Rendahnya efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pasar, yang menyebabkan kualitas air buangan belum memenuhi standar baku mutu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan manajemen risiko lingkungan dalam mewujudkan keberlanjutan sistem pengolahan air limbah di Pasar Seketeng, Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter BOD dan TSS hasil uji laboratorium masih jauh melebihi ambang batas SNI, dengan efektivitas pengolahan rata-rata hanya 32%. Faktor penyebab utama berasal dari keterbatasan kapasitas IPAL, pemeliharaan yang tidak terjadwal, lemahnya penegakan regulasi, serta rendahnya kesadaran pedagang dalam memilah limbah. Kebijakan yang diterapkan selama ini bersifat kuratif dan belum menyentuh aspek preventif. Untuk mencapai keberlanjutan sistem, perlu dilakukan peningkatan teknologi IPAL, pengawasan rutin oleh instansi terkait, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan dan pengawasan. Implementasi manajemen risiko lingkungan yang komprehensif dinilai mampu menurunkan risiko pencemaran dan meningkatkan efektivitas pengolahan air limbah secara berkelanjutan di Pasar Seketeng.
Copyrights © 2026