Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The effect of sitting and soaking therapy with binahong leaf (Anredera cordifolia) decoction on perineal wound healing Daini Zulmi; Leri Septiani; Suryani Soepardan
Majalah Obstetri dan Ginekologi Vol. 27 No. 1 (2019): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.094 KB) | DOI: 10.20473/mog.V27I12019.28-33

Abstract

Objective: To analyze the effect of sitting and soaking therapy with the decoction of Anredera cordifolia on the perineal wound healing in postpartum period mothers.Materials and Methods: The research method used is the Quasi-Experiment with pretest-posttest control group design, a sample of 62 primiparous postpartum period mothers with 2nd-grade perineal rupture. The sampling technique used is purposive sampling to obtain 31 respondents treated by 31 respondents. The wound healing variable was observed using the REEDA scale. The characteristic analysis is tested using Mann-Whitney statistical test, while to test the effect analysis is tested using the Wilcoxon test.Results: The results of this study in the intervention group showed 52.71% was cured after getting treatment for perineal wounds sitting and soaking therapy with the decoction of Anredera cordifolia. On the other hand, in the control group, using only clean water shows 27.90% recovered. Analysis data effect of using the decoction of Anredera cordifolia 25% containing on perineal wound healing showed results with Wilcoxon Test with value (p<0.05).Conclusion: Based on this result there is an effect of sitting and soaking therapy with the decoction of Anredera cordifolia on perineal wound healing for postpartum mothers.
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WARUNGGUNUNG TAHUN 2018 Daini Zulmi
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 6 No 1 (2019): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.003 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v6i1.161

Abstract

Gizi pada masa balita merupakan hal yang perlu diperhatikan lebih serius karena jika balita memiliki status gizi yang kurang atau bahkan buruk maka akan terjadi berbagai keterlambatan dan kerusakan yang tidak dapat dipulihkan (irreversibel). Berdasarkan Pemantauan Status Gizi Puskesmas Warunggunung tahun 2016-2017 mengalami peningkatan dibeberapa kategori: gizi buruk (2,93%) menjadi (2,38%), gizi kurang (10,09) menjadi (11,09%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan gizi balita 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Warunggunung tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik, dengan pendekatan case control. Populasi pada penelitian ini adalah 379 balita jumlah sample 60 balita dengan rasio 1:2. Hasil analisis univariat bahwa balita yang mengalami gizi kurang dan buruk dijadikan sebagai sampel kasus sebanyak 20 (33,33%) balita dan yang mengalami gizi baik dijadikan kelompok kontrol sebanyak 40 (66,67%) balita, hampir setengahnya (38,33%) balita tidak diberikan ASI eksklusif. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan yang bermana antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita (p-value= 0,00) OR = 8,04. Tenaga kesehatan diharapkan agar lebih meningkatkan pelayanan dalam memberikan KIE (konseling, informasi dan edukasi) tentang ASI eksklusif, meyakinkan setiap ibu untuk bisa menyusui secara eksklusif sejak masa kehamilan hingga menyusui untuk memberikan ASI eksklusif dan diteruskan sampai 2 tahun yang menjadi tahap awal balita memiliki status gizi yang baik.
PENGARUH UMUR KAWIN PERTAMA TERHADAP TINGKAT FERTILITAS WANITA USIA SUBUR DI PROVINSI BANTEN BERDASARKAN ANALISIS LANJUT SDKI 2017 Daini zulmi; Deden Gumilar Nugraha
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 9 No 2 (2022): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v9i2.281

Abstract

The government is trying to reduce the fertility rate so that population spikes can be prevented; data in Indonesia shows that 72 per cent of women aged 15-49 years are already married. Marriage affects the likelihood of a woman being exposed to the risk of pregnancy; women who first married at a young age tend to start having children at a young age and have high fertility (SDKI 2017). This study aims to determine whether the age at first marriage affects the fertility rate of women of childbearing age in Banten Province. This method used a cross-sectional design. The analysis was conducted using the chi-square test and multivariate analysis using logistic regression analysis. The study's results showed that the number of children born alive second children was 5.7% in women of childbearing age. The results of the multivariate analysis prove that there is an effect between the age at first marriage and the fertility rate in women of childbearing age in Banten Province in 2017. Women who married for the first time at the age of 8-17 years have a 13 times higher risk of bearing children> 2 people than women. Who married for the first time aged> 18 years. Policy recommendations to increase CIE (Communication, Information and Education) activities regarding the MAM (Marriage Age Maturing) program can be intensified, especially through field cadres.
Efektivitas E-Book KIA Terhadap Pengetahuan Kesehatan Ibu dan Anak pada Ibu Hamil Daini Zulmi; Atin Suhartini; Sekar Dinda Dayana; Muffarohah muffarohah; Annisa&#039;ul Awaliyah; Cica Refita
Jurnal Obstretika Scientia Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.593 KB) | DOI: 10.55171/obs.v9i2.586

