Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS PERBEDAAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA ANTARA SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN SENAM VITALISASI OTAK Tri Nugroho; Fuji Pratiwi
Healthy Journal Vol. 10 No. 1 (2021): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.822 KB) | DOI: 10.55222/healthyjournal.v9i1.513

Abstract

Lansia adalah kelompok manusia yang berusia 60 tahun keatas, seiring dengan meningkatnya jumlah lansia di Indonesia, semakin meningkat pula permasalahan penyakit akibat proses penuaan. Pada lansia sering terjadi mudah lupa, kondisi ini dinamakan demensia yaitu gangguan fungsi kognitif terutama memori disertai gangguan lain misalnya, menurun nya kemampuan konsentrasi terhadap sti,ulus, proses berfikir yang tidak tertata, gangguan persepsi, disorientasi 9tempat, waktu, orang) serta gangguan daya ingat. Hal tersebut akan memicu terjadinya gangguan dalam aktifitas sehari – hari salah satu gangguan yang sering ditemukan pada lansia yaitu penurunan fungsi kognitif, salah satu cara meningkatkan fungsi kognitif yaitu dengan senam vitalisasi otak. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan fungsi kognitif pada lansia antara sebelum dan sesudah dilakukan senam vitalisasi otak. Metode desain yang digunakan adalah desain Pre – Experimental dengan pendekatan one grouppre test dan post test. Sampel berjumal 18 yang diambil dengan teknik Incidental Sampling. Dan analisa Uji statistic Uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan fungsi kognitif pada lansia antara sebelum dan sesudah dilakukan senam vitalisasi otak (p – value 0.0001). Dengan demikian diharapkan senam vitalisasi otak ini dapat diaplikasikan sebagai salah satu alternative upaya mencegah penurunan fungsi kognitif pada lanjut usia. Kata Kunci : Senam Vitalisasi Otak, Fungsi Kognitif, Lansia
Pemantauan Kateterisasi Jantung Pada Tindakan Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty Terhadap Pasien Coronary Artery Disease Fuji Pratiwi
ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia) Vol. 3 No. 1 (2018): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.857 KB) | DOI: 10.22236/arkavi.v3i1.3686

Abstract

Coronary Artery Disease (CAD) merupakan kondisi dimana terjadi penumpukan plak pada arteri koroner yang menyebabkan arteri koroner menyempit. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh terkumpulnya kolestrol sehingga membentuk plak pada dinding arteri dalam jangka waktu yang cukup lama yang disebut aterosklerosis. CAD dapat menyebabkan otot jantung melemah, dan menimbulkan komplikasi seperti gagal jantung dan gangguan irama jantung. Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA) atau dikenal juga dengan sebutan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) adalah tindakan minimal invasif dengan melakukan pelebaran dari pembuluh darah koroner yang menyempit dengan balon dan dilanjutkan dengan pemasangan stent (gorong-gorong) agar pembuluh darah tersebut tetap terbuka. Tindakan dilakukan dengan hanya insisi kulit (Percutaneous) yang kecil, kemudian dimasukkan kateter ke dalam pembuluh darah (Transluminal) sampai ke pembuluh koroner dan dilakukan tindakan intervensi dengan inflasi balon dan pemasangan stent (Coronary Angioplasty) agar melebarkan pembuluh darah koroner kembali. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dari laporan kasus seorang pasien dengan usia 70 tahun, laki – laki dengan diagnosa pasien CAD. Pengambilan data angiografi dilakukan langsung dari ruang Kateterisasi Jantung Rumah Sakit. Berdasarkan hasil tindakan Percutaneous Coronary Intervantion (PCI) telah mampu membuka aliran darah yang mengalami penyempitan untuk dapat menyalurkan darah ke otot jantung. Aliran pembuluh darah diperlihatkan dari hasil Angiografi. Hasil gambaran Angiorgrafi menunjukan perbedaan perubahan penyempitan pada pembuluh darah arteri koroner pasca PCI. Kata Kunci : CAD, PTCA, PCI
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Masyarakat Pada Kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Wajo Tahun 2024 A.Bau Salman; Kori Hartono; Fuji Pratiwi; Nurfakimah, Nurfakimah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat pada Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Wajo.Populasidalam penelitian ini adalah masyarakat yang menerima pelayanan di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Wajo. Jumlah sampel sebanyak 82. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana, koefisien korelasi, koefisien determinasi, dan uji T.Dari hasil analisis regresi linear sederhana diketahui nilai koefisien regresi variabel kualitas pelayanan sebesar 0,499 dimana nilai signifikansinya yaitu sebesar 0,000 yang artinya kualitas pelayanan memiliki pengaruh terhadap kepuasan masyarakat dikarenakan nilai koefisien regresi melebihi nilai signifikansi. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai sebesar 0,676 yang artinya kualitas pelayanan (X) memiliki tingkat hubungan yang positif kuat dengan variabel kepuasan masyarakat (Y). Hasil analisis koefisien determinasi yaitu sebesar 0,457 yang artinya kualitas pelayanan mempengaruhi kepuasan masyarakat sebesar 45,7%. Hasil analisis uji T diperoleh nilai thitung untuk variabel kualitas pelayanan sebesar 8,210 > ttabel sebesar 1,664 dan signifikansinya sebesar 0,000< 0,05 yang berarti kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat.
Pengaruh Iklim Organisasi, Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo Agus Purwanto; Suharjum; Fuji Pratiwi; Andi Sumangelipu
Precise Journal of Economic Vol 4 No 1 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Yayasan Pengembangan Sumber Daya Insani Lamaddukelleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to analyze the influence of organizational climate, work motivation, and work environment on employee job satisfaction at the Ministry of Religious Affairs Office in Wajo Regency. This study was conducted at the Ministry of Religious Affairs Office in Wajo Regency. The population was 171 people, and since the population was larger than 100, the sample size was 30% of the total population, which was 51 people. Data collection was carried out using questionnaires, literature, and observation. Data analysis used descriptive statistics and inferential (multiple linear regression). The results of this study indicate that organizational climate, motivation, and work environment, both simultaneously and individually, influence employee job satisfaction at the Ministry of Religious Affairs Office in Wajo Regency. In addition, it was also found that the motivation variable has a dominant influence compared to the other two variables. This study is expected to encourage leaders to increase their attention to employees, especially in terms of organizational climate, motivation, and work environment, because these three factors clearly have a positive influence on employee job satisfaction.
Smart Tourism : Digitalisasi Sistem E-Ticketing untuk Meningkatkan Pengalaman Wisata di Desa Waetuwo : Pengabdian Faisal; Prayudhi; Fuji Pratiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2780

