p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Panggung Panggung
Jamaludin Jamaludin
Program Studi Desain Interior FSRD ITENAS Bandung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gaya Retro dan Ekplorasi Material dalam Tren Desain Mebel Karya Desainer Muda Indonesia Jamaludin Jamaludin; Iyus Kusnaedi; Edwin Widia
PANGGUNG Vol 28, No 3 (2018): Identitas Kelokalan dalam Keragaman Seni Budaya Nusantara
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5807.612 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v28i3.460

Abstract

AbstractThis article discusses the work of young designers in the field of furniture design that shows the trend of furniture design today. The trend here is the tendency of furniture design characteristics emerged in current Indonesia. Most of the works appeared at national and international furniture fairs which make them recognizable, both nationally and globally. The type of furniture discussed is limited to the design of chairs with rattan and wood materials. Furniture design trends also give an effect to the interior design. The method in this research is observation and critical analysis of furniture design characteristics. The results of observation and analysis show that the design trend of Indonesian furniture generally uses the design style of the 1960s until the 1980s as an inspiration. The design style is now called retro or vintage and is now a trend of the furniture world. In terms of materials, the trend of furniture design today is characterized by the merger of two materials such as rattan with metal or wood with metal.Keywords: retro, trends, furniture design, rattan furniture, young designers. Abstrak Artikel ini mendiskusikan karya desainer muda dalam bidang desain mebel yang menunjukkan tren desain mebel dewasa ini. Tren yang dimaksud adalah kecenderungan karakter desain mebel yang muncul belakangan di Indonesia. Sebagian besar karya-karya desainer muda muncul di pameran mebel skala nasional dan internasional sehingga cepat dikenal baik secara nasional maupun global. Desain mebel yang dibahas dibatasi pada kursi dengan bahan rotan dan kayu.  Tren  desain mebel juga memberi pengaruh pada desain interior. Metode dalam penelitian ini adalah observasi dan analisis kritis mengenai karakteristik desain mebel yang sedang tren karya para desainer muda. Hasil observasi dan analisis menunjukkan bahwa tren desain mebel Indonesia umumnya menggunakan gaya desain tahun 1960-an hingga tahun 1980-an sebagai inspirasi. Gaya desain masa itu sekarang disebut retro atau sekarang menjadi bagian dari tren mebel dunia. Dari segi material, tren desain mebel dewasa ini ditandai dengan penggabungan dua material seperti rotan dengan metal atau kayu dengan metal.Kata kunci:  retro, tren, desain mebel, mebel rotan, desainer muda.
Kajian Estetika Simbolik Mihrab Masjid Raya Al Jabbar Bandung Jamaludin Jamaludin; Boyke Arief TF; Utami Utami
PANGGUNG Vol 34, No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i2.3469

Abstract

Tulisan ini menelusuri makna estetika simbolik bentuk mihrab pada Masjid Raya Al Jabbar Bandung. Bentuk mihrab pada masjid ini berbeda dengan bentuk mihrab masjid konvensional, sehingga menarik untuk dicari latar belakang makna dan konteksnya. Analisis ini mengunakan metode etnografi yaitu dengan membuat analisis deskriptif bentuk mihrab tersebut dikaitkan dengan makna bentuk sejenis yang terdapat pada kebudayaan lokal tempat masjid tersebut berada. Analisis kajian menggunakan makna bentuk dasar pada kebudayaan lokal Sunda, khususnya yang relevan dengan bentuk mihrab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun bentuknya berbeda dengan model mihrab konvensional, tetapi memiliki makna simbolik yang dapat terbaca mengenai nilai religiusitas. Kajian ini diharapkan dapat memberi gambaran umum kepada masyarakat mengenai desain dan arsitektur khususnya masjid dengan desain kontemporer yang tidak lagi berupa bangunan pengulangan dari yang sudah ada, tetapi bentuk baru yang selain berupa bangunan indah dengan desain baru juga mengandung makna yang memperkaya batin manusia.
Gaya Retro dan Ekplorasi Material dalam Tren Desain Mebel Karya Desainer Muda Indonesia Jamaludin Jamaludin; Iyus Kusnaedi; Edwin Widia
PANGGUNG Vol 28 No 3 (2018): Identitas Kelokalan dalam Keragaman Seni Budaya Nusantara
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v28i3.460