Abstract

This E-Book on Maternal and Child Health (MCH) contains information on the Maternal and Child Health book which was created to provide information on Maternal and Child Health digitally in a link format equipped with voice recordings. (Depkes RI, 2015). The purpose of this study was to determine the effectiveness of developing an E-Book on Maternal Child Health with knowledge of Maternal and Child Health in pregnant women at the Kalanganyar Health Center in 2021. The type of research used was case control, the population was pregnant women who were in the work area of the Kalanganyar Health Center, the number of samples was 48. person. The results of the study can be seen that pregnant women who understand the contents of Maternal and Child Health who use E-Books are more effective than printed books because the number who understands E-Books on Maternal Child Health (51.2%) while those who understand MCH handbooks (48.7 %). A small percentage (16.6%) of pregnant women in the community health center did not understand the MCH E-Book and who did not understand the MCH printed book (20.8%). Mother's understanding is higher with e-books than printed books, because at this time most pregnant women interact with gadgets so that mothers prefer to listen rather than read. In order to make it easier for health workers or pregnant women regarding maternal and child health information, it must be supported by technology that is connected to a system that has a good network.Based on the results of the chi square test, the P-Value value is 0.002 where p≤0.05, then the e-book can be effective in increasing the knowledge of pregnant women. The value of Odds Ratio (OR) = (1.894-142.501) which means that the use of printed MCH books is 16 times risky, pregnant women do not understand the contents of MCH books. Mother's understanding is higher with e-books than printed books, because at this time most pregnant women interact with gadgets so that mothers prefer to listen rather than read. In order to make it easier for health workers or pregnant women regarding maternal and child health information, it must be supported by technology that is connected to a system that has a good network.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kejadian Dismenore pada mahasiswa di Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro Rangkasbitung Daini zulmi; Niska Alia
Jurnal Obstretika Scientia Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/obs.v8i2.806

Abstract

Nyeri haid atau dismenore adalah keluhan ginekologis akibat ketidakseimbangan hormone progesterone dalam darah sehingga mengakibatkan timbul rasa nyeri yang paling sering terjadi pada wanita. Berdasarkan hasil wawancara dengan 10 mahasiswa AKBID La Tansa Mashiro didapatkan hasil bahwa 8 dari 10 mahasiswa mengalami dismenore. Diantara 10 mahasiswa 6 diantaranya memiliki indek masa tubuh tidak normal (underweight/ overweight). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan kejadian dismenorea di AKBID La Tansa Mashiro tahun 2020. Desain penelitian cross sectional dengan uji statistik chi square. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa di Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro yang berjumlah 59 orang dan menggunakan total sampling. Hasil analisis univariat bahwa mahasiswa yang mengalami dismenore (47,46%) dan yang tidak dismenore (52,54%), lebih dari setengahnya (59,32%) mahasiswa memiliki indek masa tubuh 18,5 atau 25. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara indek masa tubuh dengan kejadian dismenore pada mahasiswa (p-value= 0,00) OR = 17,50. Setiap mahasiswa diharapkan menjaga pola makan dan juga asupan lainnya agar status gizi selalu normal dan tidak menimbulkan berbagai keluhan terutama saat menstruasi.  
HUBUNGAN UMUR PARITAS DAN PEKERJAAN IBU DENGAN KEJADIAN ABORTUS ajeng septiani; daini zulmi
Jurnal Obstretika Scientia Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.76 KB) | DOI: 10.55171/obs.v3i2.176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur paritas dan pekerjaan dengan kejadian abortus di RSB Permata Ibunda Pandeglang tahun 2013. Metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan case control, waktu penelitian bulan januari 2013 sampai desember 2013 dengan menggunakan rekam medic Berdasarkan hasil penelitian bahwa (50,0%) ibu yang mengalami Abortus adalah ibu yang berumur 20/35 (65,0%), dan lebih banyak terjadi pada ibu paritas 1dan 3 (55,8%), dan hampir sebagian besar ibu pekerja (61,5%). Hasil uji statistik dengan menggunakan chi square pada α=0,05 maka  terdapat  hubungan bermakna antar umur paritas dan pekerjaan dengan  kejadian abortus karena nilai (p α), saran dalam penelitian ini adalah pentingnya kesiapan dalam menghadapi kehamilan terutama bagi PUS dan  pentingnya  penyuluhan  kepada masyarakat  tentang bahaya- bahaya pada saat kehamilan. 
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA JAGA RAKSA KABUPATEN LEBAK daini zulmi
Jurnal Obstretika Scientia Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.271 KB) | DOI: 10.55171/obs.v7i1.376

