Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FAKTOR PENENTU KUALITAS KOMPRESI RESUSITASI JANTUNG PARU OLEH PERAWAT Fakrul Ardiansyah; Elly Nurachmah; Muhamad Adam
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 3: Februari 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.009 KB) | DOI: 10.36729/jam.v3i2.167

Abstract

Latar belakang: Henti jantung sering terjadi di instalasi gawat darurat dan Return of spontaneuscirculation (ROSC) masih rendah. ROSC dipengaruhi oleh kualitas kompresi RJP oleh perawat.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penentu kualitas kompresi RJP. Metode:Penelitian ini menggunakan metode Crossectional yang melibatkan 72 responden dengan teknikStratified Sampling di ruang IGD, Kamar Bedah, ICU, HCU, HCU paru, dan CVCU. Variabelindependen usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), kelelahan, frekuensi pelatihan,pengetahuan, dan kesadaran diri dianalisis hubungannya variabel dependent variabel dependentkualitas kompresi RJP. Hasil: Hasil analisis uji chi-square dan uji regresi logistik menunjukkanhubungan signifikan antara usia, jenis kelamin, IMT, kelelahan, frekuensi pelatihan, pengetahuan,kesadaran diri dengan kualitas kompresi pada resusitasi jantung paru (p<0,05), serta faktor yangpaling dominan yaitu jenis kelamin (p<0,05;OR=0,01;CI=8,644-1144,269). Saran: Rekrutmenperawat di unit kritis harus mempertimbangkan faktor usia, jenis kelamin, IMT, frekuensi pelatihan,pengetahuan dan kesadaran diri yang berpeluang tinggi peningkatan angka harapan hidup pasien hentijantung.Kata Kunci: Kualitas, RJP, Faktor, dan Perawat
Terapi Akupresur Untuk Mengurangi Rasa Haus Pada Pasien Gagal Jantung dan Gagal Ginjal Kronis : Sistematic Review Kartikaningtyas Kusumastuti; Amelia Amelia; Muhamad Adam; Agung Waluyo
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44654

Abstract

Latar Belakang: Rasa haus merupakan salah satu bentuk komplikasi pada penderita gagal jantung dan gagal ginjal kronis yang menjalankan program pembatasan cairan. Apabila tidak diberikan tatalaksana yang adekuat, rasa haus dapat memperburuk kondisi penyakit akibat kelebihan cairan karena intake yang berlebih. Terapi akupresur merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis dapat diterapkan oleh perawat untuk mengatasi haus. Tujuan: Mengeksplorasi efektivitas terapi akupresur dalam manajemen haus pada penderita gagal jantung dan gagal ginjal kronis. Metode: Studi ini menggunakan metode tinjauan sistematis berdasarkan pedoman PRISMA. Artikel diperoleh dari basis data Pubmed, ScienceDirect, ProQuest, Sage Journals, dan Taylor and Franchis, serta sumber lain yang diterbitkan sebelum tahun 2025. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis secara kritis menggunakan pedoman JBI Critical Appraisal Checklist. Hasil: Dari 4.628 artikel, 6 artikel studi RCT dan 1 studi kuasi eksperimen diikutsertakan dalam analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa akupresur terbukti efektif untuk menurunkan intensitas haus, distres haus, dan xerostomia yang dialami pasien gagal jantung dan gagal ginjal kronis. Jenis akupresur dapat berupa akupresur tubuh maupun akupresur telinga. Kesimpulan: Terapi akupresur dapat menjadi alternatif intervensi keperawatan untuk mengatasi rasa haus pada pasien gagal jantung dan gagal ginjal kronis.
Terapi Akupresur Untuk Mengurangi Rasa Haus Pada Pasien Gagal Jantung dan Gagal Ginjal Kronis : Systematic Review Kartikaningtyas Kusumastuti; Amelia Amelia; Muhamad Adam; Agung Waluyo
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44713

Abstract

Background: Thirst is a common complication experienced by patients with heart failure and chronic kidney disease who undergo fluid restriction programs. Without adequate management, thirst can exacerbate the underlying disease due to fluid overload resulting from excessive intake. Acupressure therapy is one of the non-pharmacological interventions that can be implemented by nurses to alleviate thirst. Objective: To explore the effectiveness of acupressure therapy in managing thirst among patients with heart failure and chronic kidney disease. Methods: This study employed a systematic review method based on the PRISMA guidelines. Articles were retrieved from databases including Pubmed, ScienceDirect, ProQuest, Sage Journals, and Taylor and Franchis, as well as other sources published before 2025. Article selection was conducted according to inclusion and exclusion criteria, followed by critical analysis using the JBI Crit ical Appraisal Checklist. Results: Out of 4,628 articles, 6 RCTs and 1 quasi-experimental study were included in the analysis. The results indicated that acupressure, both body and auricular acupressure, was effective in reducing thirst intensity, thirst distress, and xerostomia in patients with heart failure and chronic kidney disease. Conclusion: Acupressure therapy can serve as an alternative nursing intervention to alleviate thirst in patients with heart failure and chronic kidney disease.
Peran Early Goal Directed Therapy (EGDT) dalam Managemen Awal Sepsis Terhadap Mortalitas, Keseimbangan Cairan, dan Lama Perawatan: Tinjauan Sistematis Fadilla Nur Safitri; Masfuri Masfuri; Muhamad Adam; Riri Maria
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52685

