Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Wirausaha untuk Sekolah, Sekolah untuk Wirausaha (Menumbuhkan Minat dan Motivasi Berwirausaha Pada Siswa) Syafrizaldi Syafrizaldi; Arif Fachrian; Muhammad Fadli
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Gotong Royong (JP3KM) Juni 2022
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.818 KB) | DOI: 10.51849/jp3km.v1i2.12

Abstract

Siswa SMA merupakan masa di remaja. Masa dimana individu mengalami pencarian identitas diri. Suatu masa yang sangat rentan akan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Tidak jarang remaja terlibat dalam pergaulan bebas, menyalahgunaan narkoba, dan kenalan serta tawuran antar pelajar. Hal ini jika tidak diberikan penanganan yang baik maka akan semakin memperburuk keadaan para siswa yang ada. Disamping itu juga diperlukannya suatu langkah nyata yang melibatkan siswa kepada kegiatan-kegiatan positif dan sekaligus produktif. Kegiatan yang nantinya akan memberika penguatan kapasitas kompetensi kepribadian pada siswa. Karena kurikulum yang ada saat ini kurang memeberika ruang kepada peningkatan dan pengembangan kapasitas diri serta membina potensi-potensi siswa agar siswa mampu berpikir dan bertindak secara lebih positif yang bersumber dari potensi siswa tersebut juga. Dalam hal ini kami berinisiatif untuk melakukan kegiatan pelatihan Kewiruasahaan dengan judul “Wirausaha Untuk Sekolah, Sekolah Untuk Wirausaha. Harapan kami sederhana, bahwa setelah mendapatkan pelatihan ini siswa akan mengerti dan memahami serta menerapkan sikap yang positif, mampu memanfaatkan waktu luang untuk melakukan tindakan-tindakan yang positif dan produktif. Dengan mengikuti kegiatan pelatihan ini siswa dapat termotivasi dan memilik minat untuk berwirausaha secara mandiri sehingga nantinya siswa dapat memiliki usaha yang dapat menopang kehidupan pribadi dan keluarga kelak.
Perbedaan Prokrastinasi Ditinjau dari Jenis Kelamin Pada Siswa SMA Mulia Pratama Medan Nora Br. Haloho; Erlina Sari Siregar; Syafrizaldi Syafrizaldi; Ani Deswita Chaniago
Tabularasa: Jurnal Ilmiah Magister Psikologi Vol 5, No 1 (2023): Tabularasa : Jurnal Ilmiah Magister Psikologi, Januari
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/tabularasa.v5i1.1247

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan prokrastinasi pada siswa SMA Mulia Pratama Medan yang ditinjau dari jenis kelamin. Prokrastinasi adalah perilaku menunda nunda tugas penting akademik yang harus di selesaikan dan lebih memilih melakukan aktivitas yang dianggap lebih menyenangkan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMA Mulia Pratama Medan yang berjumlah 86 orang dengan rincian  laki-laki 40 orang dan perempuan 46 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik pengampilan sampel purposive sampling. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparasi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala prokrastinasi. Setelah dilakukan analisis data dengan menggunakan metode anova satu jalur ditemukan adanya perbedaan prokrastinasi yang signifikan antara laki-laki dan perempuan dengan nilai signifikansi sebesar 0,027 0,05. Meskipun demikian menurut hasil mean empirik menunjukkan hasil bahwa prokrastikasi laki-laki dan perempuan sama-sama dalam kategori tinggi diimana prokrastinasi laki-laki menunjukkan nilai empirik sebesar 148,98 dengan SD 11,922 dengan SD 18,371 dan perempuan sebesar 141,30. Perbedaan keduanya memiliki selisih hanya sebesar 7,68.
Hubungan antara Dukungan Sosial Dengan Kelelahan Kerja Pada Karyawan Bagian Produksi PT. Tirta Sibayakindo Epridonta Sembiring; Syafrizaldi Syafrizaldi
Jouska: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 1, No 2 (2022): Jouska: Jurnal Ilmiah Psikologi Agustus
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.667 KB) | DOI: 10.31289/jsa.v1i2.1338

Abstract

This study aims to determine the correlation between social support and job burnout on employees of the production division of PT. Tirta Sibayakindo. This study uses quantitative research methods that are correlational. The sample used in this study were employees of PT. Tirta Sibayakindo as many as 35 people. The technique used by the researcher is purposive sampling. Work Fatigue scale which is based on the characteristics of work fatigue according to Budiono, et al, 2003, namely: Feelings of sluggishness, sleepiness and dizziness, Inability to concentrate, Decreased level of alertness, Poor and slow perception, Decreased passion for work, Decreased physical and spiritual performance. The social support scale in this study was taken based on the aspects of social support according to Canava and Dolan (in Tarmidi and Rambe, 2010): Emotional Support, Appreciation Support, Instrumental Support, Information Support, and Social Network Support. Based on the calculation of product moment correlation analysis, it can be seen that there is a negative relationship between social support and work fatigue. This result is evidenced by the correlation coefficient rxy = -0.355, with significant p = 0.018 0.05. The determinant coefficient (r2 r2 = 0.126. This shows that social support affects work fatigue by 12.60% on work fatigue. Based on the results of the empirical and hypothetical average values, it can be concluded that the received social support tends to be low and the work fatigue received tends to be high.
Gambaran Resiliensi Pada Remaja Penyintas Erupsi Gunung Sinabung Kabupaten Karo Syafrizaldi Syafrizaldi; Dinda Permatasari Harahap; Hairul Anwar Dalimunthe
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 1 (2023): J-P3K APRIL
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i1.202