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui Hubungan Karakteristik Ibu Balita Dengan Status Gizi Balita di Desa Jaga Raksa. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan uji statistik chi square. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak  balita yang menjadi sasaran posyandu di Desa Jaga Raksa berjumlah 223 Balita. Penelitian ini menggunakan data primer berupa kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Sebagian besar status gizi balita dalam kategori baik namun demikian masih ditemukan sebesar (25,9%) status gizi balita dalam status gizi balita kurang. sebagian besar (64,3%) umur ibu berkisar antara 20-35 tahun. sebagian besar (83,2%) ibu berpendidikan rendah. sebagian besar (97,2%) ibu tidak bekerja. sebagian besar (65,7%) ibu berpengetahuan baik. Namun demikian masih ditemukan sebesar (34,3%) ibu berpengetahuan kurang tentang gizi balita. terdapat hubungan yang bermakna antara umur dengan  status gizi balita di Desa Jaga Raksa Kecamatan Muncang Kabupaten Lebak tahun 2017. (P=0,000). terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan status gizi balita di Desa Jaga Raksa Kecamatan Muncang Kabupaten Lebak tahun 2017. (P=0,001). tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan status gizi balita di Desa Jaga Raksa Kecamatan Muncang Kabupaten Lebak tahun 2017. (P=0,573). terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan status gizi balita di Desa Jaga Raksa Kecamatan Muncang Kabupaten Lebak tahun 2017. (P=0,000).
Studi Kasus Manajemen Kebidanan pada Ibu Hamil, Bersalin, Nifas dan Bayi Baru Lahir dengan Asfiksia Sedang Daini Zulmi
Jurnal Obstretika Scientia Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.946 KB) | DOI: 10.55171/obs.v6i2.371

Abstract

Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2012 menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu adalah 359 kematian per 100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup (Kementrian kesehatan, 2012). Kabupaten Lebak berdasarkan data, Angka Kematian Ibu 2014 sebesar 47 jiwa dari 201/100.000 Kelahiran Hidup dan Angka Kematian Ibu pada Tahun 2015 sebesar 43 jiwa dari 179/100.000 Kelahiran Hidup. Tujuan studi kasus manajemen kebidanan adalah mampu memberikan asuhan kebidanan secara komprehenif pada ibu hamil dengan menggunakan pendekatan asuhan kebidanan0varney0dengan0metode0pendokumentasian menggunakan SOAP. Metode yang digunakan adalah studi kasus manajemen yang berkesinambungan dimulai dari hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan kontrasepsi. Pada Ny. I dalam kehamilannya hasil pemeriksaan fisik normal tidak ada kelainan pada saat dilakukan pemeriksaan Ante Natal Care, Intra Natal Care, Postnatal care, dan ditemukan kendala pada  bayi baru lahir dengan Asfiksia. Pada studi kasus ini dapat menjadi bahan masukan dalam menerapkan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan bayi baru lahir sesuai standar asuhan kebidanan khususnya dilahan praktik yang digunakan.
Hubungan Karakteristik Ibu dengan Status Gizi Balita Daini Zulmi; Tatimatul Falahiah
Jurnal Obstretika Scientia Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.557 KB) | DOI: 10.55171/obs.v5i2.349

Abstract

Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat dari konsumsi makanan dan penggunaan nutrisi, dalam membedakan antara status gizi yang buruk, kurang, baik, dan lebih klasik kata gizi hanya terkait dengan kesehatan tubuh, yaitu untuk menyediakan energi, membangun dan memelihara jaringan tubuh, dan mengatur proses biologis dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi ibu dengan karakteristik bayi di Puskesmas Padasuka wilayah kerja Warunggunung.Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita kurang dan status gizi buruk pada wanita yang tidak bekerja mayoritas (92,0%), dibandingkan dengan ibu yang bekerja hanya (1,8%) bayi yang status gizi kurang dan lebih buruk pada wanita yang berpendidikan ≤ SMP (1,8%), bayi yang kurang dan status gizi buruk pada wanita yang kurang pengetahuan sebesar (47,9%) dibandingkan dengan pengetahuan ibu yang baik (4,5%) dari hasil statistik hasil uji chi squere terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan, pengetahuan pendidikan dengan status gizi balita.Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa ada hubungan antara karakteristik ibu dan status gizi pada balita.
Mie Lidi Bayam Merah untuk Meningkatkan Haemoglobin pada Remaja Putri Daini Zulmi; Devi Aulia Rusli; Hullyatun Nufus; Kharanita Putri Andini; Siti Soviah; Lia Yuliani
Jurnal Obstretika Scientia Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.642 KB) | DOI: 10.55171/obs.v10i2.803

Abstract

Anemia is a condition of the body in which the level of hemoglobin (Hb) in the blood is lower than normal. Adolescents have problems that are sometimes overlooked, for example iron deficiency, anemia in young women has an impact for now and in the future. Red spinach or in Latin it is called Amarathus tricolor L. It has benefits for the body. One of the benefits provided by red spinach is that it can prevent anemia because it contains iron, which is an important element for the formation of red blood cells. Red spinach can be used as an alternative ingredient to prevent anemia by doing something different in processing red spinach, namely by adding red spinach to the processing of noodle sticks. The purpose of this innovation is to increase hemoglobin levels in young girls. The method in this study was quantitative using a pre-experimental design in two groups with a pretest-posttest control group design technique. The population in this study were all female adolescents at La Tansa Mashiro Akbid level I and level II who experienced anemia, the total sample size was 42 people who were grouped into 2 groups, namely the control group and the intervention group, each group of 21 people. The results obtained from the control group were that 71.4% did not experience an increase in Hb and in the intervention group it was found that 90.5% of respondents experienced an increase in Hb. Suggestions for adolescents are expected to make efforts to prevent anemia by increasing knowledge about anemia and red spinach.