Penelitian ini bertujuan untuk mencapai tujuan penelitian tertentu, yaitu menentukan sejauh mana penerapan praktik pertanian yang baik dan mengkaji dampaknya terhadap produktivitas dan pendapatan yang terkait dengan usahatani jagung di Koya Barat, Distrik Muaratami, Kota Jayapura. Selain itu, penelitian ini juga berupaya mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi penerapan praktik tersebut dan dampak selanjutnya terhadap produktivitas dan pendapatan usahatani jagung di wilayah yang sama. Penelitian ini akan dilakukan oleh penulis di wilayah yang dihuni oleh Petani Jagung di Koya Barat, yang terletak di Distrik Muaratami Kota Jayapura. Koya Barat merupakan wilayah yang memiliki potensi besar untuk budidaya tanaman pangan jangka panjang dan jangka pendek, yang dapat berperan penting dalam meningkatkan pendapatan pertanian. Selain itu, penting untuk menentukan pendapatan dengan menghitung selisih antara pendapatan yang diperoleh dari pertanian jagung dan total biaya yang terkait dengan operasi pertanian jagung. Sukirmo (2006: 6) mendefinisikan faktor produksi sebagai unsur-unsur yang terdapat di alam maupun buatan manusia yang berfungsi untuk memperlancar terciptanya barang dan jasa. Faktor-faktor yang terlibat dalam produksi dapat diuraikan sebagai berikut: (a) Lingkungan alam, (b) Tenaga kerja, (c) Sumber daya keuangan, (d) Pengetahuan dan keterampilan khusus. Oleh karena itu, petani perlu mendapatkan bimbingan tentang pemanfaatan teknologi secara efektif. Metode penelitian yang akan digunakan penulis sebagai alat penelitian adalah pendekatan analisis data kuantitatif. Pendekatan ini meliputi berbagai elemen, termasuk biaya, laporan laba rugi, analisis rasio R/C, dan penentuan Titik Impas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara spesifik mengenai Biaya Produksi yang terkait dengan Usaha Tani Jagung memerlukan total biaya produksi sebesar Rp13.890.000, di samping biaya operasional sebesar Rp24.520.000. Volume produksi pada Usaha Tani Jagung menghasilkan hasil penjualan sebesar Rp69.000.000, dalam kurun waktu tiga bulan. Hasil yang diperoleh dari perhitungan L/R (Laba Rugi) menunjukkan Laba sebesar Rp30.590.000, dalam kurun waktu 3 Bulan, dengan Rasio Laba per Bulan yang sesuai dihitung sebesar 10.196.667. Hasil perhitungan Rasio R/C menunjukkan bahwa nilai Rasio R/C melebihi 1 (R/C > 1) dalam konteks Usaha Tani Jagung. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh lebih kecil dari biaya yang dikeluarkan, sehingga dapat disimpulkan bahwa mereka beroperasi secara menguntungkan. Nilai rata-rata R/C Ratio yang diamati adalah sebesar Rp. 1.796. Hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 1,00 yang dikeluarkan untuk biaya, diperoleh pendapatan sebesar Rp. 1.796, sehingga menghasilkan laba. Nilai Break Event Point (BEP) menggambarkan nilai Harga Break Event Point (BEP Rp) di samping nilai Unit Break Event Point (BEP Q). Dalam konteks ini, responden melaporkan nilai BEP rupiah sebesar 16.016. Selain itu, BEP Unit dikuantifikasi sebesar 0,8008, sementara BEP Unit lainnya tercatat sebesar 1,007. Jika Petani berhasil menjual lebih dari 1.007 unit, mereka akan berada dalam posisi untung. Sebaliknya, jika penjualan mereka turun di bawah ambang batas 1.007 unit, mereka pasti akan menghadapi kerugian.