Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Restorasi dan Perencanaan Struktur Kuda-kuda Istana Bala Gambir Sumbawa Pratiwi Dian Ilfiani; Tri Satriawansyah; Arbi Batulante; Gita Safitri
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 7 No 1 (2023): G-Tech, Vol. 7 No. 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.653 KB) | DOI: 10.33379/gtech.v7i1.1972

Abstract

The palace known as Bala Gambir was established in 1936, under the rule of Dewa Masmawa Sultan Kaharuddin III. Only the foundation of Bala Gambir Palace is left as of right now. This study aims to reveal how the Bala Gambir Palace was formed and to determine the safety of the truss structure. The Bala Gambir Palace has a form that resembles a one-story building with a second level. Due to the balcony in front of the palace, which gives the impression that it is a two-story building. A 13.2 meter span easel structure for Bala Gambir Palace was calculated, and the findings showed that the truss framework met the safe limit depending on the size of the wood utilized, which was 8/18 cm. From the calculation, the actual bending stress value is 14.064 MPa < 14.317 which is the corrected flexural strength design value. The gording's total deflection value is 10.47 17.5 mm, which is the permitted deflection limit. Additionally, it is secure from buckling situations with a value of 32.5 < 50 mm.
KEBIJAKAN MANAJEMEN RESIKO LINGKUNGAN DALAM MEWUJUDKAN KEBERLANJUTAN SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH DI PASAR SEKETENG Ady Purnama; Komang Metty Trisna Negara; Pratiwi Dian Ilfiani; Sri Salsa
Jurnal SainTekA Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v7i1.2330

Abstract

Rendahnya efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pasar, yang menyebabkan kualitas air buangan belum memenuhi standar baku mutu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan manajemen risiko lingkungan dalam mewujudkan keberlanjutan sistem pengolahan air limbah di Pasar Seketeng, Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter BOD dan TSS hasil uji laboratorium masih jauh melebihi ambang batas SNI, dengan efektivitas pengolahan rata-rata hanya 32%. Faktor penyebab utama berasal dari keterbatasan kapasitas IPAL, pemeliharaan yang tidak terjadwal, lemahnya penegakan regulasi, serta rendahnya kesadaran pedagang dalam memilah limbah. Kebijakan yang diterapkan selama ini bersifat kuratif dan belum menyentuh aspek preventif. Untuk mencapai keberlanjutan sistem, perlu dilakukan peningkatan teknologi IPAL, pengawasan rutin oleh instansi terkait, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan dan pengawasan. Implementasi manajemen risiko lingkungan yang komprehensif dinilai mampu menurunkan risiko pencemaran dan meningkatkan efektivitas pengolahan air limbah secara berkelanjutan di Pasar Seketeng.
EVALUASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SUMBAWA Ady Purnama; Komang Metty Trisna Negara; Pratiwi Dian Ilfiani; Pande Anom Santoso
Jurnal SainTekA Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v7i1.2332

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menghasilkan limbah cair dengan potensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di RSUD Sumbawa berdasarkan kondisi eksisting, kesesuaian kualitas effluent terhadap baku mutu, serta efektivitas pengolahannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan mix method melalui observasi lapangan, wawancara, serta analisis laboratorium terhadap parameter BOD, COD, TSS, pH, amonia, minyak dan lemak, serta coliform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas IPAL sebesar 70 m³/hari masih mencukupi untuk mengolah debit limbah aktual sekitar 45,53 m³/hari. Pengujian laboratorium menunjukkan bahwa kualitas air limbah hasil pengolahan telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan dalam Permen LHK No. 68 Tahun 2016 dan Permen LH No. 5 Tahun 2014. Efektivitas pengolahan juga tergolong sangat baik, dengan persentase penyisihan mencapai 98,20% untuk BOD, 82,35% COD, 87,23% amonia, 73,11% minyak dan lemak, serta 99,99% coliform. Hasil ini menunjukkan bahwa IPAL RSUD Sumbawa berfungsi optimal dan mampu menurunkan kandungan pencemar secara signifikan. Dengan demikian, sistem IPAL yang diterapkan sudah sesuai standar dan efektif dalam mencegah pencemaran lingkungan, sehingga mendukung terciptanya lingkungan rumah sakit yang aman dan sehat.