Beni Andika
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pewarisan Seni Rapa’i dabo’ih sebagai Reproduksi Budaya di Perkampungan Bekas Evakuasi Pascatsunami Aceh Fani Dila Sari; Beni Andika
PANGGUNG Vol 30, No 3 (2020): Pewarisan Seni Budaya: Konsepsi dan Ekspresi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.01 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v30i3.1269

Abstract

ABSTRACTThe evacuation of victims of the Aceh tsunami in 2004 in the CARE refugee camps formed sociology as a new community despite having different ethnographic backgrounds from various parts of the Aceh coast. Interestingly, the cultural arts practices that exist in CARE village to date are the performing arts that developed in Pulo Aceh before the tsunami, namely Rapa’iDabo’ih. Seeing the symptoms of cultural reproduction is interesting to study because the refugees came from various regions in Aceh. The purpose of this study was to determine the factors of cultural reproduction and how to implement them in the art work of Rapa’i dabo’ih by the Bungong Sitangkee group. The research is qualitative research. Cultural reproduction in traditional arts through the presentation of the Rapa’i Daboih performance of the Sitangkee Group is the focus of this research. The theoretical basis used is the thought of cultural reproduction put forward by Pierre Bourdieu. The cultural reproduction of Rapa’i dabo’ih by the Bungong Sitangkee group is a system of cultural inheritance, namely the maintenance of knowledge and experience from one generation to the next.Keywords: Cultural Reproduction, Post-Tsunami, Rapa’i dabo’ih, Bungong Sitangkee Group, and CARE Evacuation.ABSTRAKEvakuasi korban tsunami Aceh tahun 2004 di pengungsian CARE membentuk sosiologi sebagai komunitas masyarakat baru meski memiliki latar belakang etnografi yang berbeda dari berbagai penjuru pesisir Aceh. Menariknya, praktik-praktik seni budaya yang eksis di perkampungan CARE hingga saat ini adalah seni pertunjukan yang berkembang di Pulo Aceh sebelum masa tsunami, yakni Rapa’i dabo’ih. Melihat gejala reproduksi budaya tersebut menjadi menarik untuk diteliti sebab para pengungsi berasal dari berbagai daerah di Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor terjadinya reproduksi budaya dan bagaimana implementasinya dalam garapan seni Rapa’i dabo’ih oleh grup Bungong Sitangkee. Penelitian adalah penelitian kualitatif. Reproduksi budaya dalam kesenian tradisional melalui penyajian pertunjukan Rapa’i daboih Grup Sitangkee adalah fokus dalam penelitian ini. Landasan teoritis yang digunakan adalah pemikiran reproduksi budaya yang dikemukakan oleh Pierre Bourdieu. Reproduksi budaya Rapa’i dabo’ih oleh grup Bungong Sitangkee adalah sistem pewarisan budaya yaitu sebagai pemeliharaan pengetahuan dan pengalaman dari satu generasi ke generasi berikutnya.Kata kunci: Reproduksi budaya, Pascatsunami, Rapa’i dabo’ih, Grup Bungong Sitangkee, dan Pengungsian CARE.
Implementasi Metode WASPAS Dalam Mengukur Kinerja Karyawan Leonardo Sakti Siregar; Beni Andika; Widiarti Rista Maya
Jurnal Sistem Informasi Triguna Dharma (JURSI TGD) Vol. 2 No. 4 (2023): EDISI JULI 2023
Publisher : STMIK Triguna Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53513/jursi.v2i4.5391

Abstract

Perusahaan harus melakukan pengukuran kinerja karyawan agar setiap karyawan dapat bekerja lebih profesional lagi untuk mencapai sebuah tujuan atau target perusahaan. PT. SHOPEE EXPRESS di Medan, masih melakukan pengukuran kinerja karyawan secara manual. Pengukuran secara manual terdapat sebuah kelemahan seperti perusahaan tersebut akan sulit dalam melakukan pengumpulan, penganalisaan, dan membuat sebuah kesimpulan tentang kinerja setiap karyawan. Untuk membantu PT. SHOPEE EXPRESS dalam melakukan pengukuran kinerja karyawan yang lebih baik kedepannya, maka dibutuhkan sebuah Sistem Pendukung Keputusan yang merupakan sistem berbasis web dengan menggunakan metode WASPAS untuk mendapatkan nilai tertinggi hingga nilai terendah pada kinerja karyawan. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, Sistem Pendukung Keputusan berhasil dibangun untuk mengukur kinerja karyawan pada PT. SHOPEE EXPRESS.
Pewarisan Seni Rapa’i dabo’ih sebagai Reproduksi Budaya di Perkampungan Bekas Evakuasi Pascatsunami Aceh Fani Dila Sari; Beni Andika
PANGGUNG Vol 30 No 3 (2020): Pewarisan Seni Budaya: Konsepsi dan Ekspresi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i3.1269

