Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Klinik Penulisan Artikel Ilmiah Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Menulis Artikel Ilmiah Di Nanga Pinoh Rindah Permatasari; Linda Dwi Saputri; Wahyu Septiadi
Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): MEI 2022
Publisher : Pusat Riset Manajemen dan Publikasi Ilmiah Serta Pengembangan Sumber Daya Manusia Sinergi Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55983/empjcs.v1i3.140

Abstract

The development of teaching profession is the focus of the government which is always campaigned for the creation of education 4.0. Teachers are not only required to be an educator, but also to be able to develop the teaching profession, one of which is being able to write scientific papers. Based on the results of observations and interviews conducted at SMP N 2 Nanga Pinoh, identified problems faced by partners, namely: (a) Teachers are constrained in writing scientific papers; (b) Teachers do not understand the technique of writing scientific papers; (c) Teachers lack understanding in designing and the stages in classroom action research. This activity aims to improve the understanding and skills of teachers in writing scientific articles. PkM activities are carried out in the form of training with lecture methods, question and answer, group discussions and the practice of making scientific articles. Participants in this training were 20 teachers at SMP N 2 Nanga Pinoh. The test is used to see the teacher's understanding and response to writing scientific papers. The initial test showed an average value of 45.5. Of the 20 participants, only 2 participants scored 70, which means that the participants understood the essence of writing scientific articles by 70%. After the clinical writing of scientific articles was carried out, there were 3 participants who had scores below 70, namely ASR, MW and SH, 17 other participants had understood scientific articles by 70% and the average final test was 74.5. Overall, participants' understanding of the technique of writing scientific articles has increased by 29 points or when viewed from the Gain (N-Gain) normality test of 0.53 in the Medium category. This means that after this activity, on average, the participants experienced an increase in the teacher's understanding and skills in writing scientific articles.
PENERAPAN MEDIA KINCIR ANGKA JENIUS ( KINAJE ) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD KEMUNING DESA TEKELAK KECAMATAN PINOH UTARA Isnanul Khairi; Mukhlisin; Wahyu Septiadi
Masa Keemasan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6 No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/mkjpaud.v6i2.5195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung permulaan pada anak dengan menggunakan media kincir angka jenius di PAUD Kemuning. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan di PAUD Kemuning Desa Tekelak Kecamatan Pinoh Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media kincir angka jenius dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak. Peningkatan kemampuan berhitung anak dapat dilihat dari peningkatan disetiap siklusnya. Pada kondisi awal atau pra-siklus jumlah anak yang kemampuan berhitung permulaan sesuai dengan standar pada kategori berkembang sangat baik (BSB) dan berkembang sesuai harapan (BSH). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kincir angka jenius dapat meningkatkan kemampuan berhitung permulaan.
PENGARUH BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK Nuraini; Wahyu Septiadi
Masa Keemasan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6 No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/mkjpaud.v6i2.5196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan metode bermain peran terhadap kecerdasan spiritual anak pada Kelas A Pinoh Utara. Metode Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah one group Pretest Posttest designs yaitu eksperimen yang dilaksanakan dalam satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding. Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian dengan model O1 X O2 yang dimana pada gambar dibawah ini yang dimaksud adalah O1 merupakan pre-test yaitu dimana peneliti akan memberikan pre-test kepada subjek penelitian. Hasil Penelitian menurut hasil analisa dan pembahasan diketahui nilai rata-rata tes pada uji pre-test adalah 564 dan nilai rata-rata uji post-test 1.184 didapatkan nilai rata-rata tes pada uji post-test lebih tinggi dari pada uji pre-test. Uji statistik deskriptif pada uji welcoxon pre-test dan post-test di peroleh nilai t hitung 3.299 dan t tabel, 14 dengan demikian maka yaitu 14. ≥ Ho tolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan antara bermain peran untuk meningkatkan kecerdasan spiritual anak.
PENERAPAN MEDIA APE WAYANG FABEL UNTUK KETERAMPILAN MENYIMAK ANAK DALAM MENDENGARKAN CERITA DI RA BINA INSANI SUNGAI TEBELIAN Alya Fitria; Mukhlisin; Wahyu Septiadi
Masa Keemasan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6 No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/mkjpaud.v6i1.4908

