Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTER AGRONOMI PADI RATUN (ORIZA SATIVA. L) VARIETAS LOKAL PASANG SURUT TANJUNG JABUNG TIMUR Mapegau Mapegau; Asrizal Paiman; Marlina Marlina
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.112 KB) | DOI: 10.22437/agroecotania.v1i1.5336

Abstract

Penelitian lapangan yang bertujuan untuk mempelajari karakter agronomi ratun dari beberapa varietas padi lokal pasang surut Tanjung Jabung Timur(Tanjabtim) telah dilaksanakan di lahan petani Desa Lambur Luar Kecamatan Sabak Timur, Kabupaten Tanjabtim. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) tiga ulangan. Lima varietas padi lokal pasang surut berupa tanaman induk yang digunakan sebagai perlakuan adalah: Temon, Dawi, Sere, Minang, dan Pulo. Bibit padi yang telah berumur 3 minggu dipersemaian ditanam pada petakan berukuran 3 x 2 m dengan jarak tanam 30 x 25 cm. Tinggi pemotongan rumpun tanaman induk 20 cm dari permukaan tanah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ratun tertinggi diperoleh dari tanaman induk varietas Pulo (101,07 cm) dan varietas Minang (87,60 cm). Ratun dengan tinggi terendah diperoleh dari tanaman induk varietas Sere (51,23 cm). Jumlah anakan ratun tertinggi diperoleh pada tanaman induk Varietas Sere yaitu 58,04 batang/rumpun, tetapi yang produktif 27,28 batang/rumpun atau 47%. Tanaman induk Variets Pulo menghasilkan ratun dengan jumlah anakan 40,87 batang/rumpun dan yang produktif sebanyak 37,98 batang/rumpun atau 92,93%, sedangkan tanaman induk Varietas Minang menghasilkan anakan ratun sebanyak 45,33 batang/rumpun dan yang produktif 40,22 batang/rumpun atau 88,73%. Malai terpanjang diperoleh pada ratun dari varietas Minang dan Pulo masing-masing 22,61 cm dan 22,20 cm. Sedangkan malai terpendek diperoleh pada ratun dari tanaman induk varietas Sere (15,58 cm). Jumlah gabah per malai tertinggi diperoleh pada varietas Pulo (161,45 butir) dan yang berisi sebanyak 92,12 butir (57,06%). Varietas Minang menghasilkan gabah per malai 154,13 butir dan yang berisi 106,13 (68,86%), varietas Sere 100,54 butir per malai yang berisi 14,87 butir (14,79%). Jumlah gabah per malai varietas Dawi adalah sebanyak 107,68 butirdan yang berisi 77,68 butir (72,14%), varietas Temon 105,10 butir per malai dan yang berisi 50,10 butir (47,67%). Ratun dari tanaman induk Varietas Minang dan Pulo lebih mampu mempertahankan kehijauan daun dan pangkal batang dan bentuk sudut daun yang lebih tegak. Kata kunci: Ratun, karakter agronomi, padi pasang surut.
PENATAAN KEMBALI PENGEMBANGAN AGROFORESTRY AREN (Arenga pinnata MERR) BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENINGKATAN EKONOMI RUMAH TANGGA DESA MITRA MELALUI RUMAH BUNDA DI DESA MITRA RAMBAHAN KABUPATEN BATANG HARI Heriberta Heriberta; Asrizal Paiman; Rike Setiawati; Ade Adriadi; Hari Wiki Utama
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.1002-1010

Abstract

Penataan kembali area agroforestri menjadi salah satu upaya ‘untuk mengetahui potensi suatu lahan untuk penggunaan’ tertentu’ dengan visualisasi berupa peta melalui sistem informasi geografis. Sistem agroforestri merupakan bentuk pemanfaatan lahan yang dikembangkan untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat’. Melalui sistem informasi geografis menjadikan salah satu upaya untuk menata kembali kegunaan lahan. Tujuannya adalah memberi pengetahuan tentang cara pemanfaatan lahan secara optimal dengan menerapkan sistem Agroforestri berbasis Aren. Oleh karena itu perlu adanya pembentukan pemahaman dalam proses pembangunan sistem agroforestry aren berbasis sistem informasi geografis di lahan perkebunan. Selanjutnya akan dibuat rumah bunda dimana nanti nya rumah bunda ini akan membantu ibu-ibu untuk meningkatkan skill mereka. Untuk Kegiatan dilakukan dari Juni-September 2021 di desa Rambahan Kabupaten Batang Hari, kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan, demontrasi dan melakukan penandaan melalui sistem informasi geografis terhadap tanaman aren yang nanti akan digunakan untuk pembuatan peta sebagai penataan kembali tanaman aren.