Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Exploration of Tree Species in Muaro Jambi Temple Complex: EKSPLORASI JENIS POHON DI KOMPLEKS CANDI MUARO JAMBI Rike Puspitasari Tamin; Suci Ratna Puri; Rizky Ayu Hardiyanti
Media Konservasi Vol 24 No 3 (2019): Media Konservasi Vol. 24 No. 3 Desember 2019
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.082 KB) | DOI: 10.29244/medkon.24.3.245-251

Abstract

Kompleks Candi Muaro Jambi merupakan salah satu wisata andalan Provinsi Jambi yang mulai dikenal di dalam maupun di luar negeri. Keberadaan jenis-jenis pohon hutan yang terdapat di kompleks percandian Muaro Jambi sangat penting untuk dipertahankan. Kegiatan eksplorasi botani di kompleks percandian Muaro Jambi sangat penting untuk dilaksanakan dalam rangka melakukan inventarisasi dan identifikasi jenis-jenis pohon yang ada. Data yang diperoleh akan berguna dalam kegiatan konservasi dan pelestarian tumbuhan hutan tropis secara menyeluruh. Penelitian dilaksanakan di lokasi Candi Koto Mahligai, di areal resapan air/sepanjang jalur sungai di Kompleks Candi Muaro Jambi, Desa Muara Jambi, Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi dan Laboratorium Silvikultur dan Herbarium Fakultas Kehutanan Universitas Jambi. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan dari bulan April sampai dengan bulan Oktober 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis-jenis pohon yang terdapat di areal Candi Mahligai dan areal resapan air kompleks Candi Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Tahapan kegiatan penelitian terdiri dari eksplorasi, pembuatan spesimen herbarium, studi pustaka, identifikasi Jenis. Hasil yang didapatkan yaitu suku yang dijumpai dalam wilayah Candi Koto Mahligai dan Sempadan sungai yang terdapat dalam kompleks Candi Muaro Jambi adalah sebanyak 17 suku, antara lain : Anacardiaceae, Burseraceae, Cucurbitaceae, Dilleniaceae, Euphorbiaceae, Fabaceae, Hyperaceae, Lythraceae, Malvaceae, Meliaceae, Moraceae, Oxalidaceae, Phyllanthaceae, Rubiaceae, Salicaceae, Sapindaceae, Verbenaceae. Jenis pohon yang paling banyak ditemui adalah jenis Peronema canescens Jack (Sungkai) sebanyak 86 individu dan Lansium parasiticum (Duku) yaitu sebanyak 38 individu. Kata kunci: eksplorasi , Candi Muaro Jambi, jenis pohon
Dimension of Sentang (Azadirachta excelsa Jack) and Production of Soybean (Glycine max (L) Merril) in Agroforestry System DIMENSI POHON SENTANG (Azadirachta excelsa Jack) DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max (L) Merril) DI DALAM SISTEM AGROFORESTRI Suci Ratna Puri; Nurheni Wijayanto; Arum Sekar Wulandari
Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Silvikultur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.7.3.205-210

Abstract

System which integrating forestry and agriculture is known by agroforestry. Utilizing of unproductive land below the trees will be more optimum. Sentang (Azadirachta excelsa Jack) is one of the plants that can be used in agroforestry system. The aim of this research was to know the effect of agroforestry toward tree dimension and production of some soybean varieties. Research design that was used in this research is split plot design that consisted of 2 factors and three repetitions. Planting pattern as a main plot is a the first factor, consisted of planting pattern of agroforestry (S1) and monoculture (S0). The second factor that was a submain plot is some varieties of soybean which consisted of variety of Grobogan, Anjasmoro, Tanggamus, and Wilis.The results shows that accretion mean of tree height, stem and crown diameter of Sentang in agroforestry plot are bigger than in monocultural plot. Lateral root in monocultural plot is deeper than in agroforestry plot. The difference of plant growth in each planting pattern of agroforestry is affected by interaction among plant component. Utilizing of some soybean varieties in agroforestry of sentang one year old did not result significant production than in monoculture pattern. In this research, variety Tanggamus and Wilis on monoculturural plot has better growth and production than variety of Grobogan and Anjasmoro.Key words: agroforestry, tree dimension, sentang (Azadirachta excelsa Jack), soybean, varieties.
Valuasi Nilai Ekonomi dan Persepsi Pengunjung Taman Hutan Kota Bagan Pete Kota Jambi Marwoto Marwoto; Suci Ratna Puri; Ade Adriadi
Jurnal Silva Tropika Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jsilvtrop.v3i2.6389