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan media APE wayang fabel untuk keterampilan menyimak anak dalam mendengarkan cerita di Ra Bina Insani Sungai Tebelian. Permasalahan yang peneliti alami yaitu kurangnya penggunaan media saat bercerita membuat keadaan kelas menjadi kurang kondusif dan beberapa anak kurang menyimak cerita guru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, serta dokumentasi kegiatan mendongeng dikelas. Subjek penelitian ini adalah anak kelas B Ra Bina Insani Sungai Tebelian sedangkan objek penelitian yaitu keterampilan menyimak anak dalam mendengarkan cerita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, serta dokumentasi kegiatan mendongeng dikelas. Subjek penelitian ini adalah anak kelas B Ra Bina Insani Sungai Tebelian sedangkan objek penelitian yaitu keterampilan menyimak anak dalam mendengarkan cerita. Berdasarkan hasil dari penelitian setelah dilakukan observasi langsung dan wawancara menunjukkan bahwa perolehan observasi menggunakan penilaian ceklis yang diukur dengan sebilan indikator dan wawancara dengan guru kelas bahwa tingkat pencapaian keterampilan menyimak anak yang MB 2 orang, anak yang BSH 4 orang, dan anak yang BSB 7 orang. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan media APE wayang fabel untuk keterampilan menyimak pada anak kelas B di Ra Bina Insani Sungai Tebelian.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun Di PAUD Lentera Kita Yohana; Wahyu Septiadi; Mukhlisin
Masa Keemasan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6 No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/mkjpaud.v6i1.4909

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pola asuh orang tua terhadap kemampuan berbicara anak khususnya pada siswa PAUD kelompok B di PAUD Lentera Kita. Metode penelitian menggunakan kuantitatif. Jenis penelitian Ex-post Facto. Populasi penelitian seluruh anak di PAUD Lentera Kita yang berjumlah 11 orang anak, sedangkan sampel penelitian adalah siswa yang mengalami keterlambatan berbicara yaitu sebanyak 3 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket dan dokumentasi. Analisis data penelitian menggunakan uji deskriptif, uji normalitas dan uji wilcoxon. Hasil penelitian pola asuh orang tua terhadap perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun di PAUD Lentera Kita Desa Sungai Labuk menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai (2-tailed) sebesar -2.737 dan Asymp Sig (2-tailed) sebesar 0.002 ≤ 0,05 atau lebih kecil dari 0.05, maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Kesimpulan penelitian terdapat pengaruh pola asuh orang tua terhadap perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun di PAUD Lentera Kita Desa Sungai Labuk.
PENERAPAN RESTITUSI DISIPLIN POSITIF PADA ANAK USIA DINI DI SATUAN PENDIDIKAN PAUD CAHAYA PELITA Mesiana; Wahyu Septiadi; M.Akip
Masa Keemasan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6 No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/mkjpaud.v6i1.4916

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi Restitusi Disiplin Positif  pada Anak Usia Dini di Unit Pendidikan Anak Usia Dini Cahaya Pelita. Sebanyak 16 siswa berpartisipasi dalam penelitian ini, terdiri dari 9 laki-laki dan 7 perempuan. Penelitian ini menemukan bahwa 95% dari 16 siswa menunjukkan perubahan yang signifikan dalam respons mereka terhadap pertanyaan bergambar terkait restitusi. Hasil penelitian dengan Indikator Sikap dan skala penilaian yang dikemukakan oleh Vaandering, D. (2020), di dapatkan bahwa Skala Penilaian dalam kategori Masih Berkembang (MB) terdapat 12,5 % artinya ada 2 orang peserta didik yang indikator sikapnya adalah Menunjukkan sikap bertanggung jawab atas tindakannya serta Mampu mengungkapkan perasaan saat/setelah melakukan kesalahan atau melihat teman berbuat salah, Skala Penilaian dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) terdapat 62,5% artinya ada 10 orang peserta didik yang indikator sikapnya adalah 3 orang peserta didik Mampu mengenali tindakan yang benar dan salah, 3 orang peserta didik Mampu mengungkapkan perasaan saat/setelah melakukan kesalahan atau melihat teman berbuat salah, 1 orang peserta didik Mampu mencari ide solusi untuk memperbaiki kesalahan (restitusi), 2 orang peserta didik Menunjukkan inisiatif untuk memperbaiki kesalahan (berani meminta maaf, merapikan, membantu) dan 1 orang peserta didik Menunjukkan sikap bertanggung jawab atas tindakannya. Skala penilaian dalam kategori Berkembang Sangat Baik terdapat 25% artinya ada 4 orang peserta didik yang indikator sikapnya adalah 1 orang peserta didik Mampu mengungkapkan perasaan saat/setelah melakukan kesalahan atau melihat teman berbuat salah, 2 orang peserta didik Mampu mencari ide solusi untuk memperbaiki kesalahan (restitusi) dan 1 orang peserta didik Menunjukkan sikap bertanggung jawab atas tindakannya.