Hari Anggit Cahyo Wibowo
STKIP Al Hikmah Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Simulasi Berbasis Visual Basic Application (VBA) Spreadsheet Excel pada Pembelajaran Fisika Materi Gelombang Trise Nurul Ain; Hari Anggit Cahyo Wibowo; Faiz Hasyim
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i1.4435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas simulasi berbasis visual basic application (VBA) dan spreadsheet excel pada materi gelombang dengan menggunakan metode ADDIE. Terdapat lima tahap pengembangan simulasi ini yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi akan tetapi penelitian ini dilaksanakan sampai tahap pengembangan kemudian dilakukan validasi dengan menggunakan instrumen penilaian. Instrumen peniaian terdiri dari lembar penilaian validasi pada aspek media dan lembar penilaian validasi pada aspek materi. Validator berjumlah tiga orang yang terdiri dari pakar dan pengguna. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif. Data yang telah dianalisis kemudian dideskripsikan secara kualitatif untuk mengetahui kategori penilaian Skor validasi pada aspek materi mendapatkan skor 3,56 dan pada aspek media mendapatkan skor 3,37 dengan keduanya berkategori valid. Selain itu, simulasi yang dikembangkan juga dinyatakan interaktif, antraktif dan dapat digunakan untuk menjelaskan konsep dengan baik. This study aims to analyze the validity of simulations based on basic visual application (VBA) and excel spreadsheets on wave material using the ADDIE method. There are five stages of developing this simulation: analysis, design, development, implementation, and evaluation, but this research was carried out until the development stage and then validated using an assessment instrument. The assessment instrument consists of a validation assessment sheet on the media aspect and a validation assessment sheet on the material aspect. Three validators consist of experts and users. The data analysis technique used is the descriptive data analysis technique. The data that has been analyzed is then described qualitatively to determine the category of assessment. Validation score on the material aspect gets a score of 3.56, and on the media, aspect gets a score of 3.37 with both valid categories. In addition, the simulation developed is also stated to be interactive and attractive and can be used to explain concepts well.
Pengembangan Modul Praktikum Fisika Dasar Rumahan di Masa Pandemi Covid-19 Hari Anggit Cahyo Wibowo; Faiz Hasyim; Trise Nur Ain
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i1.4227

Abstract

Pandemi Covid-19 mengakibatkan perubahan sistem pembelajaran. Salah satu dampak besar yang dirasakan pada pembelajaran fisika ialah proses perkuliahan praktikum fisika dasar. Praktikum yang seharusnya dilaksanakan di laboratorium dengan peralatan yang telah disediakan menjadi terhambat karena berlakunya kebijakan belajar dari rumah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi alternatif masalah tersebut dengan mengembangkan modul praktikum fisika dasar rumahanyang layak digunakan sebagai panduan praktikum mahasiswa fisika ketika di rumah. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Four-D­. Data yang diperoleh berupa hasil wawancara dan lembar validasi modul. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata hasil validasi oleh dua validator menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan berkategori sangat valid. Kesimpulan dari penelitian ini adalah modul praktikum fisika dasar rumahan valid secara berdasarkan ahli dan sangat layak digunakan sebagai panduan praktikum fisika dasar bagi mahasiswa.  The Covid-19 pandemic has resulted in changes in the learning system. One of the major impacts felt on learning physics is the process of lectures on basic physics practicum. The practicum that should have been carried out in the laboratory with the equipment provided was hampered due to the implementation of the study from home policy. This study aims to provide an alternative solution to this problem by developing a home-based basic physics practicum module that can be used as a practical guide for physics students at home. This study uses the Four-D development model, which is carried out until the development stage only, namely the limitation of validation on the module. The data was obtained in the form of interviews and module validation sheets. The data obtained were then analyzed descriptively, qualitatively and quantitatively. The results showed that two validators' average expert judgment results showed in the very feasible category. This research concludes that the basic physics practicum module at home is valid and useful for students to use as a basic physics guide.
Pelatihan Strategi Peningkatan Kemampuan Literasi dan Numerasi Peserta didik dalam Rangka Menghadapi ANBK Indrawati Wilujeng; Trise Nurul Ain; Hari Anggit Cahyo Wibowo
Carmin: Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Borneo Research and Educatin Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.58 KB) | DOI: 10.59329/carmin.v2i2.73

Abstract

Asesmen Nasional Berbasis Kompetensi (ANBK) merupakan asesmen dalam Kurikulum Merdeka yang menitiberatkan pada kemampuan literasi, numerasi, sikap ilmiah, dan karakter. Penilaian yang didapatkan oleh salah satu sekolah di Sidoarjo yaitu kemampuan literasi dasar sebesar 31,82%, sementara kemampuan numerasi justru memerlukan intervensi khusus sebesar 9,09%. Tujuan PKM yaitu melaksanakan kegiatan berupa pelatihan mengenai strategi peningkatan kemampuan literasi dan numerasi. Materi yang dipaparkan antara lain strategi peningkatan kemampuan literasi dan numerasi pada lingkungan fisik, lingkungan sosio-afektif, dan lingkungan akademik. Selain itu, akan dipaparkan pula best-practices dari berbagai sekolah di seluruh Indonesia. Peserta pelatihan dapat langsung memahami isi yang disampaikan oleh penyaji dan kemudian mengimplementasikannya di sekolah untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
Profil Keterampilan Berpikir Komputasional Mahasiswa Calon Guru pada Topik Sains Mohammad Syaiful Anwar; Hari Anggit Cahyo Wibowo
Jurnal Pena Karakter : Jurnal Pendidikan Anak dan Karakter Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Pena Karakter (Jurnal Pendidikan Anak dan Karakter)
Publisher : STKIP AL HIKMAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62426/jpk418

Abstract

In the era of digital transformation and the implementation of Kurikulum Merdeka (Independent Curriculum), computational thinking has emerged as a core cognitive competence that pre-service teachers must master. The acquisition of this skill is essential to support students' scientific reasoning. This study aims to deeply uncover the computational thinking skill profiles of pre-service teachers in solving science problems, specifically on the topic of electrical phenomena. A qualitative method with a phenomenological approach was employed in this study, involving two students from STKIP Al Hikmah Surabaya as research subjects. Data were gathered through technical triangulation, comprising a 10-item essay test, cognitive activity observations, and semi-structured interviews, and were subsequently analyzed using the Miles & Huberman interactive model. The research findings revealed that the two students exhibited highly contrasting profiles. Student 1 demonstrated mature mastery across all four computational thinking indicators, with only minor errors. Conversely, Student 2 tended to be less focused, hurried, and experienced serious cognitive barriers, particularly in abstracting physical models and formulating systematic procedural steps. However, both subjects showed an identical trend of declining scores on questions requiring more complex macro-reasoning. The conclusion of this study emphasizes that weaknesses in the pillars of computational thinking lineally impact the low metacognitive skills of prospective educators. These findings potentially trigger future difficulties for pre-service teachers in designing sequential, logical, and safe science lesson plans (Modul Ajar/RPP) and student worksheets (LKPD) for elementary school-aged children.