Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENGGUNAKAN AIR EMBUNG RAKYAT UNTUK MENINGKATKAN PAKAN PETERNAKAN Didin Najimuddin; Asrul Hamdani
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v1i1.2

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dari KKN-PPM ini adalah agar hewan peliharaannya menjadi sehat dan nilai jual yang tinggi sehingga masyarakat dapat terlepas dari keterpurukan ekonomi serta memberikan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam menyimpan air hujan untuk memberi minum hewan ternak, menyiram rumput pada musim kemarau dengan tampungan air embung rakyat dengan menerapkan metode teknologi tepat guna (TTG) berupa jaringan irigasi tetes untuk meagalirkan airnya. Target KKN-PPN : 1) Memanfaatkan air embung rakyat dengan cara berdayaan pemilik ternak untuk mengadakan normalisasi agar debit air meningkat. 2) Membuat sistem jaringan irigasi tetes untuk mengairi pakan ternak 3) Meningkatkan partisipasi masyarakat agar lebih bersemangat untuk memelihara hewan ternak. 4) Membangun kemitraan dan kerjasama yang efektif antara Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat hususnya kelompok ternak di Kabupaten Sumbawa. Kegiatan KKN-PPM ini direncanakan selama 3 bulan dan akan dilakukan pada semester genap tahun akademik 2018. Metode kegiatan KKN-PPM ini adalah workshop, pelatihan dan pendampingan secara intensif. Rencana kegiatan ini akan melakukan suatu normalisasi pada embung rakyat dengan cara pemberdayaan agar debit airnya semakin meningkat sehingga hewan masarakat mudah mendapatkan air serta mudah untuk mengairi rumput gajah, rumput raja dan Lamtoro dengan cara teknologi tepat guna berupa jaringan aliran irigasi tetes. Kegiatan ini akan melibatkan pemerintah desa poto hususnya kelompok ternak bunga resa. Pihak tersebut membantu dalam mensosialisasi, mengelola dan mengontrol aktivitas masyarakat yang berkenaan dengan pelaksanaan program KKN-PPM ini. Pihak Mitra kerjasama akan mengawal keberlanjutan program KKN-PPM dan membantu mempromosikan kegiatan ini kepada kelompok ternak lainnya di kabupaten sumbawa.
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT STIMULUS (PKMS) “BUAH SABAR KELOMPOK PKK DESA POTO” Wahyu Haryadi; Zulkarnaen; Didin Najimuddin
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v2i1.68

Abstract

Desa poto berada di ketinggian 248 meter dari permukaan laut dengan jarak 23 km kedesa poto. Lima tahun terakhir kelompok ini sangat merasakan dampak dari kekurangan air sehingga terjadi kepunahan tanaman sayur-mayur. Untuk mendapatkan air dari sumbernya kadang-kadang anggota kelompok PKK antrian merebut air sampai 10-20 menit itupun kadang-kadan tidak maksimal mendapatkan air. Untuk mempertahan gelarnya dari desa sehat sangat sulit dikarenakan susah mendapatkan air untuk menyirami kebun gizinya. Pelatihan kegiatan merawat sayuru-mayur akan dibantu oleh pemerintah dinas pertanian.Oleh karena itu solusi untuk mengatasi krisis air adalah memanfaatkan air limbah MCK kombinasi dengan dimensi 4x10x5 m3 yang selama difungsikan untuk menahan air mandi dan mencuci. Untuk melakukan penyiraman kelomopk PKK maka dilakukan sistem hemat air yaitu dengan teknologi tepat guna (TTG) berupa sistem irigasi tetes. Target dari kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan TTG irigasi tetes, monitoring. Hasil dari PKMS ini mendapatkan sayur-sayuran-mayur sehingga terhindar dari kepunahan. Luaran dari penelitian ini adalah jurnal nasional tidak terakreditasi , media cetak online dan pengetahuan meningkat, pemahaman meningkat.
PENDAMPINGAN TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU DENGAN PENERAPAN 5 PILAR SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DI DESA JOTANG KECAMATAN EMPANG Israjunna; Didin Najimuddin; Ieke Wulan Ayu
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v2i2.83

Abstract

Praktek buang air besar sembarangan merupakan salah satu masalah sanitasi dan perilaku hidup yang tidak sehat. Tercatat sebanyak 42 KK yang masih melakukan praktik buang air besar sembarangan dari 618 jumlah KK. Permenkes No. 3 Tahun 2014 tentang Komunitas Berbasis Sanitasi Total (STBM) adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara melakukakan sosialisasi dan pemicuan. Tujuan dari program ini yaitu memberikan sosialisasi dan pendampingan penerepana 5 pilar sanitasi total terhadap masyarakat di Desa Jotang. Populasi dalam program ini adalah masyarakat Jotang yang masih melakukan praktik buang air besar sembarangan secara keseluruhan berdasarkan kriteria laki-laki dan perempuan. Hasil program menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan, sikap dan praktik respon tentang perilaku buang air besar setelah diberikan sosialisasi dan kegiatan pendampingan.
KAJIAN SISTEM DRAINASE DI KABUPATEN SUMBAWA: Studi Kasus Di Desa Poto Didin Najimuddin
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v1i2.52

