Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Metode Audiovisual dan Metode Konvensional Terhadap Pengetahuan Basic Life Support Pada Masyarakat Pesisir di Wilayah Kerja Puskesmas Soropia Rusna Tahir
Jurnal Keperawatan Vol 3 No 01 (2019): JURNAL KEPERAWATAN : JURNAL PENELITIAN DISIPLIN ILMU KEPERAWATAN
Publisher : STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.274 KB) | DOI: 10.46233/jk.v3i01.4

Abstract

Kasus gawat darurat yang menyebabkan kematian di daerah pesisir Kecamatan Soropia pada tahun 2017 diperkirakan sebesar 25%. Angka ini menjadi gambaran rendahnya pengetahuan dan kemampuan bantuan hidup dasar masyarakat setempat yang belum mampu melakukan tindakan penyelamatan (bantuan hidup dasar bagi orang awam) bila menemukan kasus gawat darurat di lingkungan kerja, tempat tinggal dan di tempat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan dengan metode audiovisual dan metode konvensional terhadap pengetahuan basic life support masyarakat pesisir di wilayah kerja Puskesmas Soropia. Metode penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pre dan post test non equivalent control grup. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat pesisir. Teknik pengambilan sampel dengan nonprobability sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk mengukur pengetahuan masyarakat pesisir tentang basic life support. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode konvensional lebih efektif meningkatkan pengetahuan basic life support masyarakat pesisir (p=0,028). Keberhasilan metode pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya media, karakteristik penerima materi serta lama pemberian materi. ABSTRACT Emergency cases that cause deaths in the coastal area of ​​Soropia District in 2017 are estimated at 25%. This figure illustrates the low level of basic life support knowledge and capabilities of local people who have not been able to carry out rescue actions (basic life support for lay people) when finding emergency cases in work environments, places of residence and in public places. This study aims to determine the effectiveness of counseling with audiovisual methods and conventional methods on basic life support knowledge of coastal communities in the work area of ​​Soropia Health Center. The research method used a quasi-experimental design with a pre and post non-equivalent control group approach. The population in this study were coastal communities. Sampling technique with nonprobability sampling. The instrument used in this study is a questionnaire to measure the knowledge of coastal communities about basic life support. The results showed that the conventional method was more effective in improving basic life support knowledge of coastal communities (p = 0.028). The success of the learning method is influenced by several factors including the media, the characteristics of the recipient of the material and the length of material administration keyword : basic life support knowledge, audiovisual method, conventional method,
Edukasi Kesehatan Pola Hidup Sehat dan Pencegahan Penularan COVID-19 sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Lansia Rusna Tahir; Muhaimin Saranani; Sahmad Sahmad
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.019 KB) | DOI: 10.36990/jippm.v2i2.408

Abstract

The COVID-19 pandemic has had a global impact on various aspects of life, especially the health of the elderly. This Community Service aims as an effort to increase the knowledge of the elderly regarding a healthy lifestyle and the prevention of transmission of COVID-19. The method used is health education. Community Service involves the participation of the elderly who are members of the Posyandu group for the elderly in Bungkutoko Village, Nambo Health Center Work Area, a total of 30 elderly. Community Service was enthusiastically attended by all participants and showed that health education is always important to implement as an effort to improve a healthy lifestyle and prevent COVID-19 by the elderly.
SKRINING DAN TATALAKSANA KECEMASAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PENDERITA HIPERTENSI PADA MASYARAKAT PESISIR DESA BOKORI KECAMATAN SOROPIA Dewi Sartiya Rini; Rusna Tahir; Sitti Muhsinah
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v2i2.708

Abstract

Desa Bokori adalah salah satu daerah di wilayah pesisir Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe yang terletak diantara bukit dan lautan. Masyarakat Desa Bokori dengan segala keterbatasan fasilitas dan lokasi wilayah yang cukup jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan menyebabkan penanganan kesehatan dilakukan dengan tradisional. Bahkan masyarakat terkadang enggan untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan yang terletak di kecamatan karena jaraknya yang lumayan jauh serta terbiasa dengan pengobatan yang turun temurun dilakukan di desa tersebut. Begitupun dengan kejadian hipertensi yang cukup meningkat jumlahnya di desa tersebut tidak menjadi masalah yang urgen oleh warga serta aparat desa. Menurut mitra, tekanan darah yang tinggi tidak menjadi masalah bagi mereka untuk beraktivitas. Tuntutan ekonomi mengalihkan mereka dari rasa tidak nyaman akibat tekanan darah yang meningkat (hipertensi). Perasaan cemas tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari menjadi alasan utama warga untuk tetap bekerja walaupun kondisi fisik yang tidak nyaman akibat hipertensi
SKRINING GOLONGAN DARAH PADA SISWA SISWI MTS TRIDANA MULYA KONAWE SELATAN Ahmad Zil Fauzi; Julianti Isma Sari; Rusna Tahir; Intan Ria Nirmala; Aswiro Hasan
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2595

Abstract

Blood type screening is an important preventive and promotive effort in increasing health awareness from school age. This community service activity aims to conduct initial blood type screening and increase understanding of the importance of knowing blood type and rhesus factor. The implementation method of the activity includes preparation carried out in coordination with the school, provision of tools and materials for blood type examination. The implementation stage begins with providing health education about the ABO and Rhesus blood type systems, followed by blood type examination using the agglutination method using capillary blood samples. The evaluation stage is carried out by recording the results of the examination. The results of the activity showed that 97 people had their blood types known, consisting of 30 people with blood type A, 19 people with B, 10 people with AB and 38 people with O, and 97 people had positive rhesus results. In conclusion, the blood type screening activity for students at MTS Tridana Mulya went well and provided educational benefits, so it is hoped that it can become a routine activity in supporting school health programs and student health preparedness. ABSTRAKSkrining golongan darah merupakan upaya preventif dan promotif penting dalam meningkatkan kesadaran kesehatan sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining awal golongan darah dan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya mengetahui golongan darah dan faktor rhesus. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi persiapan yang dilakukan dengan koordinasi bersama pihak sekolah, penyediaan alat dan bahan pemeriksaan golongan darah. Tahap pelaksanaan diawali dengan pemberian edukasi kesehatan tentang sistem golongan darah ABO dan Rhesus, dilanjutkan dengan pemeriksaan golongan darah metode aglutinasi menggunakan sampel darah kapiler. Tahap evaluasi dilakukan melalui pendataan hasil pemeriksaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 97 orang diketahui golongan darahnya yang terdiri dari golongan darah A sebanyak 30 orang, B sebanyak 19 orang, AB 10 orang dan O sebanyak 38 orang dan 97 orang memiliki hasil rhesus positif. Kesimpulannya, kegiatan skrining golongan darah siswa siswi MTS Tridana Mulya berjalan dengan baik dan memberikan manfaat edukatif, sehingga diharapkan dapat menjadi kegiatan rutin dalam mendukung program kesehatan sekolah dan kesiapsiagaan kesehatan peserta didik.