Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PENJUALAN LAYANAN WISATA Rahmat Priyanto; Rizki Fariz Qinthara; Yosef Abdul Ghani
Service Management Triangle: Jurnal Manajemen Jasa Vol 3 No 2 (2021): Service Management Triangle: Jurnal Manajemen Jasa
Publisher : Program Magister Manajemen Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.318 KB)

Abstract

Pada saat ini telah terjadi pandemi Covid-19 yang membuat kunjungan wisatawan di Kota Bandung menurun, sehingga mengakibatkan penurunan penjualan pada setiap sektor industri pariwisata yang ada di Kota Bandung. Termasuk PT. Holyland Abadi Wisata yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang biro perjalanan wisata di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi PT. Holyland Abadi Wisata sebelum dan sesudah adanya pandemi Covid-19 serta upaya yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan di tengah pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan data yang dilakukan yaitu dengan cara observasi secara langsung ke lapangan. Data yang diperoleh meliputi primer berupa data hasil kegiatan wawancara dan data sekunder hasil dari arsip perusahaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat penjualan produk yang ada di PT. Holyland Abadi Wisata mengalami penurunan sehingga dibutuhkan upaya untuk meningkatkan penjualan di tengah pandemi Covid-19 yaitu sebagai berikut : operational and staff preparedness, ensuring a safe experience, rebuilding trust and confidence, enabling policies, dan strategi promosi new normal berupa : quality tourism, fresh air, dan go digital.
Membangun Brand Destination Kampung Rajut Binong Jati Sebagai Tujuan Wisata Belanja Produk Rajutan di Kota Bandung Rahmat Priyanto; Suryana
Jurnal Kajian Pariwisata Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kampung Rajut Binong Jati adalah sentra industri produk rajutan terbesar di Kota Bandung, dimana terdapat sekitar 418 pelaku usaha yang terlibat dalam proses produksi dan penjualan berbagai produk rajutan yang dihasilkan. Permasalahan yang terjadi di Kampung Rajut Binong Jati adalah pada pemasaran produknya. Salah satu upaya untuk mengembangkan proses pemasaran yang belum maksimal adalah dengan merancang brand destination Kampung Rajut Binong Jati sebagai tujuan wisata belanja produk rajutan di kota Bandung. Peneltian ini bertujuan untuk merumuskan tahap-tahap pembentukan brand kampung rajut Binong Jati sebagai tujuan wisata belanja di kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif untuk kemudian dianalisis menggunakan SWOT. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui kegiatan wawancara, observasi secara langsung di lapangan dan diperoleh melalui studi literatur terhadap berbagai informasi dan tulisan yang berkaitan dengan variabel yang diteliti. Hasil penelitian merumuskan 5 tahapan dalam membentuk brand Kampung Rajut Binong Jati sebagai tujuan wisata belanja berbagai produk rajutan di kota Bandung Kata Kunci: Brand Destination, Wisata Belanja, Pemberdayaan Masyarakat Abstract Kampung Rajut Binong Jati is the largest knitting product center in the city of Bandung, where there are around 418 businesses involved in the production and sales of various knitted products. The problem in Kampung Rajut Binong Jati is the marketing of its products. One effort to develop a marketing process that has not been maximized is to design a brand destination of Kampung Rajut Binong Jati as a shopping destination for knitted products in the city of Bandung. This research aims to formulate the stages of brand formation Binong Jati knitting village as a shopping destination in the city of Bandung. The method used in this research is a qualitative descriptive method for later analysis using SWOT. Sources of data in this study were obtained through interviews, direct observation in the field and obtained through literature studies of various information and writings related to the variables studied. The results of the study formulated 5 stages in forming the Kampung Rajut Binong Jati brand as a shopping destination for various knitted products in the city of Bandung Keywords: Brand Destination, Shopping Tourism, Community Empowerment
Pengaruh Komunikasi Guide Terhadap Revisit Intention Wisatawan Alifa Ulzana; Rahmat Priyanto; Didin Syarifuddin
Jurnal Kajian Pariwisata Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMuseum Geologi merupakan salah satu museum edukasi yang berada di kota Bandung. Komunikasi guide di Museum Geologi Bandung adalah salah satu bentuk pelayanan yang sangat penting, jika komunikasi yang disampaikan baik maka berdampak pada revisit intention wisatawan. Tujuan penelitan untuk mengetahui pengaruh komunikasi guide terhadap revisit intention wisatawan di Museum Geologi Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel 110 responden. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder, sumber data primer melalui observarsi, wawancara dan kuesioner sedangkan sumber data sekunder melalui jurnal dan penelitian kepustakaan. Dari hasil pengujian secara statistik, diketahui bahwa Komunikasi Guide berpengaruh positif dan signifikan terhadap Revisit Intention Wisatawan di Museum Geologi Bandung. Kata Kunci : Musem Geologi, Komunikasi Guide, dan Revisit Intention Wisatawan. ABSTRACTThe Geology Museum is one of education museum in Bandung. The communication of guides in Geology Museum Bandung is one of the most important of service, if communications are relayed well then it will an impact on revisit intention of tourists. The purpose of the researchis to find out the effect of communication of guides toward revisit intention of tourists in the Geology Museum. The research used quantitative method with descriptive and verificative approach. The sampling technique used is simple random sampling with 110 respondents. The sources of data in this research are sources of primary aand secondary data, the source of primary data obtained through observations, interview and questionnaries, while the source of secondary data obtained through journal, and library research. The result of statically testing indicate that communication of guides has a positive and significant impact on revisit intentions of tourists in Bandung Geology Museum. Key words : Geology Museum, Communication of Guides, and revisit Intentions of Tourists.
Membangun Fasilitas, Membangun Minat Kunjungan Ulang Didin Syarifuddin; Rahmat Priyanto
Jurnal Sains Manajemen Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Sain Manajemen
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsm.v2i2.302

