Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGUATAN SPIRITUALITAS DAN KEMANUSIAAN DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN PROFETIK DI PERGURUAN TINGGI ISLAM: Studi Kasus di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung hawwin muzakki; Muh Ibnu Sholeh
Jurnal Tinta: Jurnal Ilmu Keguruan dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Tinta
Publisher : Institute Agama Islam Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan profetik adalah proses transfer pengetahuan (knowledge) dan nilai (values) yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan alam sekaligus memahaminya untuk membangun komunitas sosial yang ideal (khaira ummah). Humanisasi dalam pendidikan profetik di Perguruan Tinggi merupakan upaya untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran. Transendensi dalam pendidikan profetik di Perguruan Tinggi merupakan upaya untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai agama. Salah satu institusi pendidikan yang memiliki fokus pada pendidikan profetik adalah UIN SATU Tulungagung. Atas latar belakang tersebut di atas, peneliti akan mengkaji dan menganalisa pelaksanaan implementasi pendidikan profetik di Perguruan Tinggi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana perguruan tinggi mengimplementasikan pendidikan profetik ke dalam tri dharma perguruan tinggi? Menggunakan metode kualitatif menghasilkan kesimpulan: (1) Implementasi penguatan spiritualitas dalam pendidikan profetik di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yaitu Pembelajaran Madrasah Diniyah di kampus, Penerapan Kurikulum MBKM dan Integrasi Keilmuan di Pembelajaran dalam Kelas, Menyelenggarakan Kegiatan Ilmiah, dan Menyediakan Fasilitas yang Memadai untuk menunjang aktivitas Keagamaan. (2) Implementasi penguatan kemanusiaan dalam pendidikan profetik di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yaitu Program KKN Membangun Desa: Menyadarkan Hidup Bermasyarakat, Mengembangkan Bakat dan Minat Mahasiswa; Melatih Jiwa Kemanusiaan, dan Membangun Budaya Akademik yang Inklusif: Menjadi Manusia yang Merdeka
Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk Meningkatkan Daya Saing Mahasiswa di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Hawwin Muzakki
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 4 No. 2 (2023): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : State Islamic Institute (IAIN) of Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v4i2.208

Abstract

UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung has implemented the MBKM curriculum, one of the strategies to increase student competitiveness. One of the aspects developed to improve student competitiveness is the ability of soft skills, hard skills, intrapersonal intelligence, and interpersonal intelligence. It is interesting to see the curriculum development using the ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate) model lens. Using a descriptive qualitative approach with the type of case study research, this research explores how to analyze, design, develop, implement, and evaluate the development of the MBKM Curriculum at UIN SATU Tulungagung. In conclusion, the analysis aspects of the MBKM curriculum are: analyzing the Vision and Mission, reading industry needs, global capabilities, and learning objectives. The MBKM curriculum design is 4 semesters of learning in Study Programs, 1 semester of Learning outside the Study Program in Higher Education, 2 semesters of learning outside of Higher Education, then 1 semester of Final Project. The development of the MBKM Curriculum at UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung includes 8 BKP (Forms of Learning Activities) to improve hard skills. Soft skills, interpersonal skills, and intrapersonal skills. Implementing the MBKM Curriculum is carried out in stages. It continues until semester 6 through the Permata PTKIN program evaluation of the MBKM curriculum: sharing with users, student feedback, and direct observation.
PELATIHAN PEMBUATAN BATIK ECOPRINT UNTUK MENAMBAH VARIASI PRODUK KONVEKSI DI DESA KARANGTENGAH KECAMATAN PANGGUL KABUPATEN TRENGGALEK Hawwin Muzakki
JIK-PkM: Jurnal Inovatif dan Kreatif hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): JIK-PkM January 2023
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/jik-pkm.v1i1.404

