Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Tokoh Mitologi dalam Mantra Nyangahatn Ka’ Saka’ Panen Padi Etnis Dayak di Kalimantan Barat Herlina Herlina; Sri Kusnita; Try Hariadi
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 3, No 3 (2021): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) April
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.256 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v3i3.531

Abstract

The mythological figure referred to in this study is related to a figure who is considered holy and is considered to have the power to help even bring disaster to humans. The mention of a mythological figure when reciting the mantra Nyangahatn Ka 'Saka' rice harvest for the Dayak ethnic group in West Kalimantan is always mentioned repeatedly in every rice harvest mantra, both in the pre-ritual, ritual and post-ritual mantra. The mention of mythological figures is intended to communicate so that they can bring help to humans during the process of carrying out the rice harvest ritual. This study aims to describe the mythological figures during the chanting of the Dayak ethnic rice harvest ceremony in West Kalimantan. Using the form of descriptive qualitative research using the method of recording and recording during the process of reciting the mantra of the rice harvest ceremony. The results of this study indicate that in the recitation of the rice harvest mantra, there is mention of mythological figures in the mention of the name Jubata, Bujakng Baparas and the use of the pronoun Kalian to refer to supernatural beings. The mention of the name Jubata refers to everything that can bring goodness to mankind. The mention of Bujakng Baparas refers to supernatural beings who can help and bring disaster to humans, can also act as an intermediary for human communication with supernatural beings around human life, while the use of the pronoun Anda refers to other supernatural beings believed to inhabit water and land areas and are believed to be able to bring help and disaster.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TIK Herlina Herlina; Helmina Aprida; Ya'hendrawan; Tiwik Adinda Kinasih; Shinta Septiani
Jurnal Teknik Informatika dan Teknologi Informasi Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus: Jurnal Teknik Informatika dan Teknologi Informasi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jutiti.v2i2.380

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis komputer untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada sistem operasi windows kelas VII SMP. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena data yang disaikan merupakan data statistik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen, dengan desain true experimental design. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 46 siswa, yang terdiri dari kelas eksperimen 20 siswa dan kelas kontrol 26 siswa. Instrumen yang digunakan berupa lembar tes. Teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa tes. Berdasarkan hasil uji statistik tes kemampuan pemecahan masalah matematis menggunakan nilai pre-test dan post-test kelas eksperimen dapat dilihat dari hasil uji t yaitu thitung 24,3 > ttabel 1,729. Artinya terdapat peningkatan hasil belajar siswa menggunakan pembelajaran berbasis komputer. Untuk kelas kontrol kemampuan hasil belajar siswa yaitu thitung 26,8 > ttabel 1,708. Artinya terdapat peningkatan menggunakan mode lpembelajaran konvensional. Selanjutnya hasil uji t dua sampel yang menggunakan nilai post-test kelas eksperimen dan kontrol yaitu nilai uji t kemampuan pemecahan masalah thitung 2,53 > ttabel 1,671. Artinya peningkatan hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan pembelajaran berbasis komputer lebih baik dari pada yang diajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional dalam materi sistem operasi windows.
Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Menggunakan Model Pembelajaran Concept Sentence Pada Siswa Kelas X IPA 1 SMA Negeri 4 Ketapang Dinda Rachmayani Putri; Rini Agustina; Herlina Herlina
Anufa Ikaprobsi Vol 2 No 2 (2024): Desember
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v2i2.72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil belajar siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 4 Ketapang dalam menulis puisi menggunakan model pembelajaran Concept Sentence. Pokok masalah yang diangkat adalah rendahnya keterampilan menulis puisi di kalangan siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dimana data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis hasil karya puisi siswa sebelum dan setelah penerapan model Concept Sentence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ini secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun puisi yang lebih terstruktur, kreatif, dan sesuai dengan kaidah puisi. Kesimpulan ini membuktikan bahwa model Concept Sentence efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi, memberikan kontribusi positif bagi proses pembelajaran bahasa Indonesia, dan menawarkan pendekatan baru yang dapat diterapkan oleh guru untuk meningkatkan kreativitas siswa.
Suara yang Dibungkam dan Pergulatan Identitas dalam Novel Anak Semua Bangsa Karya Pramoedya Ananta Toer : Kajian Poskolonial Andi Annisa Septiani; Herlina Herlina
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 9, No 1 (2026): VOLUME 9, NUMBER 1 July 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v9i1.8438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembungkaman suara dan pergulatan identitas dalam novel Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer melalui kajian poskolonial. Fokus penelitian diarahkan pada cara sistem kolonial Hindia Belanda membungkam suara pribumi serta membentuk identitas subjek terjajah, khususnya melalui pengalaman tokoh Nyai Ontosoroh dan Minke. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan novel Anak Semua Bangsa sebagai sumber data primer, serta buku teori dan artikel ilmiah sebagai sumber data sekunder. Analisis data dilakukan melalui penelusuran mendalam terhadap teks, identifikasi bentuk pembungkaman suara dan perjuangan identitas, serta interpretasi data menggunakan pemikiran poskolonial Frantz Fanon, Gayatri Chakravorty Spivak, dan konsep kesadaran ganda WEB Du Bois. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembungkaman suara pada novel tidak berlangsung secara langsung, melainkan bekerja melalui struktur hukum, sosial, dan budaya kolonial yang meniadakan legitimasi suara pribumi, terutama perempuan. Selain itu, novel ini merepresentasikan perjuangan identitas tokoh melalui kesadaran kritis, pendidikan, dan tulisan sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi kolonial. Temuan ini menegaskan bahwa Anak Semua Bangsa tidak hanya mencerminkan realitas kolonial, tetapi juga berfungsi sebagai teks kritis yang merefleksikan warisan kolonial dalam kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.
Penerapan Role Playing Investigatif dalam Pembelajaran Teks Rekon di Sekolah Menengah Pertama Theodelind Eunike Pramesti Dawa Putri; Herlina Herlina
DIDAKTIS : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2026): DIDAKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Fakultas Sastra, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/didaktis.v4i1.1035

