Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Faktor Risiko Kelelahan Pekerjaan dan Non-Pekerjaan pada Ibu Hamil Haris Muzakir; Prihayati Prihayati; Cornelis Novianus
Jurnal Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2021): Januari - Juni 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.072 KB) | DOI: 10.25077/jk3l.2.1.46-54.2021

Abstract

Kehamilan mengakibatkan perubahan psikologis, emosional dan fisik sehingga wanita mengalami dampak kelelahan, mulai dari kelelahan ringan hingga kelelahan yang parah. Kelelahan akan memberikan dampak pada produktivitas bagi ibu hamil yang bekerja, baik itu dampak jangka pendek dan juga jangka panjang. Faktor-faktor yang menyebabkan kelelahan pada ibu hamil yang bekerja, yaitu kurangnya pola istirahat serta kualitas tidur yang buruk. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross-sectional. Terdapat 100 responden dari Praktik Bidan Mandiri di Cempaka Putih, Jakarta Pusat sebagai sampel penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, yaitu: Responden yang mengalami kelelahan sebanyak 56 dan yang tidak mengalami kelelahan sebanyak 44. Hasil uji Chi Square menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kelelahan trimester kehamilan dengan (P<0,003), antara waktu kerja (P<0.002), antara kuantitas tidur (P<0.007) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kelelahan dengan waktu istirahat (P<0.101). Untuk menurunkan risiko kelelahan, ibu hamil sebaiknya tidak bekerja melebihi dari delapan jam dan perusahaan dapat mengurangi beban kerja bagi ibu hamil.
Factors Associated with Work Fatigue among Nurses in South Tangerang City Public Hospital Haris Muzakir; Andra Vidyarini Vidyarini
Jurnal Cakrawala Promkes Vol. 5 No. 2 (2023): August
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/promkes.v5i2.8846

Abstract

Work fatigue is a pervasive issue that affects nursing care quality and patient safety in healthcare settings. This study examined the prevalence of work fatigue among nurses and its association with various factors, including age, body mass index (BMI), work tenure, and work shift. This study employed a cross-sectional quantitative approach and was conducted at the South Tangerang City Public Hospital from February to March 2023. A total of 85 nurses participated in this study. The Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) instrument was used to measure work fatigue, encompassing general, mental, and physical domains. Workload-related symptoms were assessed using Likert scale-based responses, classifying the respondents into fatigue and non-fatigue groups. The results indicated that 55.3% of the nurses reported experiencing work fatigue. Significant associations were observed between work fatigue and several other factors. Older nurses demonstrated a lower prevalence of work fatigue (PR:0.579; 95% CI: 0.415–0.808), suggesting that age is a protective factor against fatigue. Conversely, nurses with non-normal BMI exhibited a higher prevalence of work fatigue (PR: 1.587; 95% CI: 1.100–2.291). A longer work tenure was associated with increased work fatigue (PR: 1.851, 95% CI: 1.298–2.639), possibly due to cumulative stress and physical demands. Furthermore, night-shift nurses experienced higher work fatigue (PR: 1.882, 95% CI: 1.302–2.721) than day-shift nurses, indicating the disruptive impact of irregular sleep patterns. These findings emphasize the need for healthcare organizations to address work fatigue among nurses. Strategies may include workload management, providing resources for emotional support, and promoting a healthy work environment. Addressing the specific vulnerabilities of younger nurses, individuals with non-normal BMI, and working night shifts is vital for mitigating work fatigue
Faktor Risiko Kualitas Tidur Perawat di Rumah Sakit Tugu Ibu Cimanggis Kota Depok Haris Muzakir; Anna Fitriani
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.4.1.29-34.2023

Abstract

The need for nurses in Indonesia is still high because the need for health services in Indonesia is also increasing. The duties carried out by nurses are very vulnerable to health. Nurses will experience poor sleep quality from the tasks they do. Poor sleep quality will impact mental and health conditions because nurses have fewer hours of sleep. Lack of sleep can reduce medical and mental conditions, so the workability of nurses will decrease—Ninety-three respondents from nurses who work in Tugu Ibu hospital, Cimanggis Depok West Java. The type of research is quantitative, using a cross-sectional approach. The cross-sectional approach analyses the relationship between the independent variables, namely age, gender, shift work and body mass index, with sleep quality experienced by nurses at a private hospital in the Cimanggis area, Depok West Java. The results of the chi-square test stated that there was no significant relationship between age and sleep quality (p = 0.051). There was a significant relationship between sleep quality and gender (p = 0.050), shift work (p = 0.002) and body mass index (p = 0.002). =0.001).
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mata pada Penjahit Konvensi x di Kelurahan Pabuaran Mekar Cibinong Bogor Tahun 2024 Nabila Maesya Purwati; Haris Muzakir
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.116