Abstract

Abstrak Desa Karangtengah merupakan daerah pegunungan dan petanian serta tidak jarang juga hampir rata rata berprofesi sebagai petani, pedagang dan juga ada penjahit rumahan. Desa Karangtengah terdapat empat orang yang berprofesi sebagai penjahit dengan rata-rata penghasilan mereka adalah Rp. 1.000.000/bulan. Tim pengabdi merasa gelisah, bagaimana Desa Karangtengah ini nantinya bisa menjadi bagian dari desa mandiri yang dapat mengembangkan potensi dirinya dan tidak tergantung Desa lain. Penelitian ini merupakan penelitian pengabdian dengan metode ABCD (Asset Baset Community Development) dengan menggali seluruh aset yang dimiliki oleh Desa Karangtengah. Penggalian aset ini dilakukan melalui beberapa cara, yaitu: pemetaan wilayah, pemetaan komunitas, dan pemetaan aset. Hasil pembacaan aset menemukan berupa potensi penjahit dan dedaunan yang variatif dan tumbuh subur di Desa Karangtengah. Melalui Pelatihan Batik Ecoprint teknik Pounding, produk konveksi di Desa Karangtengah menghasilkan ketrampilan membuat produk baru. Produk tersebut tidak hanya menghasilkan jaket, kemeja, seragam, kaos, polo shirt, namun juga dapat menambah variasi produk konveksi terutama dalam pemanfaatan batik eco-print untuk membuat tas totebag, dompet serta baju dari batik eco-print untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Karangtengah. Kata Kunci: Pelatihan, Batik Ecoprint, Variasi Produk Abstract Karangtengah Village is a mountainous and agricultural area and it is not uncommon for almost the average professional to work as a farmer, trader, and also home tailor. In Karangtengah village, four people work as tailors with an average income of Rp. 1,000,000/month. The service team is worried about how Karangtengah Village can later become part of an independent village that can develop its potential and not depend on other villages. This research is service research using the ABCD (Asset Based Community Development) method by exploring all the assets owned by Karangtengah Village. Excavation of these assets is carried out in several ways, namely: regional mapping, community mapping, and asset mapping. The results of the reading of the assets found the potential of tailors and varied and thriving foliage in Karangtengah Village. Through the Pounding Technique Batik Ecoprint Training, convection products in Karangtengah Village produce skills in making new products. These products not only produce jackets, shirts, uniforms, t-shirts, and polo shirts but can also add to the variety of convection products, especially in the use of eco-printed batik to make tote bags, wallets and clothes from eco-printed batik to improve the economy of the people of Karangtengah Village. Keywords: Training, Batik Ecoprint, Product Variation
Transformasi Pengembangan Materi Pendidikan Agama Islam dengan Nilai Islam Indonesia (dari Pendekatan Monodisipliner menuju Pendekatan Interdisipliner) Hawwin Muzakki; Ahmad Natsir; Ahmad Fahrudin
Journal of Islamic Education Research Vol. 2 No. 1 (2021): Journal of Islamic Education Research
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Islamic State University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jier.v2i1.114

Abstract

Islamic Education is open to any ideas that come from other knowledge clumps. This open-access should make Religion teachers think about conveying the perspective of Islam using an interdisciplinary rather than monodisciplinary approach. This study initiated the development of Islamic Education material using an interdisciplinary approach, with the following problem formulations: first, what are the concepts and weaknesses of Islamic Education material development using a monodisciplinary approach? second, how does the concept offer Islamic Education material development using an interdisciplinary approach? The purpose of this study is to transform the development of Islamic Religious Education material with Indonesian Islamic values. By using a qualitative approach, content analysis, and qualitative descriptive methods. This study concludes: first, the concept of developing Islamic Education material using a monodisciplinary approach still uses only one clump of religious knowledge in its delivery, which results in an exclusive understanding of religion. Second, the concept of Islamic Education learning that uses an interdisciplinary approach can present religious studies by involving social studies, humanism, environmental issues, gender, Indonesianness, and politics.
Teori Belajar Konstruktivisme Ki Hajar Dewantara serta Relevansinya dalam Kurikulum 2013 Hawwin Muzakki
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 2 No. 2 (2021): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v2i2.64

