Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Pengaruh Jenis Pengeringan Terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Tepung Jagung Ungu : Zea Mays Var Ceratina Kulesh Nagif Fakhrozi; Mohammad Jusuf Randi; Nurwati Nurwati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4059

Abstract

Jagung ungu memiliki potensi besar di industri makanan dan farmasi, karena kandungannya yang tinggi senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Jagung ungu segar sangat mudah rusak selama penyimpanan, oleh karena itu biasanya dilakukan proses penepungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengeringan terhadap hasil uji fisikokimia dan uji organoleptik tepung jagung ungu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAL 3 perlakuan 2 kali ulangan yaitu pengeringan dengan sinar matahari, oven, dan cabinet dryer. Data dianalisis menggunakan (ANOVA) dan jika ada perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji duncan. Hasil penelitian menunjukan rendemen tertinggi terdapat pada F3 (22,70%), densitas kamba tertinggi F1 (57,00%), kadar air tertinggi terdapat pada F3 (16,22%) dan terendah terdapat pada F1 (11,30%) , kadar abu tertinggi yaitu F1 (1,76%), kadar abu terendah pada F2 (0,2%), kemudian kadar lemak tertinggi yaitu F1 (5,08%) dan terendah yaitu F3 (3,32%), kandungan protein tertinggi yaitu F1 (10,27%) dan terendah yaitu F3 (9,55%), karbohidrat tertinggi yaitu F1(71,60%) dan karbohidrat terendah F3 (69,55%). Sedangkan pada uji organoleptik warna tertinggi yaitu F3 (2,90) kriteria ungu muda, untuk tekstur tertinggi F1 (2,47) kriteria agak halus, kemudian aroma skor tertinggi yaitu F3 (2,63). Hasil uji fisikokimia menunjukan kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat memiliki pengaruh nyata, dan pada uji organoleptik warna dan aroma berpengaruh nyata namun pada tekstur tidak berpengaruh nyata.
Pengaruh Penambahan Konsentrasi Isolated Soy Protein (ISP) Terhadap Sifat Fisik dan Organoleptik Sosis Ayam Alifatul Khoiri; Yan El Rizal Unzillatirrizqi D; Nurwati Nurwati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4524

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan Isolated Soy Protein (ISP) terhadap susut masak, Untuk mengetahui pengaruh penambahan Isolated Soy Protein (ISP) yang berbeda terhadap warna, rasa, aroma, tekstur, uji lipat dan uji gigit pada sosis ayam yang dihasilkan melalui uji hedonik. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap faktor tunggal dengan perlakuan penambahan ISP yang berbeda A (ISP 0%), B (ISP 5%), C (ISP 10%), D (ISP 15%), E (ISP 20%). Parameter yang diteliti yaitu mengenai uji daya terima ataupun hedonik baik tekstur warna, rasa, aroma serta keseluruhan dari produk sosis dengan penambahan ISP. Selain itu dilakukan juga pengujian uji lipat dan uji gigit. Data diolah menggunakan uji one way Anova dan jika berpengaruh nyata akan dilakukan pengujian uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan tepung ISP berpengaruh nyata terhadap Penambahan tepung Isolated Soy Protein atau ISP pada produk sosis ayam berpengaruh nyata terhadap susut masak produk. Hasil persentase susut masak tertinggi dari setiap perlakuan pada penelitian ini yaitu pada sampel A. Dimana pada sampel tersebut merupakan suatu sampel tanpa penambahan ISP dengan nilai 10,65%. Sedangkan persentase terkecil yaitu pada sampel E. Dimana memiliki nilai 5,60%. Uji hedonik pada atribut rasa tertinggi terdapat pada perlakuan B (ISP 5%) dengan kriteria suka. Pada atribut aroma nilai tertinggi yaitu pada sampel B(ISP 5%) dengan kriteria suka. Pada atribut tekstur nilai tertinggi yaitu pada sampel C (ISP 15%) dengan kriteria suka dan daya terima ataupun uji organoleptik pada atribut warna yang paling tinggi pada sampel B (ISP 5%) dengan kriteria suka Sedangkan untuk daya terima ataupun uji organoleptik pada seluruh atributnya yaitu pada sampel B(ISP 5%) dengan kriteria suka.