Abstract

This research was conducted in Bagan Pete Urban Forest. The purpose of this study was to obtain information about: (1) economic value of Bagan Pete Urban Forest, (2) demand equation model of Bagan Pete Urban Forest recreational benefits, 3) perceptions of visitors to Bagan Pete Urban Forest include education, convenience, and visitor satisfaction after coming to Bagan Pete Urban Forest Chart. The analytical method used is multiple linear regression analysis. The influence factors of frequency visits to Bagan Pete Urban Forest are travel costs (X1), monthly income (X2), age (X3), distance (X4), time spent on one visit (X5), long time knowing the Bagan Pete Urban Forest (X6), and gender (X7). The demand equation model obtained based on the travel cost method, namely: Y = 1.147 - 0.121X1 - 3.648X2 - 0.016X3 - 0.154X4 - 0.028X5 + 0.306X6 + 8.103X7, Y is the regression visit. The economic valuation of Bagan Pete Urban Forest in Jambi City is Rp 0.0071369 per year, and the surplus value of visitor customers is Rp 0.214107.
Efektifitas Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Bibit Malapari (Pongamia Pinnata (L.) Pierre) Pada Tanah Ultisol Tamin, Rike Puspitasari; Puri, Suci Ratna
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 4 No. 1 (2020): Volume 4, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.455 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v4i1.9800

Abstract

Penggunaan energi bahan bakar minyak bumi terus meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk. Bahan bakar yang digunakan saat ini masih tergantung pada bahan bakar fosil. Maka dari itu perlu ada upaya untuk mencari sumber energi pengganti yang dapat diperbaharui (renewable). Salah satu tumbuhan yang berpotensi besar dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif/biodiesel yang ramah lingkungan adalah tanaman Malapari (Pongamia pinnata (L.) Pierre). Penggunaan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dan Pupuk NPK pada pembuatan bibit malapari diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari interaksi antara FMA dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan malapari serta untuk mendapatkan dosis inokulum FMA dan dosis NPK terbaik untuk pertumbuhan malapari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri atas dua perlakuan yaitu dosis FMA dan dosis pupuk dengan tiga ulangan. Pemberian pupuk NPK memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun dan berat kering tajuk. Pemberian mikoriza tidak memberikan pengaruh yang nyata pada semua variabel pengamatan dan Pemberian dosis pupuk NPK 1 g/tanaman menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan tanaman Malapari.
Efektivitas Fungi Mikoriza Arbuskula Dan Arang Tempurung Kelapa Terhadap Pertumbuhan Bibit Aren Pada Tanah Ultisol Tamin, Rike Puspitasari; Puri, Suci Ratna
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 4 No. 2 (2020): Volume 4, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.437 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v4i2.11599

