, tiang dan pancang, yang kemudian dilakukan pendugaan biomassa menggunakan persamaan allometrik yang telah disusun oleh peneliti sebelumnya. Untuk penentuan model terbaik dilakukan analisis statistik terhadap hasil dugaan karbon melalui survey biomassa dengan hasil dugaan karbon menggunakan model-model pendugaan berbasis NDVI. Penentuan model terbaik dilakukan melalui analisis statistik berdasarkan nilai koefisien determinan (R2) dan Root Mean Square Error (RMSE) paling rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cadangan karbon di kawasan TNBD hasil analisis menggunakan 7 model NDVI secara berurutan yaitu sebesar 1,32 Ton/Ha; 314, 66 Ton/Ha; 907,25 Ton/Ha; 55,49 Ton/Ha; 2.376,97 Ton/Ha; 154,99 Ton/Ha; dan 252,36Ton/Ha. Kata kunci : Analisis Kelembagaan, Masyarakat Peduli Api, Desa Catur Rahayu
Strategi Optimalisasi Taman Hutan Kenali Jambi sebagai Kawasan Tujuan Wisata Aris Ardianto; Muhammad Syarif; Bambang Irawan
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpb.v6i1.27974

Abstract

Pengembangan kawasan yang masih berhutan di perkotaan sebagai salah satu wisata diharapkan akan mampu mendatangkan keuntungan yang besar bagi daerah yang dikunjungi oleh wisatawan dan masyarakat sekitar. Salah satu areal yang masih mempunyai tutupan pohon di Kota Jambi adalah Taman Hutan Kenali yang diharapakan dapat menopang kepentingan Fungsi dan Daya Dukung Lingkungan Hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung lingkungan yang didasarkan pada jumlah optimal pengunjung di areal wisata dan untuk mengkaji strategi pengembangannya. Tahapan metode yang digunakan pada penelitian ini adalah (1) penilaian terhadap persepsi para pelaku wisata (wisatawan masyarakat sekitar dan pengelola) tentang aktivitas pariwisata alam di Taman Hutan Kenali. (2) identifikasi terhadap permasalahan dengan menggunakan matrik SWOT; (3) kajian terhadap permasalahan melalui wawancara mendalam; dan (4) analisis terhadap penentuan strategi kebijakan publik yang dilakukan dengan Analytical Hierarchi Process (AHP). Hasil analisis SWOT Taman Hutan Kenali berada di kuadran 1, dimana situasi tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang. Hasil analisis Analytical Hierarchi Process menunjukkan bahwa strategi pengelolaan Taman Hutan Kenali adalah Kebersihan dan keindahan Taman Wisata.