Surisman Surisman
Universitas Lampung

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Model Latihan Passing Sepakbola untuk Peningkatan Pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 ardian cahyadi; Surisman Surisman; Herman Tarigan; Satria Armanjaya
Jurnal Speed (Sport, Physical Education, Empowerment) Vol. 4 No. 02 (2021): Jurnal Sport, Physical Education and Empowerment (JSPEED) Volume 4 Nomor 02 No
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan model latihan Passing sepakbola untuk peningkatan latihan dimasa pandemi covid-19. Selain itu, penelitian dan pengembangan ini dilakukan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang pengembangan dan penerapan model passing sepakbola di provinsi Lampung dan mengetahui efektivitas, efisiensi serta daya tarik anak terhadap model yang dibuat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan Research & Development (R & D) dari Borg and Gall dengan subjek penelitian adalah Sekolah Sepakbola (SSB) di Provisi Lampung.Pencapaian yang akan dihasilkan yaitu bagaimana olahraga cabang sepakbola  bisa memperbaiki kualitas atlet dari sedini mungkin dan prestasi semakin maksimal dimasa pandemi covid-19. Hasilnya adalah mendapatkan Model latihan passing sepak bola yang terdiri 30 model passing sepak bola dapat dipergunakan sebagai model pengembangan latihan passing sepak bola pada masa pandemi.
Analisis Kebugaran Fisik Siswa Kelas 7 dan 8 SMPN 37 Bandar Lampung Surisman Surisman; Revi Aditya; Joan Siswoyo; Ade Jubaedi
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Penjaskesrek
Publisher : Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa-siswi SMPN 37 Bandar Lampung dimasa era new normal. Penelitian ini didasari karena belum adanya penelitian kebugaran jasmani siswa-siswi SMPN 37 Bandar Lampung, metode yang digunakan survei langsung dilapangan terhadap subjek penelitian yaitu siswa-siswi SMPN 37 Bandar Lampung kelas 7 dan 8, sebanyak 50 siswa dan 50 siswi. Teknik pengambilan data menggunakan instrumen TKJI 2020 yang terdiri dari 5 instrumen yaitu:  lari 50 meter, angkat badan (pull up), baring duduk (sit up), loncat tegak (vertical jump), dan lari 1200meter siswa atau 800meter siswi. Hasil penelitian dari keseluruhan instrumen yang diuji menunjukan bahwa klasifikasi baik = 1%; sedang = 36%; kurang = 85%; dan kurang sekali = 8%.  Rendahnya kebugaran jasmani siswa-siswi SMPN 37 Bandar Lampung pada era new normal ini dikarena rendahnya aktifitas fisik siswa-siswa atau kegiatan olah raga yang dilakukan. Hal ini disebabkan pembatasan kegiatan belajar secara offline. Kata Kunci: kebugaran fisik, periode new normal, siswa kelas 7 dan 8
Pelatihan Gizi Olahraga Untuk Atlet, Pelatih, dan Guru Pendidikan Jasmani candra kurniawan; Surisman Surisman; Adi S Adi; Dwi Priyono Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.317 KB) | DOI: 10.23960/jpmip.v1i01.61

Abstract

Sports nutrition is a science that studies the relationship between the management of nutritional needs with performance that is beneficial for health, fitness, growth, and fostering sports achievement. The purpose of this PkM activity is to expand the knowledge and understanding of sports, increase competence and develop skills in compiling the need for good nutritional intake for sports through activities. The method used in this PkM activity uses a lecture approach, discussion, guided practice, and evaluation. Furthermore, this PkM activity provides valuable results and conclusions. It positively impacts various knowledge and understanding of the critical role of sports nutrition for the audience of athletes, sports coaches, and physical education teachers, as well as developing skills in formulating appropriate nutritional intake needs in sports activities.
Pengaruh Latihan Lari Pagi dan Malam Hari terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Marta Dinata; Surisman Surisman; Candra Kurniawan
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Penjaskesrek
Publisher : Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif pengaruh latihan lari yang dilaksanakan pada pagi hari dan malam hari terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen  dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 30 orang subjek penderita hiperglikemia ringan yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Kelompok I melakukan latihan lari pada pagi hari (pukul 06.00–07.00 WIB) sebelum makan (fasted state), sedangkan Kelompok II melakukan latihan serupa pada malam hari (pukul 19.00–20.00 WIB) dua jam setelah makan. Intervensi dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu berdurasi 40 menit per sesi. Instrumen pengumpulan data menggunakan alat glukometer digital terkalibrasi melalui pengambilan sampel darah kapiler. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan (paired t-test) dan uji-t independen (independent t-test) pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami penurunan kadar gula darah yang signifikan (p < 0,05). Meskipun demikian, kelompok latihan lari pagi hari memperlihatkan efisiensi reduksi gula darah harian yang lebih stabil akibat optimalisasi sensitivitas insulin. Simpulan dari penelitian ini adalah waktu pelaksanaan latihan lari pagi hari memberikan dampak protektif yang lebih konstan terhadap kestabilan gula darah.Kata kunci: Latihan lari, pagi hari, malam hari, gula darah.
Pengaruh Latihan Circuit training Untuk Peningkatan Power Otot Tungkai dan Power Otot Lengan Dojo KKI Lampung Utara Yoga Herlambang; Fransiskus Nurseto; Joan Siswoyo; Surisman Surisman
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Penjaskesrek
Publisher : Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latihan circuit training merupakan metode latihan yang dirancang untuk meningkatkan kekuatan dan daya eksplosif otot melalui kombinasi gerakan intensif dalam interval waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan circuit training terhadap peningkatan power otot tungkai dan power otot lengan menggunakan pendekatan N-Gain Score. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada 20 subjek yang terdiri dari atlet pemula. Program latihan dilaksanakan 12 kali pertemuan selama 4 minggu dengan frekuensi tiga kali seminggu, pengukuran power otot tungkai dilakukan menggunakan tes vertical jump, sedangkan power otot lengan diukur melalui medicine ball throw. Analisis data menggunakan uji T taraf signifikan 5% dan N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukan (1) Ada pengaruh signifikan latihan circuit training untuk peningkatan power otot tungkai dengan test vertical jump pada kohai karate dengan nilai uji T (P=0,001<0,05) dan nilai N-Gain score 0,589 (kategori sedang)atau 58,9% dengan (kategori cukup efektif) (2) Ada pengaruh signifikan latihan circuit training untuk peningkatan power otot lengan dengan test medicine ball pada kohai karate dengan nilai uji T (P=0,001<0,05)dan nilai N-Gain score 59,9 (kategori sedang) atau 59,95% (kategori cukup efektif), dari penjeleasan tersebut kedua nya mengindikasikan bahwa latihan circuit training memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kedua variabel.Kesimpulan dari penelitian ini adalah, latihan circuit training secara signifikan efektif dalam meningkatkan power otot tungkai dan power otot lengan pada atlet pemula dengan tingkat peningkatan yang masuk dalam kategori sedang dan cukup efektif. Penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan program latihan olahraga berbasis circuit training dan bisa diterapkan pada kelas-kelas kecil atau dojo-dojo karate