Abstract

ABSTRAK Villa Kancil Kampoeng Soenda telah menjadi bagian penting dalam kegiatan kepariwisataan di Kabupaten Bandung, khususnya bagi para wisatawan. Hal ini karena Villa Kancil dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin melakukan rekreasi edukatif. Villa Kancil Kampoeng Soenda merupakan destinasi wisata yang berbasis lingkungan alam dan buatan dengan pengembangan fasilitas internal untuk menunjang kegiatan wisata bagi masyarakat. Namun tahun 2019, tingkat kunjungan ke Villa Kancil mengalami penurunan, dimungkinkan karena masih rendahnya ketersediaan fasilitas yang disediakan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan kausalitas fasilitas layanan dengan minat kunjungan ulang wisatawan ke Villa Kancil Kampoeng Soenda, dengan menggunakan metode deskriptif verifikatif, yaitu untuk menggambarkan variable penelitian serta menjelaskan hubungan kausalitas variable fasilitas layanan dengan minat kunjungan ulang, melalui analisis regresi linier sederhana. Populasi adalah wisatawan yang berkunjung selama tahun 2018, dengan ukuran sampel 150 pengunjung. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Villa Kancil Kampoeng Soenda merupakan destinasi wisata yang menjadikan fasilitas internal sebagai layanan unggulan dalam upaya memberikan kepuasan kepada wisatawan. Faktor yang menjadi perhatian adalah penyediaan fasilitas akomodasi, transportasi internal, restauran, fasilitas olahraga, retail outlets, dan fasilitas pendukung lainnya dibangun mengikuti selera wisatawan. Nilai fasilitas layanan ini memberikan nilai yang sangat tinggi kepada wisatawan yang berkunjung, sehingga menjadi faktor penentu tumbuhnya minat kunjungan ulang. Penyediaan fasilitas yang maksimal dengan mengikuti selera wisatawan berdampak pada tingginya kepuasan dan kenyamanan wisatawan sehingga berdampak pada tingginya minat wisatawan untuk melakukan kunjungan ulang. Artinya bahwa membangun fasilitas berarti membangun minat kunjungan ulang wisatawan. Kata Kunci: Fasilitas Layanan, Minat, Minat Berkunjung, Minat Kunjungan Ulang ABSTRACT Villa Kancil Kampoeng Soenda has become an important part of tourism activities in Bandung Regency, especially for tourists. This is because Villa Kancil can be a solution for people who want to do educational recreation. Villa Kancil Kampoeng Soenda is a tourist destination based on the natural and artificial environment with the development of internal facilities to support tourism activities for the community. But in 2019, the level of visits to Villa Kancil has decreased, possibly because of the still low availability of facilities provided. This study aims to explain the causality of service facilities with the interest of returning tourists to Villa Kancil Kampoeng Soenda, using descriptive verification methods to describe the research variables and explain the causality relationship between service facility variables and return visit interest, through simple linear regression analysis. The population is tourists visiting during 2018, with a sample size of 150 visitors. The results of the study explained that Villa Kancil Kampoeng Soenda is a tourist destination that makes internal facilities as superior service in an effort to provide satisfaction to tourists. The factor of concern is the provision of accommodation facilities, internal transportation, restaurants, sports facilities, retail outlets, and other supporting facilities built according to tourist tastes. The value of this service facility provides a very high value to tourists who visit, so it becomes a determining factor for the growth of interest in return visits. Provision of maximum facilities by following the tastes of tourists has an impact on the high satisfaction and comfort of tourists so that the impact on the high interest of tourists to make a return visit. This means that building facilities means building tourist revisit intention. Keywords: Service Facilities, Intention, Visiting Intention, Revisit Intention
PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN REVISIT INTENTION TAMU DI INTERCONTINENTAL BANDUNG DAGO PAKAR David Jonathan; Yosef Abdul Ghani; Rahmat Priyanto
Jurnal Sains Manajemen Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Sains Manajemen
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsm.v3i2.564