Abstract

Tanaman aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) dikenal sangat luas yang memiliki manfaat yang multiguna yaitu sebagai pemenuhan kebutuhan pangan dan berpotensi besar dimanfaatkan sebagai energi alternatif yang dapat diperbaharukan yang ramah lingkungan. Peningkatan ini mengakibatkan eksploitasi aren semakin tinggi, sehingga dikawatirkan akan menyebabkan ketersediaan aren semakin menurun apabila tidak diimbangi dengan adanya budidaya dari aren . Penggunaan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dan arang tempurung kelapa pada pembuatan bibit aren diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari interaksi antara FMA dan arang tempurung kelapa pada tanah ultisol terhadap pertumbuhan bibit aren serta untuk mendapatkan dosis inokulum FMA dan komposisi media terbaik untuk pertumbuhan aren. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri atas dua perlakuan yaitu dosis FMA dan komposisi media (ultisol dan arang tempurung kelapa) dengan tiga ulangan. Hasil Penelitian menunjukkan pemberian dosis arang tempurung kelapa memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertambahan jumlah daun, Pemberian mikoriza memberika pengaruh yang sangat nyata pada variabel persen infeksi akar serta Pemberian dosis arang tempurung kelapa 10 % dan dosis mikoriza 10 g menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan tanaman Aren.
Evaluasi Kesehatan Vegetasi di Arboretom KPHP Kerinci Unit I Tamin, Rike Puspitasari; Puri, Suci Ratna; Afrillia, Ciara
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.403 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v6i2.19246

Abstract

Kesehatan hutan telah menjadi salah satu kriteria pencapaian dalam manajemen pengelolaan hutan yang lestari. Identifikasi kondisi kesehatan vegetasi merupakan salah satu upaya penting dalam pengelolaan tanaman, sesuai kaidah silvikultur untuk menjaga kesehatan vegetasi hutan. Arboretum merupakan tempat berbagai jenis vegetasi ditanam dan dikembangbiakkan untuk tujuan penelitian atau pendidikan, keperluan koleksi dan konservasi ex-situ (di luar habitat). Pentingnya mengetahui kesehatan vegetasi di Arboretum merupakan salah satu teknik silvikultur di dalam mempertahankan keberadaan spesies lokal dan spesies unggulan. Penelitian ini dilaksanakan di Arboretum KPHP Kerinci Unit I. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode sampling. Metode sampling digunakan untuk menilai kesehatan vegetasi yang berada didalam klaster plot. Identifikasi status kesehatan dilakukan dengan metode pemantau kesehatan hutan atau Forest Health Monitoring (FHM) yaitu metode penilaian kesehatan pohon dengan mengelompokkan jenis dan tingkat kerusakan per individu tanaman. Hasil pengamatan melalui metode Forest Health Monitoring diperoleh hasil bahwa kondisi vegetasi di Arboretum KPHP Kerinci Unit 1 masih tergolong sehat dengan Nilai Indeks Kerusakan (NIK) sebesar 2,08 (skala 21), dengan persentase vegetasi sehat (74,81%), tingkat kerusakan ringan (23,42%), dan tingkat kerusakan sedang (1,78%).
Kajian Ekologi Serdang (Livistona sp.) di Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi: Ecology of Serdang (Livistona sp.) in Sungai Gelam District, Muaro Jambi Regency Nursanti, Nursanti; Wulan, Cory; Puri, Suci Ratna; Albayudi, Albayudi
Jurnal Silva Tropika Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v8i2.37391

Abstract

Spread of Livistona sp. located in Sungai Gelam Subdistrict, Muaro Jambi Regency in Parit Village, Petaling Jaya Village, Sungai Gelam Village which is the location where this research will be carried out because at that location there are still Livistona sp. The environmental requirements for growing Livistona sp. It is a healthy environment that must be composed of several components with supporting conditions, both physical and biotic components. Therefore, it is important to study the ecology of Serdang (Livistona sp.) in order to provide information that can be used in the sustainable management of these plant species. The ShannonWieners exposure value for plants other than serdang in Parit Village at the seedling level had a value of 2,596 (medium advertising category), 2,887 saplings (medium advertising category), 0,679 poles (low advertising category), 0,461 trees (low advertising category). For biodiversity other than serdang on line two in Petaling Jaya Village at the seedling level it has a value of 2,851 (medium category), 3,001 stakes (medium category), 1,707 poles medium category, trees 1,318 (medium category). The diversity of plants other than serdang on line three in Sungai Gelam Village at the seedling level had a value of 2,196 (moderate diversity category), saplings 2,076 (medium category category), poles and trees 0.596, 0.324 (low category category). Ecological factors around serdang plants for the humidity range of 290C – 30,370C. The condition of the soil at the study site is sandy soil with a pH of 3.75 – 4.89, light intensity ranges from 1137 Lux – 9518 Lux, the amount of light intensity can be affected by vegetation cover. The slope of the place where the prawns grow is between 2% and 4%, which means that the sedge grows on a gentle to slightly steep slope.
Studi Karakteristik Kimia Tanah Pada Berbagai Kelerengan di Lahan Agroforestri Berbasis Gaharu (Aquilaria malaccensis) : Study of Soil Chemical Characteristics at Various Slopes in Agarwood-Based Agroforestry Land (Aquilaria malaccensis) Hamzah, Hamzah; Rumondang, Jenny; Dinanty, Fawwaz; Safira, Doani Anggi; Puri, Suci Ratna; Farikhah, Anisatul; Nisya, Dian; Siregar, Helmalia Vareira
Jurnal Silva Tropika Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v8i2.38373

