Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RELEVANSI MAKNA PEGON DALAM KAJIAN TAFSIR AL-QUR’AN DI ERA MILENIAL M. Fauzi
Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam Vol 15 No 2 (2021): Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi PAI, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jt.v15i2.180

Abstract

Pegon merupakan huruf-huruf Arab yang biasa dibuat untuk menerjemahkan atau memaknai kitab-kitab gundul dengan menggunakan bahasa jawa. Dalam kepenulisannya pegon dimulai dari kanan sama halnya menulis huruf arab seperti biasanya. Penulisan kitab-kitab gundul awal mula di terapkan di lingkup pesantren, yang kemudian berkembang di lembaga-lembaga umum yang berbasis pesantren. Kemudian kajian tafsir Al-Qur’an yang berada diera milenial tersebut ada kaitannya dengan perkembengan teknologi yang semakin berkembang. Dengan perkembangan zaman yang semakin modern tersebut maka kajian tafsir dan Al-Qur’an akan semakin maju pula. Dari konteks tersebut maka rumusan masalah yang diambil adalah bagaimana makna pegon dan bagaimana kajian tafsir Al-Qur’an juga bagaimana relevansinya makna pegon dalam kajian tafsir Al-Qur’an di era milenial. Dalam penelitian ini, metode penelitiannya menggunakan metode kualitatif yang merupakan metode penelitian yang berlandaskan filsafat, yang bertujuan untuk meneliti kondisi ilmiah (eksperimen) dimana peneliti sebagai instrument dan tekhnik pengumpulan data dengan menganalisis atau pengamatan dan mendeskripsikan obyek dari penelitian tersebut. Dari metode dan rumusan masalah tersebut maka hasil dari penelitian ini adalah adanya relevansi antara makna pegon dengan kajian tafsir Al-Qur’an, karena pada hakikatnya salah satu aksara yang digunakan dalam penulisan tafsir adalah huruf pegon, dan di Era Milenial ini tuntutan zaman yang serba digital telah masuk dalam kehidupan kita. Pada hakikatnya perkembangan yang terjadi pada generasi milenial berhubungan erat dengan adanya kemajuan teknologi yang disebut media, kini berbagai pembelajaran harus mengikuti perkembangan zaman yang semuanya diakses secara digital, jadi tidak perlu datang ke para ulama’, guru atau ustadz-ustadzahnya.. Dengan zaman yang serba digital para temuan telah menciptakan Al-Qur’an ataupun ilmu-ilmu Al-Qur’an yang secara digital agar pengguna lebih mudah dan praktis untuk mengakses pembelajaran terkait Al-Qur’an atau ilmu-ilmu yang ada didalamnya. Yang dari penciptaan tersebut terdapat berbagai kegunaan dan keunggulannya dan juga dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.
PERAN DAN FUNGSI YAYASAN DALAM PENGELOLAAN PENDIDIKAN MADRASAH IBTIDAIYAH HIDAYATUN NAJAH TUBAN M. Fauzi
EDUTHINK: Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam Vol. 3 No. 02 (2022)
Publisher : Prodi PAI Fakultas Tarbiyah IAI Miftahul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan Yayasan sebagai mitra pemerintah dalam mengembangkan berbagai bidang sangatlah urgent dan perannya signifikan, termasuk bidang pendidikan, sebagaimana kita maklum tidak sedikit lembaga pendidikan yang di kelola oleh yayasan (swasta) memiliki kualitas yang tidak kalah dengan lembaga yang dikelola oleh pemerintah (Negeri), di berbagai kota kita kenal lembaga-lembaga swasta yang mendapat kepercayaan cukup tinggi dari masyarakat termasuk di kota Tuban terdapat Madrasah Ibtidaiyah Hidayatun Najah yang tercatat sebagai Madrasah dengan jumlah peserta didik terbesar di kabupaten Tuban, pada tahun pelajaran 2022/2023 tercatat peserta didiknya jumlahnya mencapai 940 siswa. Berangakat dari hal tersebut diatas maka perlu di kaji sejauh mana peran dan fungsi Yayasan dalam mengelola lembaga pendidikan pada lembaga Pendidikan yang cukup berhasil dan mendapat kepercayaan dari Masyarakat, apakah Yayasan Hidayatun Najah Tuban sebagai Lembaga yang menaungi MI Hidayatun Najah memiliki peran dan fungsi yang cukup ataukah hanya sekedar menjadi penaung secara administrasi saja?. Dari hasil penelitian dan pengamatan disimpulkan bahwa peran Yayasan Hidayatun Najah Tuban dalam pengelolaan Lembaga Madrasah Ibtidaiyah Hidayatun Najah sangat berperan dan signifikan terbukti dari manajemen kelembagaan yang mana Yayasan aktif menyiapkan Sarana Prasarana, menyiapkan SDM, mengawal sistema manajemen lembaga dengan menunjuk seorang Direktur lembaga pendidikan juga adanya lembaga-lembaga pendukung seperti Unit Usaha, BMT serta Koperasi Siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Yayasan Hidayatun najah Tuban dalam mengelola madrasah khususnya dalam mencapai Standar Nasional Pendidikan (SNP). Selain itu penelitian ini juga ingin mengetahui bagaimana fungsi yayasan khususnya dalam pembinaan di madrasah yang dikelola oleh yayasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian adalah pembina dan pengawas yayasan, pengurus yayasan, kepala, wakil, guru, dan Kepala Tata Usaha Madrasah Ibtidaiyah Hidayatun Najah. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran yayasan Hidayatun Najah dalam penyelenggaraan pendidikan di MI Hidayatun Najah cukup baik walaupun belum maksimal. Dalam penyelenggaraan pendidikan MI Hidayatun Najah sesuai dengan 8 Standar Nasional Pendidikan, Yayasan lebih banyak berperan dalam pengelolaan keuangan, pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sarana prasarana. Fungsi pembinaan yayasan sudah dilakukan, terutama dalam pembinaan sumber daya manusia (SDM), pembinaan managerial kepada kepala dan juga pengelolaan keuangan. Selain pembinaan, yayasan juga membantu dalam pengembangan kelembagaan seperti dalam penerimaan peserta didik baru, penguatan muatan kurikulum dan juga dalam hal marketing atau pemasaran lembaga.
Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik Usia Dini Melalui Kerjasama Pendidik Dan Wali Murid Dalam Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional Peserta Didik Pada Program Pembiasaan Diri Hanifa Hafiza; M. Fauzi; Misbahul Huda
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 3 No 1 (2023): Alzam : Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/alzam.v3i1.521

