Sutrisari Sabrina Nainggolan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL : LITERATURE REVIEW Sutrisari Sabrina Nainggolan; Junie Harista
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 2: Agustus 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i2.654

Abstract

Latar belakang: Pelayanan antenatal care pada ibu hamil merupakan pelayanan kesehatan yang diperuntukkan bagi ibu hamil untuk memfasilitasi hasil yang sehat dan positif bagi ibu maupun bayinya dengan cara memantau kemajuan kehamilan, salah satunya untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi. Apabila seorang ibu datang langsung untuk bersalin di tenaga kesehatan tanpa adanya riwayat pelayanan antenatal sebelumnya, maka faktor risiko dan kemungkinan komplikasi saat persalinan akan lebih sulit diantisipasi. Dengan demikian, antenatal care memiliki peranan yang sangat penting bagi ibu hamil. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mereview artikel faktor-faktor yang berhubungan dengan antenatal care. Metode: Pada penelitian ini digunakan metode Literature Review dengan mengambil sumber data menggunakan databse elektronik yaitu Portal Garuda, Google Scholar dan ScienceDirect. Artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu tahun 2016 sampai dengan tahun 2020. Setelah dilakukan seleksi dan identifikasi sesuai kriteria inklusi, terdapat 15 artikel yang akan direview. Hasil: Berdasarkan dari hasil analisis 15 artikel penelitian yang direview, maka didapatkan hasil bahwa ada empat faktor yang berhubungan dengan antenatal care antara lain paritas, pendidikan, pengetahuan dan sikap. Saran: Tenaga kesehatan diharapkan rutin mempromosikan manfaat dari memeriksakan kehamilan untuk meningkatkan pemanfaatan layanan. Selain itu, tenaga kesehatan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas konseling ANC pada ibu hamil.Kata Kunci: Antenatal Care, Paritas, Pendidikan, Pengetahuan, Sikap
Effect of Murottal Surah Ar-Rahman Therapy on Stress Reduction among Primigravida Women in the Third Trimester Sutrisari Sabrina Nainggolan; Silatur Rahmi Eldaini; Abu Bakar Sidik
Minsight: Midwifery Insight and Innovation Journal Vol 1, No 2 (2025): Growth Nutrition and Well-Being in Maternal and Child Health
Publisher : Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo, East Java, Indonesia, 67291

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/minsight.v1i2.12813

Abstract

Stress is one of the most common psychological problems experienced by pregnant women, particularly among primigravid mothers who are expecting their first child. This condition often arises due to anxiety, fear, and negative thoughts regarding pregnancy and childbirth. Internal and external factors, such as emotional changes, family support, and social environment, can influence the mother’s psychological wellbeing. The third trimester is considered the most critical phase, as physical discomfort and emotional instability tend to increase during this period. This study aimed to determine the effect of Murottal Surah Ar-Rahman therapy on stress levels among primigravid pregnant women in their third trimester. The research employed a quantitative pre-experimental design with a one-group pre-test–post-test approach. The sample consisted of 18 primigravid pregnant women selected through purposive sampling. Data were collected using a modified Depression Anxiety Stress Scale (DASS) questionnaire administered before and after therapy. The results showed that before receiving therapy, 5 respondents (27.78%) experienced mild stress and 13 respondents (72.22%) experienced moderate stress. After therapy, 11 respondents (61.11%) had normal stress levels and 7 respondents (38.89%) experienced mild stress. Statistical analysis revealed a significant difference (p = 0.000) between pre-test and post-test scores, indicating that Murottal Surah Ar-Rahman therapy effectively reduced stress levels among primigravid pregnant women. The study concludes that listening to Murottal Surah Ar-Rahman can serve as a simple, non-pharmacological intervention to support emotional stability and promote mental health in pregnant women during the third trimester.
Hubungan Status Paritas dengan Tingkat Kecemasan Ibu Preoperasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Annisa Putri Kenanga; Sutrisari Sabrina Nainggolan; Rinda Sucianti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 4 No. 1 (2026): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v4i1.9081