Abstract

ABSTRACT The research was conducted on agarwood agroforestry land (Aquilaria malaccensis) in Muaro Pijoan Village, Muaro Jambi Regency, which has an ultisol soil type with a land slope of 3,33% and 7,27%. Agarwood was planted at a distance of 2 x 3 meters on an area of 2 hectares since 2007. Analysis was conducted on various soil chemical properties such as pH, C-Organic, N, P, and K and Cation Exchange Capacity (CEC) in three locations with different slopes. Results showed that soil pH at the study sites ranged from 4-4,05, indicating very high acidity, while C-Organic and CEC contents were low. Nitrogen and phosphorus contents also varied based on slope, potentially affecting agarwood growth. The highest increments in diameter (0,945 cm/year) and height (0,552 m/year) were observed on land with a 7,27% slope. These findings indicate the importance of soil chemistry and slope in supporting agarwood productivity in ultisol agroforestry.   Keywords: agarwood, nutrient elements, organic carbon, pH   ABSTRAK. Penelitian dilakukan pada lahan agroforestry berbasis gaharu (Aquilaria malaccensis) di Desa Muaro Pijoan, Kabupaten Muaro Jambi, yang memiliki jenis tanah ultisol dengan kemiringan lahan 3,33% dan 7,27%. Gaharu ditanam pada jarak 2 x 3 meter di lahan seluas 2 hektar sejak tahun 2007. Analisis dilakukan terhadap berbagai sifat kimia tanah seperti pH, C-Organik, N, P, dan K serta Kapasitas Tukar Kation KTK) di tiga lokasi dengan kemiringan berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah di lokasi penelitian berkisar pada 4-4,05, menunjukkan tingkat keasaman yang sangat tinggi, sementara kandungan C-Organik dan KTK tergolong rendah. Kandungan nitrogen dan fosfor juga bervariasi berdasarkan kemiringan lahan, yang berpotensi mempengaruhi pertumbuhan gaharu. Riap diameter dan tinggi tanaman gaharu tertinggi ditemukan pada lahan dengan kemiringan 7,27%, dengan riap diameter tahunan rata-rata sebesar 0,945 cm/tanaman/tahun dan riap tinggi sebesar 0,552 m/tanaman/tahun. Temuan ini menunjukkan pentingnya sifat kimia tanah dan kemiringan lahan dalam mendukung produktivitas tanaman gaharu di agroforestri ultisol.   Kata kunci: gaharu, unsur hara, karbon organic, pH
Respon Pertumbuhan Semai Tanjung (Mimusops elengi Linn) Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Ayam: Response of Seedling Growth of Tanjung (Mimusops elengi Linn.) to Doses of Chicken Manure Fertilizer Puri, Suci Ratna; Hamzah, Hamzah; Handayani, Rajjitha; Rif'atunidaudina, Ria; Rumondang, Jenny; Armada, Galang
Jurnal Silva Tropika Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v8i2.38480