Abstract

Abstrak: Perdebatan panjang terjadi khususnya dalam hal teori belajar. Bermuara pada pertanyaan, apakah siswa dapat mengkonstruk sendiri pengetahuannya atau guru satu-satunya sumber belajar utama? Ki Hajar Dewantara dalam sejarahnya merupakan tokoh awal pendidik Indonesia yang visioner. Beliau membentuk Taman Siswa untuk menentang konsep pendidikan ala Belanda yang menghegemoni dan menjajah (Inferiority complex) kaum pribumi kala itu, sehingga membuat rakyat Indonesia tidak bisa berfikir secara merdeka. Konsep “berfikir merdeka” itulah, yang saat ini ditangkap oleh pemerintah melalui penerapan Kurikulum 2013 dengan pendekatan scientific. Penelitian ini merupakan penelitian literatur yang dianalisis dengan menggunakan hermeneutika filosofis, dengan tokohnya Gadamer. Penelitian ini ingin mengungkap (1) Bagaimana konsep teori belajar konstruktivisme Ki Hajar Dewantara? (2) Bagaimana relevansi pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai teori belajar konstruktivisme dengan Kurikulum 2013? Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk memberikan gambaran pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Teori Belajar Konstruktivisme dan relevansinya dengan Kurikulum 2013. Hasil penelitian ini menghasilkan kesimpulan: Pertama, teori belajar konstruktivisme Ki Hajar Dewantara yaitu: (1) Kesetaraan antara Peserta Didik dan Guru (2) Pemanfaatan sumber belajar lingkungan dan budaya (3) Pembelajaran berbasis observasi (4) Pembelajaran merdeka (5) Tut Wuri Handayani. Kedua, pemikiran Ki Hajar Dewamtara atas Relevansinya dengan Kurikulum 2013 dikaji melalui 2 aspek, yaitu: penekanan instruksional serta peran guru dan siswa.
BUS (Bussines Unit Strategies) di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung untuk Meningkatkan Daya Saing Lembaga Hawwin Muzakki
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 3 No. 2 (2022): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v3i2.110

Abstract

Perkembangan manajemen yang begitu dahsyat era modern ini, berawal dari perubahan paradigma manajemen tradisional menuju manajemen modern yang berbasis pengetahuan. Paradigma baru itu kemudian dibawa pada ranah manajemen lembaga pendidikan Islam. Ada tiga tingkatan dalam perencanaan strategik. Pertama ialah menetapkan strategi tingkat korporat, kedua bagaimana unit bisnis mengembangkan strategi dan ketiga strategi operasional. Objek dalam penelitian ini yaitu UIN SATU Tulungagung karena mempunyai keunikan mengembangkan unit bisnis. Penelitian ini ingin menggali sisi kosong mengenai strategi unit bisnis yang dikembangkan oleh UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung di level fakultas dan Badan Layanan Umum. Menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi lapangan (field research) dengan meminjam teori strategi generic dari Porter. Penelitian ini menyimpulkan: 1) Strategi unit bisnis untuk meningkatkan daya saing lembaga yaitu dengan mengembangkan BLU dan empat Fakultas yang ada di UIN SATU Tulungagung 2). Dalam perguruan tinggi Islam istilah hierarki strategi bertransformasi menjadi strategi institusional, strategi fakultas, dan strategi jurusan. 3). Strategi Unit Bisnis di UIN SATU Tulungagung menggunakan empat strategi generik, yakni: Strategi Kepemimpinan Biaya, Strategi Fokus–Biaya Rendah, Strategi diferensiasi dan Strategi Fokus, yang diterapkan oleh masing-masing Fakultas dan Badan Layanan Umum. Penelitian ini menegaskan pentingnya mengembangkan strategi unit bisnis pada lembaga pendidikan yang menggunakan BLU. Kata Kunci: Bussines Unit Strategies, Manajemen Strategik, Daya Saing
Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk Meningkatkan Daya Saing Mahasiswa di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Hawwin Muzakki
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 4 No. 2 (2023): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v4i2.208

Abstract

UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung has implemented the MBKM curriculum, one of the strategies to increase student competitiveness. One of the aspects developed to improve student competitiveness is the ability of soft skills, hard skills, intrapersonal intelligence, and interpersonal intelligence. It is interesting to see the curriculum development using the ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate) model lens. Using a descriptive qualitative approach with the type of case study research, this research explores how to analyze, design, develop, implement, and evaluate the development of the MBKM Curriculum at UIN SATU Tulungagung. In conclusion, the analysis aspects of the MBKM curriculum are: analyzing the Vision and Mission, reading industry needs, global capabilities, and learning objectives. The MBKM curriculum design is 4 semesters of learning in Study Programs, 1 semester of Learning outside the Study Program in Higher Education, 2 semesters of learning outside of Higher Education, then 1 semester of Final Project. The development of the MBKM Curriculum at UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung includes 8 BKP (Forms of Learning Activities) to improve hard skills. Soft skills, interpersonal skills, and intrapersonal skills. Implementing the MBKM Curriculum is carried out in stages. It continues until semester 6 through the Permata PTKIN program evaluation of the MBKM curriculum: sharing with users, student feedback, and direct observation.