Ardesy Melizah Kurniati
Bagian Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN LINGKAR LEHER, LINGKAR PERGELANGAN TANGAN DAN LINGKAR BETIS DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Geo Vanda; Ardesy Melizah Kurniati; Tri Suciati; Irfannuddin Irfannuddin; Susilawati Susilawati
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 5 No 1 (2021): JANUARY
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/alami.v5i1.17762

Abstract

Pengukuran status gizi pada pasien DM dapat dilakukan dengan metode pengukuran antropemetri seperti indeks massa tubuh (IMT), lingkar leher, lingkar pergelangan tangan dan lingkar betis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan lingkar leher, lingkar pergelangan tangan dan lingkar betis dengan indeks massa tubuh pada pasien DM tipe 2 di puskesmas Sako kota Palembang. Penelitian dengan desain studi potong lintang ini dilakukan di puskesmas Sako kota Palembang pada bulan November dan Desember 2018. Sampel penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 yang berobat yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh melalui pengukuran langsung pada pasien kemudian dianalisis dengan uji korelasi Pearson dan uji regresi linier. Pada penelitian ini didapatkan sebanyak 44 pasien DM tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, masing-masing jenis kelamin berjumlah 22 pasien. Terdapat korelasi yang bermakna antara lingkar leher laki-laki (p=0,000, r=0,865) dan perempuan (p=0,000, r=0,756) dengan IMT. Korelasi antara lingkar pergelangan tangan laki-laki (p=0,002, r=0,696) dan perempuan (p=0,000, r=0,648) dengan IMT. Korelasi antara lingkar betis laki-laki (p=0,000, r=0,745) dan perempuan (p=0,005, r=0,578) dengan IMT. Terdapat hubungan yang bermakna antar lingkar leher, lingkar pergelangan tangan dan lingkar betis dengan indeks massa tubuh pada pasien DM tipe 2.
Pemberdayaan Guru, Wali Murid, dan Kader Posyandu Untuk Pemantauan Status Gizi Anak Sekolah di Kecamatan Kertapati, Palembang Syarif Husin; Ardesy Melizah Kurniati; Aryani Aziz; Medina Athiah; Fatma Syukrina; Febri Aini Nasution; Dwi Lisa Nuraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/Hummed.V7I2.232

Abstract

Teacher, Parent, and Community Health Volunteer Empowerment for Monitoring the Nutritional Status of School-Aged Children in Kertapati District. Nutritional problems among school-aged children remain a major public health challenge in Indonesia, including Kertapati District, Palembang. Limited nutrition literacy, inadequate anthropometric skills among teachers, parents, and community health volunteers (Posyandu cadres), and the lack of an integrated monitoring system contribute to delayed identification and management of nutritional problems. This community service program aimed to strengthen stakeholders' capacity and establish a sustainable school-based nutritional monitoring system. A participatory, community-based approach was implemented at SDN 195 Kertapati District. The intervention included training on nutrition and standardized anthropometric measurements, family nutrition education, and mentoring for the implementation of an integrated monitoring system. Innovations introduced were the Child Nutrition Card (Kartu Gizi Anak/KGA) as a communication tool linking teachers, parents, and Posyandu cadres, a Teacher's Pocket Guide, and digital data management using Google Sheets. Program effectiveness was evaluated using a pre-test and post-test design. The program significantly improved participants' knowledge and skills. Teachers' median test scores increased from 8.5 to 10, while parents also demonstrated meaningful improvements in nutrition knowledge. Teachers and Posyandu cadres gained competency in standardized anthropometric measurements and WHO growth chart interpretation. In addition, the School Nutrition Monitoring Team was established, and routine use of the Child Nutrition Card strengthened communication and nutritional monitoring. This multisectoral empowerment model effectively established an accurate, structured, and sustainable nutritional monitoring system for school-aged children. The model is recommended for replication in other schools and integration into local health policies.