Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Kadar Protein Dan Tingkat Kesukaan Nugget Ikan Gabus Dengan Penambahan Tepung Wortel Yulianti, Yulianti; Mutia, Khairun
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 1 Nomor 1 April 2018
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.478 KB) | DOI: 10.32662/gatj.v1i1.165

Abstract

Snakehead fish one species of freshwater having high protein content. In addition snakehead fish has a lot of meat and white so that it can be processed into products such as nuggets. The addition of carrot flour nuggets in processing aims to increase the nutritional value and reduce the use of a binder such as flour. This research uses the method developed consists of two phases,  in the first making carrot flour and the second phase of making nuggets snakehead fish with formulation flour carrot (20g , 30g, 40g) , tapioca flour ( 80g , 90g, 70g) and wheat flour (50g, 30g, 40g). Data analysis using a completely randomized design (CRD) with three time test. The results snakehead fish nuggets are a high protein content from 16.03 to 24.7% and and favored by the panel both in terms of taste, color, aroma and texture. Keyword : snakehead fish, nugget, carrot
Pengaruh Penambahan Tepung Ikan Cakalang Pada Mie Kering Yang Bersubtitusi Tepung Ubi Jalar Yulianti, Yulianti
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 1 Nomor 2 October 2018
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.385 KB) | DOI: 10.32662/gatj.v1i2.418

Abstract

Ubi jalar salah satu jenis umbi-umbian yang mengandung karbohidrat yang tinggi. Pengolahan ubi jalar menjadi mie kering sudah dilakukan namun mie kering yang dihasilkan mengandung protein yang rendah sehingga perlu ditambahkan alternatif sumber protein dari bahan lain seperti tepung ikan cakalang. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan (A1: tepung ubi jalar 20%, tepung ikan cakalang 50%, tepung terigu 30%, A2 : tepung ubi jalar 50%, tepung ikan cakalang 30%, tepung terigu 20%, dan A3: tepung ubi jalar 70%, tepung ikan cakalang 20%, tepung terigu 10%,) dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan kadar protein mie kering yang dihasilkan berkisar antara 10-11,93% dan kadar karbohidrat 31-35%. Sedangkan uji organoleptik menunjukkan panelis agak suka pada perlakuan A1 dan A2 sedangkan perlakuan A3 disukai oleh panelis baik dari segi warna, aroma, rasa, dan tekstur.
PENAMBAHAN TEPUNG IKAN CAKALANG SEBAGAI SUMBER PROTEIN PADA PEMBUATAN BUBUR TALAS INSTAN Yulianti Yulianti
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.019 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v7i3.394

Abstract

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN DI DESA WINDU KECAMATAN BIAU KABUPATEN GORONTALO UTARA PROVINSI GORONTALO Yulianti Yulianti; Ida Astuti; A. Khairun Mutia
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v4i1.1989

Abstract

Program kemitraan masyarakat (PKM) di Desa Windu Kecamatan Biau KabupatenGorontalo Utara berkerja sama dengan dua mitra yaitu kelompok Molilingga dan kelompokMohuyula. Dengan adanya kegiatan Program Kemitraan Masyarakat dapat membantupermasalahan mitra. Tujuan Program Kemitraan Masyarakat ini yaitu untuk melakukanpemberdayaan masyarakat dengan sentuhan ilmu dan teknologi untuk meningkatkanketrampilan dan pendapatan ekonomi mitra melalui pengolahan hasil perikanan. Permasalahanyang dihadapai mitra yaitu minimnya pengetahuan tentang teknologi pengolahan hasilperikanan, hasil tangkapan yang melimpah dan nilai jual rendah dan jarak antara desa dengankota yang tergolong jauh menyebabkan hasil tangkapan tidak segar sehingga harga rendah dipasar. Untuk memecahkan masalah yang dihadapi mitra dilakukan pelatihan dan pendampingandalam mengolah hasil perikanan menjadi produk modern yang bernilai jual tinggi dan teknikpenanganan pasca tangkap yang tepat. Metode pelaksanan kegiatan dilakukan dengan cara (1)pengenalan produk hasil perikanan modern yang bergizi yang proses pengolahannya tidakmembutuhkan peralatan modern, (2) pelatihan dan pendampingan pembuatan produk hasilperikanan modern yang kaya akan gizi dan (3) pelatihan dan pendampingan teknik penangananpasca tangkap yang baik dan tepat. Hasil dari kegiatan ini yaitu meningkatnya pengetahuan danketerampilan mitra dalam mengolah hasil perikanan.Kata Kunci : Hasil Perikanan, Penanganan, Pengolahan, Pelatihan, Pendampingan, Windu
SENSORI, KADAR ASAM OKSALAT DAN KALSIUM OKSALAT BUBUR INSTAN TALAS-IKAN CAKALANG YANG DISUPLEMENTASI TEPUNG LABU KUNING [The Sensory, Oxalate Acid and Calcium Oxalate Content of Taro- Skipjack Fish Porridge Instant Supplemented by Pumpkin Flour] Yulianti Yulianti; Bayu ST Basri
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol 25, No 1 (2020): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v25i1.19-26