Abstract

Learning recount texts at the junior high school level requires students to reconstruct events in a factual and chronological manner. However, in practice, many students still experience difficulties in organizing event sequences, distinguishing facts from opinions, and maintaining textual coherence. This study aims to describe the implementation of investigative role playing as a learning medium in recount text instruction, students’ responses and learning motivation, and students’ understanding of recount texts. This research employed a descriptive qualitative approach involving a Bahasa Indonesia teacher and ninth-grade students of SMP Katolik Kuala Dua as research subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The results show that investigative role playing was implemented through case investigation activities, code-solving tasks, group discussions, and the construction of recount texts in a chronological order. Students’ responses and learning motivation during the learning process were generally positive, indicated by active participation, curiosity, and collaborative work. In addition, students’ understanding of recount texts was reflected in their ability to construct complete text structures and organize events coherently, although some difficulties in linguistic aspects were still found. This study suggests that investigative role playing can be used as an alternative creative learning strategy in recount text instruction.
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA MASYARAKAT DI TEPIAN SUNGAI KAPUAS KOTA PONTIANAK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBAHASA Elva Sulastriana; Netti Yuniarti; Sri Kusnita; Herlina Herlina; Try Hariadi; Arni Arni
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i2.11003

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di wilayah tepian Sungai Kapuas, Kota Pontianak. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya penggunaan bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari masyarakat, serta kurangnya kesadaran dalam menerapkan bahasa Indonesia yang baik dan benar, khususnya dalam konteks formal maupun sosial. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia secara tepat melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahap: persiapan (observasi dan wawancara), pelaksanaan program (sosialisasi, edukasi kebahasaan, dan pendampingan interaktif), serta evaluasi (penilaian perubahan sikap dan praktik berbahasa). Sasaran kegiatan PKM ini adalah 15 orang masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, terbentuknya sikap positif, serta meningkatnya kebanggaan terhadap bahasa nasional. Kegiatan ini berdampak positif dalam membangun kebiasaan berbahasa yang sesuai kaidah dan meningkatkan kemampuan komunikasi masyarakat.
Politeness Principles in the Interaction of Students at SMP Negeri 3 Ketapang: Pragmatics Study Meftahul Janah; Netty Yuniarti; Herlina
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 5 (2026): September 2026 | inprogress
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v5i5.1757

Abstract

This study aims to describe the forms of politeness maxims, the forms of their violations, and the factors influencing maxim violations in the utterances of students at SMP Negeri 3 Ketapang outside classroom hours. The study was conducted in May 2026 through two observation sessions in the school corridor and canteen, using a qualitative descriptive approach. The research subjects were seven seventh- and eighth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected using observation guidelines, interview guidelines, and a voice recorder, then analyzed interactively through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that most forms of politeness maxim application were evident in students’ interactions, although a few utterances were not yet fully polite. Violations were found in three maxims tact, approbation, and modesty with more violations occurring in the canteen than in the corridor. Contributing factors include differences in cultural and linguistic backgrounds, informal and playful interaction contexts, differences in social status or age among students, and the use of slang. These findings indicate that politeness norms are reasonably internalized, yet contextual and ongoing language development remains necessary in multicultural school environments.
PERBANDINGAN KONSEP HIBRIDITAS NOVEL BUMI MANUSIA DENGAN PRAKTIK SOSIAL MODERN INDONESIA Theodelind Eunike Pramesti Dawa Putri; Herlina Herlina
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.22536

Abstract

Penelitian ini membahas representasi hibriditas dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer dan keterkaitannya dengan praktik sosial masyarakat Indonesia modern. Kolonialisme dalam novel menghadirkan identitas hybrid melalui bahasa, pola pikir, spiritualitas, teknologi, busana, dan seni, yang menunjukkan bagaimana nilai budaya barat dan lokal saling bertemu menciptakan hibriditas. Meski kolonialisme telah lama berakhir, fenomena serupa tetap muncul dalam masyarakat Indonesia melalui penggunaan bahasa asing, konsumsi budaya populer, estetika kecantikan global, tren fashion daring, hingga pola komunikasi digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi dan studi literatur. Data utama diperoleh dari kutipan novel, sedangkan data pendukung berasal dari fenomena digital seperti berita, TikTok, Instagram, dan media daring yang mencerminkan praktik hibriditas masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hibriditas pada masa kolonial bersifat struktural dan seringkali lahir dari tekanan kuasa kolonial, sementara hibriditas modern muncul sebagai pilihan dan bentuk adaptasi masyarakat terhadap arus globalisasi. Perbandingan keduanya memperlihatkan kesinambungan historis bahwa identitas Indonesia tidak pernah statis, melainkan selalu berada dalam proses pembentukan melalui percampuran nilai lokal dan budaya global. Simpulan penelitian menegaskan bahwa warisan kolonial masih hidup dalam bentuk baru, membentuk cara masyarakat Indonesia memandang diri, budaya, dan modernitas.