Abstract

ABSTRACTThe evacuation of victims of the Aceh tsunami in 2004 in the CARE refugee camps formed sociology as a new community despite having different ethnographic backgrounds from various parts of the Aceh coast. Interestingly, the cultural arts practices that exist in CARE village to date are the performing arts that developed in Pulo Aceh before the tsunami, namely Rapa’iDabo’ih. Seeing the symptoms of cultural reproduction is interesting to study because the refugees came from various regions in Aceh. The purpose of this study was to determine the factors of cultural reproduction and how to implement them in the art work of Rapa’i dabo’ih by the Bungong Sitangkee group. The research is qualitative research. Cultural reproduction in traditional arts through the presentation of the Rapa’i Daboih performance of the Sitangkee Group is the focus of this research. The theoretical basis used is the thought of cultural reproduction put forward by Pierre Bourdieu. The cultural reproduction of Rapa’i dabo’ih by the Bungong Sitangkee group is a system of cultural inheritance, namely the maintenance of knowledge and experience from one generation to the next.Keywords: Cultural Reproduction, Post-Tsunami, Rapa’i dabo’ih, Bungong Sitangkee Group, and CARE Evacuation.ABSTRAKEvakuasi korban tsunami Aceh tahun 2004 di pengungsian CARE membentuk sosiologi sebagai komunitas masyarakat baru meski memiliki latar belakang etnografi yang berbeda dari berbagai penjuru pesisir Aceh. Menariknya, praktik-praktik seni budaya yang eksis di perkampungan CARE hingga saat ini adalah seni pertunjukan yang berkembang di Pulo Aceh sebelum masa tsunami, yakni Rapa’i dabo’ih. Melihat gejala reproduksi budaya tersebut menjadi menarik untuk diteliti sebab para pengungsi berasal dari berbagai daerah di Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor terjadinya reproduksi budaya dan bagaimana implementasinya dalam garapan seni Rapa’i dabo’ih oleh grup Bungong Sitangkee. Penelitian adalah penelitian kualitatif. Reproduksi budaya dalam kesenian tradisional melalui penyajian pertunjukan Rapa’i daboih Grup Sitangkee adalah fokus dalam penelitian ini. Landasan teoritis yang digunakan adalah pemikiran reproduksi budaya yang dikemukakan oleh Pierre Bourdieu. Reproduksi budaya Rapa’i dabo’ih oleh grup Bungong Sitangkee adalah sistem pewarisan budaya yaitu sebagai pemeliharaan pengetahuan dan pengalaman dari satu generasi ke generasi berikutnya.Kata kunci: Reproduksi budaya, Pascatsunami, Rapa’i dabo’ih, Grup Bungong Sitangkee, dan Pengungsian CARE.
Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Administrasi Dengan Metode Customer Satisfaction Index (CSI) Ricky Raynaldi Sembiring; Beni Andika; Jufri Halim
Jurnal Sistem Informasi Triguna Dharma (JURSI TGD) Vol. 4 No. 2 (2025): EDISI MARET 2025
Publisher : STMIK Triguna Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53513/jursi.v4i2.9697

Abstract

PT. Terang Karya Prima, sebuah perusahaan properti perumahan subsidi, menghadapi tantangan dalam memperoleh informasi mendalam tentang kepuasan konsumen terhadap pelayanan administrasi. Kepuasan konsumen menjadi kunci dalam membangun loyalitas pelanggan, dan kurangnya informasi dapat mengarah pada kehilangan pelanggan. Untuk mengatasi ini, perusahaan membutuhkan metode Customer Satisfaction Index (CSI) yang efektif dan sistem pendukung keputusan untuk mengambil keputusan yang tepat guna meningkatkan kualitas layanan administrasi. Dengan menerapkan CSI dan sistem pendukung keputusan, PT. Terang Karya Prima dapat memperoleh data yang relevan dan akurat mengenai kepuasan konsumen. Data ini memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi area-area di mana pelayanan administrasi dapat ditingkatkan, sehingga dapat memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan secara lebih efektif. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa implementasi metode CSI telah berhasil dalam berbagai konteks, mulai dari layanan manajemen di perguruan tinggi hingga industri jasa. Dengan menggunakan pendekatan ini, PT. Terang Karya Prima memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas layanan administrasi mereka, mempertahankan pelanggan, dan memperkuat reputasi mereka di pasar properti perumahan subsidi.
Pembuatan Informasi Perpustakaan SMP Negeri 1 Gunung Malela Kabupaten Simalungun Puji Sari Ramadhan; Zulkarnain, Iskandar; Badrul Anwar; Mukhlis Ramadhan; Beni Andika; Masyuni Hutasuhut
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEK Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : STMIK Triguna Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53513/abdi.v5i2.11992

Abstract

Dengan pesatnya perkembangan teknologi, khususnya di bidang teknologi informasi, akses terhadap informasi kini menjadi semakin mudah melalui berbagai media, baik cetak maupun elektronik. Bagi para pelajar di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi, sistem informasi memiliki peran penting dalam proses penyampaian dan akses informasi. Saat ini, banyak sekolah mulai mengoptimalkan penggunaan teknologi guna menunjang kelancaran proses belajar mengajar serta aktivitas lainnya. Namun, di Yayasan Pendidikan Jabal Nur, proses pencatatan nilai siswa masih dilakukan secara manual dengan tulisan tangan. Kondisi ini menimbulkan berbagai kendala, terutama mengingat waktu yang terbatas dan jumlah siswa yang cukup banyak. Pengisian raport secara manual membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, sehingga menjadi beban tersendiri bagi tenaga pendidik di sana. Oleh karena itu, diperlukan perancangan aplikasi raport berbasis website untuk membantu mengatasi masalah yang kerap muncul setiap akhir semester. Aplikasi ini diharapkan mampu mendukung guru dan wali kelas dalam mengelola nilai siswa secara efisien, serta memungkinkan proses penilaian dan pembuatan raport dilakukan secara online, sehingga menghemat waktu dan tenaga.