Abstract

The development of taro flour as raw material for instant porridge requires the addition of other constituents to improve the quality of sensory and nutrition. The research aimed to determine the effect of the addition of pumpkin flour to the level of preference and content of oxalic acid and calcium oxalate instant taro-skipjack fish. The study used a Completely Randomized Design with the treatment of 3 concentrations of pumpkin flour (5%, 10%, 15%) applied to taro-skipjack fish-taro flour as an instant porridge material. The results showed that the level of panelists' preference increased with increasing concentrations of pumpkin flour. The treatment of pumpkin flour 15% produced the best sensory instant pulp both in terms of color, taste, aroma, and texture. The content of oxalic acid and calcium oxalate in the treatment was 0.54 mg / 100 g and 2.41 mg / 100 g, respectively.
Ekstraksi Beta Karoten Dari Buah Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis) Dengan Dua Jenis Pelarut I Made Widiantara; Yulianti Yulianti; Bayu Setiawan Basri
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.932 KB) | DOI: 10.32662/gatj.v3i1.1198

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan volume heksana dan petroleum eter yang tepat untuk mengekstrak beta karoten dari buah kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan tiga kali ulangan, perlakuan ini dilakukan dengan membedakan jumlah dari dua pelarut yang digunakan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa total padatan tertinggi yaitu pada perlakuan pelarut campuran antara heksana 250 ml: petroleum eter 250 ml dengan jumlah 96,28%, rendemen tertinggi diperoleh pada campuran heksana 250 ml : petroleum eter 250 ml dengan jumlah 2,73%, kandungan beta karoten tertinggi yaitu pada campuran heksana 125 ml : petroleum eter 375 ml dengan jumlah 0,71 ppm. Dan efektivitas pelarut heksana dan petroleum eter yang terbaik dalam melarutkan beta karoten adalah perlakuan ketiga dengan pencampuran heksana 125 ml : petroleum eter 375 ml menghasilkan 0,71 ppm kadar beta karoten.
Bubur Talas Instan dengan Penambahan Tepung Ikan Cakalang dan Tepung Labu Kuning Yulianti Yulianti; Bayu ST Basri
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 11, No 2 (2019): Vol. (11) No. 2, Oktober 2019
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.587 KB) | DOI: 10.17969/jtipi.v11i2.14310

Abstract

Talas merupakan pangan yang mengandung karbohidrat tinggi yang kurang termanfaatkan. Salah satu produk olahan yang bisa menggunakan talas sebagai bahan baku yaitu bubur instan. Disisi lain talas mengandung komponen gizi seperti protein, vitamin dan gizi lain yang sangat sedikit sehingga perlu dilakukan penambahan dari bahan lain untuk menghasilkan produk olahan yang bergizi. Penelitian ini menggunakan metode eskperimen dengan tiga perlakuan. Perlakuan yang digunakan yaitu tepung talas 70% dan  tepung ikan cakalang 30% dengan menambahkan tepung labu kuning dengan konsentrasi berbeda. Adapun konsentrasi tepung labu kuning yang digunakan yaitu   A1 : tepung labu kuning   5%, A2 : tepung labu kuning  10%   dan A3 : tepung labu kuning 15 %. Setiap perlakuan dilakukan tiga kali ulangan dan data yang dihasilkan akan diolah dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dilakukan uji lanjut menggunakan uji lanjut duncan. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan terbaik pada perlakuan A3 dengan kadar air 9,02%, kadar abu 5,39%, kadar protein 33,77%, kadar lemak 2,09%, kadar serat 1,82%, kadar karbohidrat 46,96% dan kadar provitamin A (beta karoten) 2,47 mg.