Abstract

Kelelahan mata merupakan suatu gejala yang disebabkan karena sistem penglihatan berada pada keadaan yang tidak optimal terhadap ketajaman penglihatan. Mata merupakan faktor penting. Jika kesehatan mata terganggu, maka dapat mempengaruhi pekerjaan dan dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mata pada Penjahit Konveksi x di Kelurahan Pabuaran Mekar Cibinong Kabupaten Bogor Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh pekerja penjahit di konveksi x. Sampel dalam penelitian ini 85 pekerja. Teknik sampel yang digunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan alat ukur kelelahan mata menggunakan digital reaction Timer m-PVT dan untuk mengukur pencahayaan menggunakan alat ukur lux meter. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi- square. Hasil penelitian ini menunjukan sebanyak 65 pekerja (76,5%) mengalami kelelahan mata, kategori masa tua ≥ 40 tahun sebanyak 57 pekerja ( 67,1%), masa kerja ≥ 3 tahun sebanyak 58 pekerja ( 68,2%), durasi kerja ≥ 8 jam sebanyak 79 ( 92,9%) dan pencahayaan < 300 lux sebanyak 49 pekerja ( 57,6%). Hasil uji statistik diperoleh bahwa variabel yang terdapat hubungan dengan kelelahan mata adalah usia (p-value = 0,033), masa kerja ( p-value = 0,023), variabel tingkat pencahayan (p-value = 0,040). dan variabel durasi kerja yang tidak terdapat hubungan dengan kelelahan mata (p-value=0,139). Oleh karena itu, disarankan bagi konveksi untuk memeriksakan kesehatan mata secara rutin pada pekerjanya untuk mencegah terjadi kelelahan mata yang semakin meningkat.
Faktor faktor Risiko yang Berhubungan dengan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Pengendara Ojek Online di Wilayah Jatisampurna Kota Bekasi Tahun 2024 Putri Diana Syafitri; Haris Muzakir
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.119

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yaitu hambatan pada pergelangan tangan, terjadi karena penyempitan terowongan karpal. Gejala yang dialami pada pengidap CTS yaitu nyeri, kesemutan, dan mati rasa. Jenis penelitian adalah kuntitatif dengan metode cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 72 pengendara ojek online yang diambil nenggunakan Non Probability Sampling yaitu teknik Accidental Sampling. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar pengendara ojek online mengalami gejala Carpal Tunnel Syndrome sebanyak 55 pengendara (76,4%), kategori masa tua ≥ 30 tahun sebanyak 47 pengendara (65,3%),  status gizi tidak normal sebanyak 37 pengendara (51,4%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 64 pengendara (88,9%), gerakan berulang ≥ 30 kali sebanyak 46 pengendara (63,9%), waktu kerja > 8 jam sebanyak 52 pengendara (72,2%), masa kerja > 4 tahun sebanyak 41 pengendara (56,9%). Hasil bivariat didapatkan variabel yang terdapat berhubungan dengan gejala Carpal Tunnel Syndrome yaitu usia (P-Value = 0,007), status gizi (P-Value = 0,019), gerakan berulang (P-Value = 0,002), waktu kerja (P-Value = 0,004), masa kerja (P-Value = 0,000) dan variabel jenis kelamin yang tidak terdapat hubungan dengan gejala Carpal Tunnel Syndrome (P-Value = 0,671). Disarankan bagi pengendara ojek online selalu melakukan pemanasan pada otot tangan serta mengistirahatkan tangan selama 15-20 menit.
Edukasi Mengenai Kesadaran Berkendara dengan Aman pada Pelajar SMK Muhammadiyah 9 Jakarta Selatan Haris Muzakir; Alib Birwin
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7gtffh51

Abstract

Peningkatan kebutuhan transportasi darat di perkotaan mendorong penggunaan sepeda motor lebih intensif, termasuk kalangan pelajar. Namun, minimnya kesadaran dan pengetahuan keselamatan berkendara memperburuk risiko kecelakaan lalu lintas dengan faktor utama kondisi kendaraan, perilaku pengemudi, dan minimnya pengawasan. Untuk mengatasinya, program edukasi dilaksanakan 21 Februari 2024 di SMK Muhammadiyah 9 Jakarta Selatan guna meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara pelajar melalui edukasi aturan lalu lintas dan teknik berkendara aman. Metodenya sosialisasi keselamatan, bekerjasama dengan BHABINKAMTIBMAS Polsek Kebayoran Lama, serta seminar dan praktik diikuti 50 pelajar. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test dengan uji Wilcoxon signed-rank mengukur peningkatan pengetahuan pelajar. Hasilnya, pengetahuan meningkat signifikan dengan p-value 0,000, menegaskan efektivitas program dalam mengubah pemahaman dan perilaku pelajar.
Edukasi Pencegahan Hipertensi dengan Media Visual: Implementasi Penyuluhan di RW 02 Kelurahan Paku Alam, Tangerang Selatan Chika Syahira Dhana; Robiyatul Hadawiyah; Inayah Nadifah Musdalifah; Dewi Pramesty Kusumaningsih; Farha Aulia Marsha; Vanesa Lintangsari; Meila Fajar Fitriyani; Muhammad Haidir; Dewini Putri Sabina; Haris Muzakir; Hidayati Hidayati
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i1.15

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang sering tidak disadari oleh penderitanya karena gejalanya yang bervariasi, sehingga dikenal sebagai "silent killer." Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat RW 02 Kelurahan Paku Alam, Serpong Utara, tentang pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui media leaflet dan poster. Kegiatan dilaksanakan di Posbindu Ceri dengan partisipasi 36 warga, terutama perempuan. Penyuluhan meliputi pre-test, penyampaian materi menggunakan leaflet, pembagian video senam anti-hipertensi melalui WhatsApp, serta pembagian botol minum bertema "Kurangi Gula, Garam, dan Lemak." Hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta terkait hipertensi. Edukasi menggunakan media visual dinilai efektif, terutama bagi masyarakat dengan latar belakang pendidikan menengah. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat guna mencegah hipertensi.