Abstract

AbstractThis article discusses the work of young designers in the field of furniture design that shows the trend of furniture design today. The trend here is the tendency of furniture design characteristics emerged in current Indonesia. Most of the works appeared at national and international furniture fairs which make them recognizable, both nationally and globally. The type of furniture discussed is limited to the design of chairs with rattan and wood materials. Furniture design trends also give an effect to the interior design. The method in this research is observation and critical analysis of furniture design characteristics. The results of observation and analysis show that the design trend of Indonesian furniture generally uses the design style of the 1960s until the 1980s as an inspiration. The design style is now called retro or vintage and is now a trend of the furniture world. In terms of materials, the trend of furniture design today is characterized by the merger of two materials such as rattan with metal or wood with metal.Keywords: retro, trends, furniture design, rattan furniture, young designers. Abstrak Artikel ini mendiskusikan karya desainer muda dalam bidang desain mebel yang menunjukkan tren desain mebel dewasa ini. Tren yang dimaksud adalah kecenderungan karakter desain mebel yang muncul belakangan di Indonesia. Sebagian besar karya-karya desainer muda muncul di pameran mebel skala nasional dan internasional sehingga cepat dikenal baik secara nasional maupun global. Desain mebel yang dibahas dibatasi pada kursi dengan bahan rotan dan kayu.  Tren  desain mebel juga memberi pengaruh pada desain interior. Metode dalam penelitian ini adalah observasi dan analisis kritis mengenai karakteristik desain mebel yang sedang tren karya para desainer muda. Hasil observasi dan analisis menunjukkan bahwa tren desain mebel Indonesia umumnya menggunakan gaya desain tahun 1960-an hingga tahun 1980-an sebagai inspirasi. Gaya desain masa itu sekarang disebut retro atau sekarang menjadi bagian dari tren mebel dunia. Dari segi material, tren desain mebel dewasa ini ditandai dengan penggabungan dua material seperti rotan dengan metal atau kayu dengan metal.Kata kunci:  retro, tren, desain mebel, mebel rotan, desainer muda.
Kajian Estetika Simbolik Mihrab Masjid Raya Al Jabbar Bandung Jamaludin Jamaludin; Boyke Arief TF; Utami Utami
PANGGUNG Vol 34 No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i2.3469

Abstract

Tulisan ini menelusuri makna estetika simbolik bentuk mihrab pada Masjid Raya Al Jabbar Bandung. Bentuk mihrab pada masjid ini berbeda dengan bentuk mihrab masjid konvensional, sehingga menarik untuk dicari latar belakang makna dan konteksnya. Analisis ini mengunakan metode etnografi yaitu dengan membuat analisis deskriptif bentuk mihrab tersebut dikaitkan dengan makna bentuk sejenis yang terdapat pada kebudayaan lokal tempat masjid tersebut berada. Analisis kajian menggunakan makna bentuk dasar pada kebudayaan lokal Sunda, khususnya yang relevan dengan bentuk mihrab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun bentuknya berbeda dengan model mihrab konvensional, tetapi memiliki makna simbolik yang dapat terbaca mengenai nilai religiusitas. Kajian ini diharapkan dapat memberi gambaran umum kepada masyarakat mengenai desain dan arsitektur khususnya masjid dengan desain kontemporer yang tidak lagi berupa bangunan pengulangan dari yang sudah ada, tetapi bentuk baru yang selain berupa bangunan indah dengan desain baru juga mengandung makna yang memperkaya batin manusia.