Abstract

Dampak dari pandemi covid-19 dapat dirasakan oleh seluruh aspek kehidupan, termasuk sektor pariwisata. InterContinental Bandung Dago Pakar pun tak terluput dari ganasnya efek pandemi covid-19 yang mana penurunan tingkat huni yang amat dalam di awal pandemi. Salah satu karakteristik hotel adalah harus dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan sekitarnya, maka dari itu InterContinental Hotel Dago Pakar terus melakukan inovasi guna mempertahankan eksistensi bisnisnya dengan menerapkan protokol kesehatan yang sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01/07/MENKES/382/2020 tentang protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kembali kepercayaan tamu yang hendak menginap dan juga meningkatkan kunjungan kembali (Revisit Intention) para tamu di InterContinental bandung Dago Pakar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan protokol kesehatan guna meningkatkan Revisit Intention tamu di InterContinental Bandung Dago Pakar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun Teknik penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara, dan juga kuesioner dengan jumlah sample 100 responden sebagai data penguat atau pelengkap dari hasil wawancara dan observasi. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa InterContinental sudah menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran kementerian kesehatan yang memenuhi kriteria CHSE (Cleanliness, Health, Saefty and Environtment Sustaiability) dengan nilai sempurna. Hal ini sangat berpengaruh kepada minat berkunjung tamu kembali (Revisit Intention) yang mana responden lebih dari 54% menginginkan untuk mengunjungi InterContinental Bandung Dago Pakar di masa yang akan datang selama pandemi covid-19. The impact of the COVID-19 pandemic has been affected by all aspects of human life, including the tourism sector. InterContinental Bandung Dago Pakar was one of the hotels that effected by the COVID-19 pandemic, which decreased in occupancy rates since the start of the pandemic. One of the characteristics of the hotel is that it must be able to adapt to changes in any unstable conditions, therefore InterContinental Hotel Dago Pakar continues to innovate to maintain its business existence by implementing health protocols as stipulated in the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number HK.01/07/MENKES/382/2020 concerning health protocols for the community in public places and facilities in the context of prevention and control. Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). This aims to increase the trust of guests who want to stay and also increase the return visit (Revisit Intention) of guests at InterContinental Bandung Dago Pakar. The purpose of this study was to find out how the application of health protocols to increase guest's revisit intention at InterContinental Bandung Dago Pakar. This research used descriptive qualitative method. The research technique used observation techniques, interviews, and also questionnaires with a sample of 100 respondents as reinforcing or complementary data from the results of interviews and observations. From the results of this study, it can be concluded that InterContinental has implemented health protocols in accordance with the recommendations of the ministry of health that meet the CHSE criteria (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability) with perfect scores. This greatly affects the interest in revisiting guests (Revisit Intention) which more than 54% of respondents want to visit InterContinental Bandung Dago Pakar in the future during the covid-19 pandemic.
Nilai Budaya Pangan Singkong di Kampung Adat Cireundeu Rahmat Priyanto; Gita Desmafianti
Jurnal Kajian Pariwisata Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jiip.v4i1.779

