Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH SENAM REUMATIK TERHADAP INTENSITAS NYERI SENDI PADA LANSIA DENGAN ARTRITIS REUMATOID DI BALAI PERLINDUNGAN SOSIAL TRESNA WERDHA Ganjar Safari; Yayu
Healthy Journal Vol. 6 No. 1 (2018): HEALTHY JOURNAL | Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.349 KB)

Abstract

Perubahan kondisi fisik pada lansia diantaranya adalah menurunnya kemampuan muskuloskeletal ke arah yang lebih buruk, adapun penyakit dalam sistem muskuloskeletal salah satunya adalah artritis rheumatoid. Jumlah penderita artritis rematoid di dunia saat ini telah mencapai angka 355 juta jiwa. Salah satu penanganan artritis reumatoid ialah dengan terapi non farmakologis dengan latihan fisik.Senam reumatik merupakan jenis senam ringan yang mengatasi keluhan yang biasa muncul pada artritisreumatoid.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam reumatik terhadap intensitas nyeri sendi pada lansia dengan artritis reumatoid. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimentone group pretest posttest, jumlah sampel 41 responden dengan metode purposive sampling. Menggunakan alat ukur skala nyeri numerik 0-10. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh senam reumatik terhadap intensitas nyeri sendi pada lansia dengan artritis reumatoid. Dilihat dari hasil didapatkan P. Value sebesar 0,000< ? 0,05. Saran dari penelitian ini adalah nyeri sendi akibat artritis reumatoid dapat dikurangi dengan tindakan nonfarmakologis ialah dengan senam reumatik Kata kunci : Senam reumatik, artritis reumatoid dan intensitas nyeri
Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Kotabaru Yayu; Saipudin
JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : PPJP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the effect of the PAD effectivity ratio and APBD efficiency ratio on economic growth in the Kotabaru district. To answer the problem, Multiple Linear Regression Analysis is used. The data used in this study are secondary data on the budget realization report at constant prices based on business 2010 - 2018. The results of the research based on Multiple Linear Regression analysis show that the PAD effectivity ratio has a significant effect on economic growth in Kotabaru Regency, and APBD efficiency significant affects economic growth in the Kotabaru district.
Pendidikan, Pendapatan Keluarga, Asupan Protein Hewani, Durasi Pemberian ASI Ekslusif dan MP-ASI Dengan Kejadian Stunting Pada Usia 12-24 Bulan di Kp. Pagadungan Tahun 2025 Roslina; Rita Ariesta; Daini Zulmi; Yayu
Jurnal Obstretika Scientia Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor, karakteristik orang tua, tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, pemberian asupan makanan, serta praktik pemberian MP-ASI. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 responden. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan distribusi,sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil berdasarkan analisis univariat, sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (52,6%), pendidikan terakhir SD (55,3%). Memiliki pendapatan Rp 1.000.000 (52,6%), sera memberikan asupan sesuai (65,8%). Mayoritas responden memberikan MP-ASI pada usia >6 bulan (57,9%) dan durasi pemberian sesuai (66,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pendidikan dengan status gizi anak (p = 0,02), pendapatan dengan status gizi anak (p = 0,03), Asupan dengan status gizi anak (p = 0,01), MP-ASI dengan status gizi anak (p =0,04), Durasi pemberian makanan dengan status gizi anak (p =0,02). Dengan demikian, terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan, pendapatan,asupan,MP-ASI, dan durasi pemberian makanan dengan status gizi anak. Di harapkan dapat menjadi masukan bagi orang tua untuk meningkat pola asuh yang lebih baik dalam pencegahan stunting, serta bagi tenaga kesehatan dan pemerintah dalam menyusun program intervensi gizi dan edukasi keluarga guna menurunkan angka stunting pada balita usia 12-24 bulan.