Abstract

Korban bencana erupsi gunung Sinabung masih meninggalkan masa kelam bagi banyak orang, salah satu bagian yang terkena dampak adalah para remaja, dan setiap remaja pastinya memiliki daya yang berbeda beda untuk dapat bertahan terhadap kondisi bencana yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran resiliensi pada remaja penyintas setelah erupsi gunung Sinabung Kabupaten Karo. Subjek pada penelitian ini berjumlah 64 remaja yang berasal dari dua desa yaitu Desa Sinabung dan Desa Siosar. Hasil penelitian ini adalah bahwa remaja yang berasal dari kedua desa belum sepenuhnya resiliens atau bangkit lagi setelah bencana yang terjadi. Dimana remaja yang berasal dari Desa Sinabung mayoritas resiliensi dalam ketegori sedang (71%), sisanya berada pada kategori tinggi (15%), dan rendah (14%). Sedangkan untuk remaja yang berasal dari Desa Siosar mayoritas resiliensi dalam ketegori sedang (65%), sisanya berada pada kategori tinggi (25%), dan rendah (10%). Setelah dilakukan uji T-Test didapatkan juga nilai signifikansi 2 arah (t-tailed) 0.494   0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan skor point resiliensi remaja yang tinggal di desa sinabung dengan remaja yang sudah direlokasi ke siosar.
Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Kepala Sekolah Dengan Motivasi Kerja Pada Guru Sekolah SMP Islam Namira Medan Agung Prasetyo; Syafrizaldi Syafrizaldi
Jouska: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 2, No 2 (2023): Jouska: Jurnal Ilmiah Psikologi Agustus
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jsa.v2i2.2705

Abstract

This study aims to see the correlation between the principal's interpersonal communication with work motivation on the teachers of SMP Islam Namira Medan. This research uses quantitative research methods. The sampling technique used was the Total Sampling Technique with a total of 30 people. Using the Likert scale technique, namely the interpersonal communication scale and work motivation scale. This analysis uses the Kolmogorov-Smirnov technique with the help of the SPSS version 25.0 computer program for Windows. used is if p 0.05 then it is declared normal and vice versa if p 0.05 then the distribution is declared abnormal. This means that the hypothesis proposed in this study is that there is a positive relationship between interpersonal communication and work motivation. That the principal's interpersonal communication is classified as very high. This can be seen from the comparison of the empirical average (74.73) which differs more than the SD number (15.803) with the hypothetical average value (72.5). Then work motivation is classified as very high. This can be seen from the comparison of the empirical average (70.43) which differs more than the SD number (17.399) with the hypothetical average value (62.5).
Comparative analysis of communication strategies in promoting csr programs: Pertamina vs Petronas Syafrizaldi; Iswahyu Pranawukir; Robbi Rahim; Mohamad Sudi; Slamet Riyadi
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v7i3.7385

Abstract

This research contrasts the digital strategic communication approaches employed by Pertamina (Indonesia) and Petronas (Malaysia), two prominent Southeast Asian oil and gas corporations, in disseminating their Corporate Social Responsibility (CSR) projects. As environmental concerns and climate change intensify, these companies have advanced significantly in sustainable development. Corporate social responsibility (CSR) is highly valued in modern society, particularly for oil and gas enterprises catering to regional energy demands. While Pertamina and Petronas fulfil national roles, they also confront global sustainability challenges. The methodology involves analysing the Instagram profiles of @pertamina and @petronas. The study employs qualitative content analysis to scrutinise visual rhetoric, engagement metrics, message framing, the frequency of CSR posts, and audience responses, including likes, comments, and shares. The results indicate distinct approaches by each company in utilising Instagram for their sustainability campaigns. Pertamina adopts straightforward communication techniques to elucidate its CSR initiatives, while Petronas employs storytelling to link business activities with societal issues. These insights could influence the digital communication strategies of other firms in CSR efforts. The study suggests that cultural relevance and societal significance can enhance stakeholder involvement on Instagram. It concludes that proficient digital strategic communications can mould public perceptions of a business's commitment to sustainability.
Studi Fenomenologi tentang Pengalaman Mahasiswa Universitas Medan Area dalam Menggunakan Aplikasi Whatsapp sebagai Media Komunikasi Akademik dan Sosial Tobi Ardian Tarigan; Syafrizaldi Syafrizaldi
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 4 (2025): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), May
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i4.2657

Abstract

This study aims to explore the experiences of Universitas Medan Area students in using WhatsApp as a medium for academic and social communication. A qualitative approach with a phenomenological method was used to understand students subjective experiences. Data were collected through in-depth interviews and observations of communication activities within academic WhatsApp groups. The findings indicate that (1) WhatsApp facilitates students in accessing academic information, discussing with lecturers, and coordinating coursework, although challenges such as information overload and text-based miscommunication persist; (2) the application supports academic collaboration through document sharing and group discussions, but low engagement from members can hinder productivity; (3) besides academic communication, WhatsApp strengthens students social networks but can also become a source of distraction and social pressure; (4) students adopt strategies such as notification management and integrating additional academic platforms to enhance productivity, while institutional policies also play a role in fostering more effective academic communication. This study concludes that while WhatsApp plays a crucial role in academic and social communication, its optimization highly depends on individual strategies and institutional policies.