Abstract

Banjir atau genangan di suatu kawasan terjadi apabila sistem yang berfungsi untuk menampung genangan itu tidak mampu menampung debit yang mengalir, hal ini akibat dari tiga kemungkinan yang terjadi yaitu kapasitas sistem yang menurun, debit aliran air yang meningkat, atau kombinasi dari kedua-duanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas saluran drainase eksisting terhadap curah hujan dengan debit rencana kala ulang 5 tahun di Kecamatan Moyo Hilir dan untuk mengetahui model desain saluran darinase agar tidak terjadi genangan air di Kecamatan Moyo Hilir. Data yang di pakai dala perhitungan yaitu data primer yang diperoleh dari survey lapangan dan data sekunder yang diperoleh dari Badan Statistik Sumbawa. Hasil analisis menunjukkan Drainase di kecamatan Moyo Hilir banyak yang tidak dapat berrfungsi secara optimal da tidak terawat sepeti adanya sedimentasi, tertutup tumbuhan dan sampah yang menumpuk. Di daerah ini terdapat 20 saluran primer dan dan saluran sekunder, yang masing – masing pembuangannya ke sungai dan kondisi topfografi di kecamatan Moyo Hilir tidak rata merupakan salah satu faktor terjadinya genangan air pada daerah yang rendah.
ANALISA SISTEM PEMBAGIAN AIR BERSIH PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) SUMBAWA BESAR Didin Najimuddin
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v2i1.61

Abstract

Air bersih untuk keperluan sehari-hari merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat di daerah perkotaan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di daerah perkotaan dibangun beberapa pengolahan air bersih yang di kelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). PDAM kemudian bertugas untuk menyiapkan air bersih dan mendistribusikan kepada masyarakat sebagai konsumen, akan tetapi masih sulit memenuhi kebutuhan masyarakat. Masyarakat sering mengeluh khususnya wilayah Kecamatan Sumbawa karena air yang disalurkan PDAM sering sekali macet bahkan juga keruh. Penelitian ini bertujuan menganalisa system pendistribusian yaitu besar kebutuhan dan tekanan air. Analisa jumlah kebutuhan air berdasarkan jumlah penduduk dan jumlah pelanggaan PDAM dalam satu tahun terakhir, sedangkan Analisa sisa tekanan air menggunakan persamaan Hazen-Williams. Dari hasil penelitian dan Analisa kebutuahan air bersih dan perhitungan sisa tekanan air pada pipa distribusi air bersih PDAM di wilayah Kecamatan Sumbawa maka diperoleh suatu kesimpulan sebagai berikut Besar debit produksi air PDAM Batulanteh Sumbawa Besar adalah 110 liter/detik, sedangkan kebutuhan air berdasarkan jumlah penduduk Kecamatan Sumbawa adalah 113.442 liter/detik.Besar kebutuhan air bersih yang harus disediakan oleh PDAM Batulanteh untuk Kecamatan Sumbawa adalah 228.787,9 m3. Dari analisis pipa distribusi dapat disimpulkan bahwa sisa tekanan pada pipa PVC 300 mm adalah 80,98 m artinya tekanan air dalam pipa masih memenuhi standar, sedangkan pada pipa PVC 250 mm dan PVC 150 mm terjadi kehilangan tekanan air sehingga tidak memenuhi standar yaitu 6.801 m dan 0,4663 m yang artinya air tidak bisa mengalir secara optimal.
Penanggulangan Sedimentasi Pada Bendungan Plara Kabupaten Sumbawa Didin Najimuddin; Israjunna Israjunna; Ady Purnama
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 1 No. 2 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problems with the Plara Dam include the amount of sedimentation so that the water flow retained in the dam is not optimal. One effort to overcome sedimentation is to normalize sedimentation. The availability and need of water do not always meet the needs of life, both for humans, animals and plants. This happens because there is no balance between availability and water demand. Erosion and sedimentation are a series of processes related to the process of weathering, releasing, transporting and settling soil/crust material. With erosion in the watershed and the amount of sedimentation observed in the river flow at the bottom of the catchment is closely related to the hydrological system of the watershed. Rain as input in the hydrological system after experiencing the process will produce output in the form of flowrate and sediment load. The purpose of this study was to determine the volume of sedimentation in the Plara Dam. The method used in this research is to take primary and secondary data. The results of this study are the smallest rainfall intensity occurred in 2011 amounted to 1051.5 mm/sec and the highest occurred in 2016 amounted to 1734.7 mm/sec. Sedimentation volume occurred in the P19 - P20 area of 12129.32 m3 with total sedimentation of the P1-P20 area of 338588.93 m3.
Analisa Dampak Aliran Sungai Terhadap Banjir di Kawasan Pemukiman Brang Bara Kabupaten Sumbawa Israjunna Israjunna; Didin Najimuddin; Ady Purnama; Tri Satriawansyah; Zulkarnaen Zulkarnaen
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 1 No. 2 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flooding is a problem which until now still needs special handling from the government and the community, the maximum average rainfall in Sumbawa sub-district in 2011 was higher than flood conditions while in 2017 the conditions were lower. Hydrological analysis method obtained value of rainfall intensity for a period of 10 years with a duration of five minutes obtained a figure of 219.872 mm and the results of the design flood calculation with a 25-year return period obtained of 865,925 m3 / second. embankment planning for Mitigation efforts in reducing flood problems on the banks of the Brang Bara river can be done re-planning the flood embankment by raising the embankment, making revetment on the cliffs on the left side of the river so that it is not easy to landslides and river normalization. The results of the study prove that the cause of the flooding is not only from large water discharges but also the increase in the number of residents which causes an increase in the volume of waste dumped into the river, the increase in sedimentation obtained causes the river's capacity to decrease.