Abstract

Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang system E-Ticketing kepada pengelolah BUMDes Budi Mandiri maka dilakukan kegiatan PKM.untuk dilakukan pengenalan sistem E Ticketing Untuk mendukung kegiatan tersebut dilakukan FGD/Sosialisasi serta pelatihan digital bagi pengelola wisata . Selaku mitra kegiatan pengabdian masyarakat, menghadapi dua masalah dalam kegiatan. BUMDes Budi Mandiri ,yang mengelola Gelora Permata Hijau yaitu kurangnya sistem e-Ticketing dan minimnya pemanfaatan pemasaran digital. Tim PKM Institusi Lamaddukelleng memfasilitasi untuk menerapkan sistem E-Ticketing diwisata Gelora Permata Hijau. Pertama dengan melakukan Sosialisasi serta pelatihan kepada pengelola wisata . Dengan adanya pendampingan dari perguruan tinggi berupa penerapan tehnologi, serta pemberdayaan kepada Masyarakat Kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan pada tanggal . 15 Juli 2025 Kegiatan ini bertujuan membangun pemahaman awal tentang manfaat E-Ticketing dan pemasaran digital dalam pengelolaan wisata Adapun tingat partisipasi peserta sebanyak 30 orang Serta acara kedua yaitu pelatihan Digital bagi pelaku pengelola wisata dilakukan pada tanggal 16 September 2025 dengan Tingkat partisipasi 28 peserta Kegiatan ini merupakan salah satu langkah penguatan potensi yang terdapat di Desa Waetuwo pada bidang/sektor wisata, melalui implementasi kepakaran/hasil penelitian dosen dan implementasi MBKM lintas disiplin ilmu.Maka diperlukan fundamental bisnis yang kuat, untuk mewujudkan hal tersebut maka diperlukan langkah-langkah berikut ini: (a) Sosialisasi (b) Pelatihan Digitalisasi bagi pelaku wisata
Pengaruh Strategi Penetapan Harga Terhadap Minat Beli Konsumen: Studi Kasus Produk Mie Sedaap Goreng di Toko Anita Andi Bau Salman; Aliana; Fuji Pratiwi
Precise Journal of Economic Vol 4 No 2 (2025): Edisi Oktober 2025
Publisher : Yayasan Pengembangan Sumber Daya Insani Lamaddukelleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pricing is the process of determining the selling price of a product or service offered by a company to consumers. This study aims to determine whether the pricing strategy has a partial effect on consumer purchasing interest at Anita's store. The population in this study were consumers at Anita's Store. And the sample in this study amounted to 100 respondents. This study is a study that uses a quantitative approach and in collecting data used a questionnaire method. Data analysis techniques use quantitative descriptive analysis, validity test, reliability test, t-test, F-test, R-Square test and simple linear regression analysis. The results of the study obtained a t-count value = 13.107 which means the t-count value (13.107)> t-table (1.660) with a significance value of 0.000 <0.05. Thus H0 is rejected and H1 is accepted. This means that there is a significant influence between the pricing strategy variable on consumer purchasing interest at Anita's Store. In addition, from the results of the F test, the F-count value = 171.792 was obtained with a significance value of 0.000 < 0.05, greater than the F-table = 3.94, so it was concluded that H0 was rejected and H1 was accepted. Based on the results of the determination test, the R Square was obtained at 0.637. This value indicates that 63.7% of the factors that influence consumer purchasing interest are pricing, while the rest (36.3%) are influenced by other factors
Optimalisasi Manajemen Produksi Layanan Digital Bank Syariah Studi Kasus Pada Mobile Banking BSI Andi Yuniarti; Fuji Pratiwi; Indra Heri Rukmana; Muh Yasir; Dewi
Precise Journal of Economic Vol 4 No 1 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Yayasan Pengembangan Sumber Daya Insani Lamaddukelleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital transformation in the Islamic banking sector has prompted Bank Syariah Indonesia (BSI) to develop the Byond BSI mobile banking service as an effort to improve efficiency and customer convenience. This study aims to analyze how digital service production management is implemented in the application and identify challenges and optimization efforts. The method used is descriptive qualitative based on literature review. The study results indicate that although Byond BSI has experienced significant growth, obstacles remain such as technical glitches, slow login processes, incomplete features, and the need for enhanced security. BSI has undertaken various improvement efforts, including system updates, digital education, and the development of Sharia-based features. Service optimization is carried out based on the five dimensions of SERVQUAL: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. If these dimensions are optimally implemented, service efficiency and convenience can be achieved, which ultimately impacts customer loyalty to BSI's digital services.