Abstract

Kampung Adat Cirendeu merupakan salah satu kampung adat yang masih menjaga nilai-nilai peninggalan leluhurnya, salah satunya adalah budaya dalam mengkonsumsi singkong sebagai makanan pokok keseharianya. Kebudayaan tersebut memiliki nilai tersendiri yang membentuk ciri khas budaya Kampung Adat Cirendeu dibandingkan dengan kampung-kampung adat lainya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan nilai budaya pangan Singkong di Kampung Adat Cirendeu. Metode dalam penelitian ini menggunaan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian terdiri dari sumber data primer yang terdiri dari data penelitian hasil kegiatan observasi, kegiatan wawancara dan kegiatan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh melalui kegiatan studi kepustakaan yang memiliki keterkaitan dengan konsep yang sedang diteliti. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa nilai budaya pangan singkong di Kampung adat Cirendeu terdiri dari 3 konsep utama, diantaranya nilai budaya yang berkaitan dengan Singkong sebagai simbol budaya di Kampung adat Cirendeu, Nilai budaya yang berkaitan antara singkong dengan tingkah laku masyarakat kampung adat Cirendeu dan nilai budaya yang berkaitan antara Singkong dengan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Kampung Adat Cirendeu. Cirendeu Traditional Village is one of the traditional villages that still maintains the values ​​of its ancestral heritage, one of which is the culture of consuming cassava as a daily staple food. This culture has its own values ​​that form the cultural characteristics of the Cirendeu Traditional Village compared to other traditional villages in Indonesia. This study aims to explain the cultural value of cassava food in the Cirendeu Traditional Village. The method in this study uses a qualitative method with a descriptive approach. The research data sources consist of primary data sources consisting of research data from observations, interviews and documentation activities, while secondary data is obtained through library research activities that are related to the concept being studied. The results in this study indicate that the cultural value of cassava food in the Cirendeu traditional village consists of 3 main concepts, including the cultural values ​​related to cassava as a cultural symbol in the Cirendeu traditional village, the cultural values ​​related to cassava with the behavior of the Cirendeu traditional village community and the There is a cultural relationship between cassava and the beliefs held by the people of the Cirendeu Traditional Village.
NILAI KESEJAHTERAAN PELAKU SENI RONGGENG AMEN SEBAGAI PENDUKUNG PARIWISATA DI KABUPATEN PANGANDARAN Rahmat Priyanto; Vivih Vira Yuniar; Yuliana Pinaringsih Kristiutami
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 2: Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v9i2.294

Abstract

Pantai Pangandaran menjadi salah satu sektor yang paling populer dimana terjadi pengingkatan jumlah wisatawan pada setiap tahunnya. Namun kurangnya pengelolaan secara maksimal terhadap wisata budaya berdampak terhadap kondisi kesejahteraan pelaku seni Ronggeng Amen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan pelaku seni Ronggeng Amen di Kabupaten Pangandaran. Pengambilan data dilakukan dengan dengan metode kualitatif deskriptif. Dengan data primer berupa hasil dari kegiatan wawancara dan data sekunder berupa hasil studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kesejahteraan pelaku seni Ronggeng Amen masih dalam tingkat ekonomi yang kurang. Sehingga hasil analisis memunculkan upaya dalam pengembangan kesenian Ronggeng Amen guna meningkatkan kesejahteraan para pelaku seninya dengan beberapa hal sebagai berikut : Memperbanyak sarana pementasan, Kesadaran Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Pembinaan terhadap pelaku seni Ronggeng Amen, Bantuan dan pendanaan terhadap pelaku seni Ronggeng Amen dan melakukan evaluasi langsung oleh pemenrintah daerah kepada pelaku seni Ronggeng Amen
Aplikasi Pedagodik Konsumen Pintar; Strategi Pengembangan Model Bisnis di Bisnis Online Neng Susi Susilawati Sugiana; Dematria Pringgabayu; Rahmat Priyanto; Rengga Madya; Palupi Pertama Rahmi; Nety Budiwati
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i9.2175