Abstract

Sectio caesarea merupakan tindakan persalinan operatif yang angka kejadiannya terus meningkat, baik secara global, nasional, maupun di Provinsi Sumatera Selatan, dan kerap menimbulkan kecemasan pada ibu menjelang operasi. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kecemasan tersebut adalah status paritas, karena ibu primipara umumnya belum memiliki pengalaman persalinan sebelumnya sedangkan ibu multipara telah memiliki pengalaman yang dapat membentuk kesiapan psikologis. Dengan rancangan kuantitatif bertipe korelasional analitik dan desain potong lintang (cross sectional), penelitian ini disusun guna mengkaji sejauh mana status paritas berkaitan dengan tingkat kecemasan pada ibu yang dijadwalkan menjalani tindakan sectio caesarea di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang. Sebanyak 171 ibu dilibatkan sebagai responden melalui teknik consecutive sampling, dengan tingkat kecemasan dinilai memakai kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-Square. Dari seluruh responden, proporsi ibu berstatus primipara tercatat lebih dari separuh (53,2%), sementara kecemasan pada tingkat sedang dialami oleh proporsi terbesar responden (33,3%). Berdasarkan uji Chi-Square, diperoleh nilai p<0,001 (p<α=0,05) yang mengonfirmasi adanya keterkaitan yang bermakna secara statistik antara status paritas dan tingkat kecemasan ibu menjelang tindakan sectio caesarea. Temuan ini mengindikasikan perlunya skrining kecemasan dan pendampingan psikologis yang lebih intensif bagi ibu primipara sebelum menjalani tindakan sectio caesarea.
EFEKTIVITAS ACTIVE CYCLE OF BREATHING TECHNIQUE TERHADAP PENURUNAN FREKUENSI PERNAPASAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU Yoan Tiara Rosa; Sutrisari Sabrina Nainggolan; Yofa Anggriani; Aris Citra Wisuda; Risdayanti Raharjeng
JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA Vol. 11 No. 2 (2026): September : Jurnal Keperawatan Sisthana
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sisthana.v11i2.2705

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang sering menyebabkan gangguan fungsi respirasi akibat akumulasi sekret pada saluran napas sehingga meningkatkan frekuensi pernapasan dan memperberat kerja pernapasan. Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) merupakan intervensi nonfarmakologis yang bertujuan meningkatkan ventilasi paru dan membantu mobilisasi sekret sehingga diharapkan dapat memperbaiki pola pernapasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Active Cycle of Breathing Technique terhadap frekuensi pernapasan pada pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Empat Lawang. Penelitian menggunakan desain pre-experimental one-group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 pasien tuberkulosis paru yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi ACBT diberikan selama tiga hari berturut-turut, satu sesi setiap hari dengan durasi 20–30 menit. Frekuensi pernapasan diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik sesuai distribusi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami takipnea (90,0%), sedangkan setelah intervensi sebanyak 63,3% responden berada pada kategori frekuensi pernapasan normal. Rerata frekuensi pernapasan menurun dari 25,00 kali/menit menjadi 20,83 kali/menit setelah pemberian ACBT. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa ACBT efektif memperbaiki frekuensi pernapasan pada pasien tuberkulosis paru. Active Cycle of Breathing Technique dapat dipertimbangkan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman, sederhana, dan mudah diterapkan untuk mendukung peningkatan fungsi respirasi pada pasien tuberkulosis paru.
Pengaruh Edukasi Keperawatan Berbasis Audio Visual terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Paru: The Effect of Audiovisual-Based Nursing Education on Medication Adherence Among Patients with Pulmonary Tuberculosis Nia Janiati; Aris Citra Wisuda; Dian Emiliasari; Sutrisari Sabrina Nainggolan; Citra Suraya; Risdayanti Raharjeng
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 9 (2026): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i9.550

Abstract

paru menjadi utama karena berhubungan dengan keberhasilan terapi atau terjadi resistensi obat. Edukasi keperawatan menggunakan media audio visual dapat membantu menyampaikan informasi kesehatan secara menarik, komunikatif, dan mudah dipahami, sehingga berpotensi meningkatkan motivasi pasien untuk mengikuti pengobatan secara konsisten. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas edukasi keperawatan berbasis media audio visual terhadap kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Tanjung Lubuk.Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Sebanyak 44 pasien tuberkulosis paru dipilih melalui teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi keperawatan menggunakan video audio visual, sedangkan kepatuhan minum obat diukur menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Karena hasil uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal, perubahan skor kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α=0,05.Hasil: Sebelum intervensi, seluruh responden (100%) berada dalam kategori kepatuhan rendah dengan skor rata-rata 2,40±1,25. Setelah edukasi, sebanyak 72,7% responden mencapai kategori kepatuhan tinggi, dengan skor rata-rata meningkat menjadi 7,15±0,95. Uji Wilcoxon menghasilkan Z=-5,787 dan p=0,000 (p<0,05). Seluruh responden menunjukkan positive ranks yang menandakan peningkatan skor kepatuhan setelah intervensi. Kesimpulan: Edukasi keperawatan melalui media audio visual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru. Media ini sudah digunakan sebagai strategi edukasi dan perlu peningkatan agar materi semakin mudah dipahami oleh pasien.