Abstract

This early age is a period of students in developing their potential, it is hoped that at this age there is a need for educational stimulation. From the stimulation obtained by early childhood students, it will improve all aspects of its development, one of the aspects developed by early childhood students is the social emotional aspect. The purpose of writing a conceptual article is to add insight into the collaboration of educators and students' parents in improving emotional social skills in the student's self- habituation program. The form of collaboration between educators and guardians of students in developing socio-emotional students through several activities including WhatsApp groups, classes and character books. The goal to be achieved in this form of collaboration is to improve social emotional abilities, such as: self-awareness, self-management, social awareness, relationship skills, and responsible decision-making. The self-accustoming programs implemented include (1) habituation, (2) spontaneous habituation, (3) exemplary habituation, (4) conditioning
PENGGUNAAN MEDIA BUKU CERITA BERGAMBAR DALAM MENUMBUHKAN LITERASI ANAK USIA DINI SAAT PANDEMI Hanifa Hafiza; Nurniswah; M. Fauzi
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 3 No 2 (2023): Alzam : Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/alzam.v3i2.600

Abstract

Children's literacy or reading and writing abilities during the pandemic are very worrying. Developing early childhood literacy can encourage their language skills. One way to encourage literacy growth is by using picture story books. Picture story books are one of the media most liked by children. So that picture story books can foster students' reading literacy.The aim of writing a conceptual article is to increase insight into the application of picture storybook media in fostering early childhood literacy during the pandemic.The application of picture story book media is carried out through the collaboration of teachers and parents who become figures for the children, and what is conveyed by the teacher will be obeyed and followed by the children. To convey picture storybook media during the pandemic, teachers used two methods, namely the question and answer method and the storytelling method, and conveyed stories with various expressions. Meanwhile, parents foster literacy in early childhood at home through picture story books, such as reading fairy tales before bed.