Abstract

ABSTRACT The sufficiency of nutrients in the soil greatly affected the growth and development of plants. The type of plant largely determines its nutritional requirement. Tanjung (Mimusops elengi Linn.) is one of type the forestry plant that has the ability of adapt to air pollution, so that it making it potential to be developed as a protective tree in urban forest development programs. The objective of this research was to determine how the Tanjung seedling growth responds to the dose of chicken manure in the nursery of the Agriculture Faculty, Jambi University. The study used a completely randomized design with a dose of chicken manure as the treatment. The treatments consisted of 5 levels, namely without chicken manure, 500 g/polybag, 750 g/polybag, 1000 g/polybag, and 1250 g/polybag. The research results showed that the dose of chicken manure affected on growth of Tanjung seedlings. The application of 1250 g of chicken manure per polybag had best effect on diameter, number of leaves, shoot dry weight, total dry weight, and root shoot ratio.   Keywords: chicken manure, doses, growth, seedling of Mimusops elengi, ultisol soil   ABSTRAK Kecukupan unsur hara dalam tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman. Kebutuhan akan nutrisi sangat ditentukan oleh jenis tanaman itu sendiri. Tanjung (Mimusops elengi Linn.) merupakan salah satu tanaman kehutanan yang yang memiliki kemampuan adaptasi terhadap polusi udara sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai pohon pelindung pada program pengembangan hutan kota. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dosis pupuk kandang yang optimal untuk pertumbuhan bibit tanjung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dosis pupuk kandang ayam sebagai perlakuan yang terdiri atas 5 taraf yaitu tanpa pemberian, 500 g/polibag, 750 g/polybag, 1000 g/polybag, and 1250 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan dosis pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit tanjung. Perlakuan pupuk kandang dengan dosis 1250 g/polybag memberikan respon pertumbuhan terbaik terhadap diameter, jumlah daun, berat berat kering tajuk, berat kering total dan nisbah tajuk akar pada bibit tanjung.   Kata kunci: dosis, pertumbuhan, pupuk kandang ayam, semai tanjung, tanah ultisol
PPM Pelatihan Pembuatan Gula Semut Dari Nira Pohon Aren (Arenga pinnata) Pada Wilayah UPTD KPHP Unit XIII Kabupaten Muaro Jambi Anggraini, Riana; Ulfa, Maria; Achmad, Eva; Paiman, Asrizal; Khabibi, Jauhar; Ratna Puri, Suci
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.309 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v5i3.17203

Abstract

Hasil hutan bukan kayu (HHBK) adalah hasil hutan kecuali kayu seperti produk turunan dari tumbuhan dan hewan beserta budidayanya. Beberapa jenis produk HHBK mempunyai nilai ekonomi yang tinggi di Provinsi Jambi antara lain: rotan, bambu, aren, madu, jernang, gaharu, minyak tengkawang, minyak atsiri, gondorukem, buah-buahan tropis dan lain-lain. Salah satu pemanfaatan HHBK di Kawasan KPHP Unit XIII Muaro Jambi di Desa Jambi Tulo, Kecamatan Maro Sebo, yaitu masyarakatnya memanfaatkan pohon aren yang banyak tumbuh alami, dengan mengolah nira dari pohon aren menjadi gula merah cetak dan dengan pengolahan yang sederhana. Hasil olahan gula merah cetak pada industri rumah tangga masyarakat umumnya masih bermutu rendah karena pengolahan belum dilakukan secara baik, sehingga produk yang dihasilkan cepat meleleh, karena masih mengandung kadar air cukup tinggi 15-17%. Upaya meningkatkan nilai jual gula aren cetak dengan cara mengolah menjadi gula aren granular (gula semut), solusi yang ditawarkan terhadap permasalahan tersebut, diantaranya: diberikannya penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat mengenai pembuatan gula semut dari gula merah cetak secara tradisional dengan menyediakan alat pembuatan gula semut dari gula cetak menjadi bentuk granular (gula semut).