Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Resapan Air Hujan dan Reduksi Sampah Organik di Wilayah Permukiman dengan Pembuatan Lubang Resapan Biopori Sophia Shanti Meilani; Wahyu Kartika; Dovina Navanti
Jurnal Sains Teknologi dalam Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020): December 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Genangan air di musim hujan dan tumpukan sampah telah menjadi masalah bagi banyak kota. Masalah lain yang sering dialami adalah kekeringan di musim kemarau yang diakibatkan sedikitnya air hujan yang mengisi kembali rongga tanah. Semakin banyaknya lahan hijau yang berubah fungsi menjadi bangunan menyebabkan berkurangnya daerah resapan air. Dengan berkurangnya daerah resapan air, hujan yang turun tidak meresap kembali ke dalam tanah melainkan mengalir di permukaan.Hal lain yang harus menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah domestik. Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah domestik menimbulkan masalah bagi lingkungan dan kesehatan. Perumahan Mutiara Gading Timur merupakan salah satu tempat di kota Bekasi yang hanya memiliki sedikit daerah resapan air karena sebagian besar lahan telah dipergunakan sebagai rumah atau jalan.Pembuatan lubang resapan biopori dapat menjadi alternatif untuk mengurangi volume air permukaan, meningkatkan tingkat resapan air hujan ke dalam tanah, dan mereduksi sampah organik yang mudah terurai. Lubang resapan biopori dibuat vertikal ke dalam tanah, dengan diameter 10 – 25 cm dan kedalaman sekitar 100 cm. Di bagian atas lubang diisi dengan sampah organik yang kemudian akan terurai menjadi kompos.Adanya kompos di bagian atas lubang biopori akan meningkatkan aktivitas organisme dalam tanah yang membentuk rongga-rongga untuk meresapkan air ke dalam tanah.
Pengomposan Sampah Organik Sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan di Sekolah Dasar Sophia Shanti Meilani; Muamar Rasman
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol 5 No 3 (2021): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta (DIS) Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/je.v5i3.452

Abstract

School is one of waste generation source other than residential. Appropriate school waste management shall be conducted to avoid health problems and environmental pollution. Composting is one of the method in organic waste treatment. Organic waste from Tanah Tinggi Elementary School, Tangerang was composted in composter drum. Raw organic waste was mixed with manure with ratio 2:1, 3:1, and 3:2. Temperature increase during composting and end result composition were observed. Through composting process, the temperature increased from 33-35oC to 40-41oC. Temperature increase implied microorganism activity in decomposing organic waste. Compost product quality indicated the best C/N ratio was resulted from organic waste which waste mixed with manure in 3:1 ratio. Organic waste composting at school will reduce the quantity of waste which shall be transported to final disposal site. Another benefit is to improve awareness in environmental protection. School roles in composting program consist of providing location for composting and disseminating information about the benefit of organic waste composting.
Pemanfaatan Lumpur Instalasi Pengolahan Air Minum sebagai Material Alternatif dalam Pembuatan Paving Block Sophia Shanti Meilani; Wahyu Kartika
Journal of Engineering Environtmental Energy and Science Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : LPPMP Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/bb6jrv33

Abstract

Kebutuhan air bersih di perkotaan sebagian besar dipenuhi melalui pengolahan air sungai. Dari proses pengolahan tersebut terdapat hasil sampingan berupa lumpur yang dapat menimbulkan dampak negatif jika dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi pemanfaatan limbah lumpur dari instalasi pengolahan air minum (IPAM) sebagai bahan substitusi agregat halus pada pembuatan paving block. Lumpur IPAM dikeringkan terlebih dulu, diayak, kemudian dicampur dengan semen dan pasir dalam tiga variasi komposisi (15%, 25%, dan 35%). Setelah proses pengeringan selama 28 hari, sampel diuji kuat tekannya berdasarkan SNI 03-0691-1996. Hanya variasi 15% yang memenuhi standar mutu D dan dapat digunakan untuk area beban ringan seperti taman atau halaman, sedangkan variasi 25% dan 35% tidak memenuhi persyaratan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kadar lumpur dalam paving block menyebabkan penurunan kuat tekan. Kelebihan lain dari pemanfaatan lumpur adalah menurunkan biaya produksi sekitar 5% dan mendukung prinsip ekonomi sirkuler.