Abstract

Sepsis is a life-threatening organ dysfunction. Early management of sepsis is key to preventing worsening of the patient's condition. Early Goal-Directed Therapy (EGDT) is a method of early sepsis management that has been used for the past 10 years and is an important intervention in the early care of sepsis, the effectiveness and implementation of which are increasingly developing. EGDT is believed to provide comprehensive sepsis management and provide better benefits to sepsis patients. This systematic review aims to compile research findings from the past 10 years regarding the role of EGDT on outcome variables that indicate improvement in sepsis patients. The literature search used PRISMA guidelines from seven database sources and publishers: Science Direct, ProQuest, PubMed, Clinical Key, Scopus, Taylor & Francis, and Springer Nature. Ten articles were subjected to research critique using JBI Critical Appraisal Tools. Several studies have shown that the implementation of EGDT shows significant improvements in mortality, fluid balance, and length of stay. Modification of EGDT with the use of ultrasonography or echocardiography in monitoring fluid responsiveness shows better results in the initial management of sepsis.
DUKUNGAN KELUARGA DAN READMISI PASIEN PASCAOPERASI KATUP JANTUNG Muhamad Adam; Artati Artati; Tuti Herawati; Prima Agustia Nova; Irza Mirharina
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v7i1.348

Abstract

ABSTRAKOperasi katup jantung sering dilakukan, seiring dengan prevalensi penyakit jantung katup yang masih tinggi. Namun, setelah menjalani operasi, pasien mengalami readmisi dalam 1 bulan yang kemungkinan berkaitan dengan dukungan keluarga. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan readmisi setelah pasien menjalani operasi katup jantung. Metode: Penelitian cross-sectional ini melibatkan 105 responden pascaoperasi katup jantung yang mengalami readmisi di Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner karakteristik responden, readmisi, dan dukungan keluarga. Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi dan analisis bivariat chi square untuk mengetahui kemaknaan hubungan dukungan keluarga dan readmisi. Hasil: Sebagian besar responden (46,7%) berada pada rentang usia pertengahan (45–59 tahun), jenis kelamin perempuan (52%) lebih banyak daripada laki-laki (47%), katup mitral (37,1%) dan aorta (31,4%) yang paling banyak dilakukan operasi. Sebagian besar responden (75%) mengalami dukungan keluarga yang nonsuportif dan sebagian besar responden (61%) setidaknya mengalami satu  kali readmisi dalam 1 bulan. Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan readmisi pasien pascaoperasi katup jantung (p = 0,019; α < 0,05). Diskusi: Dukungan keluarga dapat meningkatkan perilaku sehat dan proses pemulihan sehingga dapat mencegah terjadinya readmisi. Kesimpulan: Perawat dianjurkan mengkaji dukungan keluarga terhadap pasien yang direncanakan menjalani operasi katup jantung dan memberikan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk meningkatkan dukungan keluarga dan mencegah readmisi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab sebagian besar pasien pascaoperasi katup jantung mengalami dukungan keluarga yang nonsuportif.Kata Kunci: dukungan keluarga, katup jantung, pascaoperasi, readmisi pasien Family Support and Readmission After Heart Valve Surgery  ABSTRACTHeart valve surgery is often performed, along with the high prevalence of valvular heart disease. However, after surgery, the patient is readmitted within 1 month, probably related to family support. Objective: This research aims to identify the correlation between family support and readmission after the patient undergoes heart valve surgery. Methods: This cross-sectional research involved 105 respondents after heart valve surgery who were readmitted at Harapan Kita National Heart Center Hospital, Jakarta. The respondents were taken using a consecutive sampling technique. This research employed a questionnaire on the characteristics of the respondents, readmission, and family support. Univariate analysis was used to identify the frequency distribution, and bivariate chi-square analysis was used to identify the significance of the correlation between family support and readmission. Results: Most of the respondents (46.7%) were in the middle age range (45-59 years), more female (52%) than male (47%), mitral valve (37.1%), and aorta (31.4%) was the most frequently operated on. Most respondents (75%) had non-supportive families, and most respondents (61%) experienced at least 1 readmission in 1 month. There was a significant correlation between family support and patient readmission after the heart valve surgery (p=0.019; <0.05). Discussion: Family support can improve healthy behaviour and the recovery process so that it can prevent readmissions. Conclusion: Nurses are recommended to assess family support in patients planning for heart valve surgery and provide necessary nursing interventions to increase family support and prevent readmission. Further research is needed to identify the cause of most post-heart valve surgery patients having non-supportive families.Keywords: Family support, heart valve, post-surgery, patient readmission