Abstract

Artikel yang disusun ini merupakan kesadaran sebagai akademisi bahwa ilmu Pendidikan sangay menguntungkan untuk diberikan pada semua segmentasi bidang bukan hanya bidang Pendidikan saja, namun bidan bisnis yang secara luas membutuhkan strategi dalam mengikat konsumen dengan tepat dan berkelanjutan. Unsur-unsut pedagogik yang seharusnya dimiliki oleh para marketplace ini dapat diimplementasikan pada Teknik penyampaian informasi yang tepat sehingga konsumendengan sangat mudah memahami keunggulan pro duk dari bisnis tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi dengan mengamati interaksi antara pembisnis dan konsumen, lalu melakukan terhadap 40 UMKM yang melakukan penjualanya di marketplace. Dan dari penelitian tersebut diperoleh bahwa informasi yang relevan dan bermanfaat mengenai produk atau layanan yang ditawarkan oleh para UMKM masih terbilang rendah dengan tingkat kepuasan di angka 24 %. Hal ini terkendala oleh konten konten produk yang kurang edukatif meskipun menarik perhatian para calon konsumen. Untuk itu solusi nyata dari temuan penelitian ini adalah berupa forum grup diskusi untuk para UMKM untuk memperoleh pelatihan singkat secara daring mengenai pemanfaat belajar digital.
Cultural Value of Cassava Food as a Tourism Attraction in Cireundeu Traditional Village Priyanto, Rahmat; Desmafianti, Gita
Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/jk.v7i1.908

Abstract

This study aims to describe the cultural value of cassava food as an attraction for tourists visiting the Cireundeu Traditional Village. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach. Research data sources consist of primary data sources, namely from research data obtained through observation activities, interviews, and documentation directly to the field, while secondary data are obtained through literature studies related to the study. The results showed that the cultural value of cassava food in Cireundeu Traditional Village was divided into 3 parts, including cultural values regarding symbols related to cassava food, behavior related to cassava food, and embedded beliefs related to cassava food. The results of the next study explained the attractiveness of cassava food in the Cireundeu Traditional Village through the point of view of its cultural uniqueness, then originality, authenticity and diversity. From the results of this study, it is hoped that it can provide input for managers or all elements in the Ciruendeu Traditional Village in order to develop cassava food culture into a leading tourist attraction in Cimahi City.
IMPLEMENTASI MODEL INTEGRASI WEB-GOVQUAL SEBAGAI EVALUASI KEPUASAN PENGGUNA BERBASIS LAYANAN MASYARAKAT TERHADAP APLIKASI CASUALHUB Prasetio, Rizki Tri; Kristiutami, Yuliana Pinaringsih; Daspi, Ivi; Priyanto, Rahmat; Hamzah, Faizal
Jurnal Responsif : Riset Sains dan Informatika Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Responsif : Riset Sains dan Informatika
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jti.v6i2.1611

Abstract

Pekerja harian atau daily workers di sektor hospitality seringkali disebut sebagai tenaga kerja casual, yang umumnya didominasi oleh pelajar dari SMK dan mahasiswa diploma serta lulusan yang belum bekerja. Keberadaan tenaga kerja casual menjadi krusial untuk mengatasi kekosongan dalam industri hospitality yang sangat tergantung pada kondisi khusus, seperti event besar atau musim liburan. Pemilihan tenaga kerja casual menjadi preferensi karena tidak memberikan beban finansial dan manajerial yang berlebihan pada perusahaan sehingga efisien bagi industri hospitality. Untuk lebih mendorong daya serap tenaga kerja guna memenuhi kebutuhan industri hospitality, hadirlah CasualHub. Melalui aplikasi ini, diharapkan dapat terbentuk suatu wadah yang memfasilitasi keterlibatan langsung antara perusahaan dan tenaga kerja casual, dengan basis layanan yang mirip dengan marketplace jasa. Seiring banyaknya aplikasi serupa yang diluncurkan tak jarang tidak sesuai harapan masyarakat baik dari segi kualitas pelayanan maupun dari kualitas sistem. Oleh karena itu untuk mengukur kualitas dari CasualHub perlu dilakukan evaluasi kualitas layanan dan kualitas sistem melalui kepuasan pengguna terhadap CasualHub. Model integrasi antara model e-GovQual dan model WebQual digunakan pada penelitian ini. Seharusnya model e-GovQual hanya digunakan untuk aplikasi pemerintahan, namun karena CasualHub ini merupakan aplikasi bagi masyarakat secara luas, maka dipilihlah model e-GovQual. Model e-GovQual dengan enam variable digunakan untuk evaluasi kualitas layanan e-government kemudian dilanjutkan dengan evaluasi keseluruhan pada kualitas sistem informasi e-government berdasarkan kepuasan pengguna menggunakan model WebQual dengan tiga variabel yakni kualitas layanan, kegunaan dan kualitas informasi. Penelitian ini menggunakan regresi linear berganda sebagai analisis data yang menyimpulkan bahwa masyarakat Kota Bandung merasa puas terhadap kualitas CasualHub.