Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK KULIT KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Yuvianti Dwi Franyoto; Mutmainah Mutmainah; Lia Kusmita
CENDEKIA EKSAKTA Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v4i1.2674

Abstract

Limbah kulit kacang tanah (Arachis hypogaea L.) umumnya dihasilkan dari industri pengolahan kacang yang sebagian besar limbahnya belum dimanfaatkan. Hal ini sangat disayangkan karena di dalam limbah kulit kacang tanah terkandung senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Serbuk kulit kacang tanah dimaserasi dengan etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh disaring dan diuapkan. Ekstrak diperiksa aktivitas antioksidannya menggunakan metode  DPPH (α, α-difenil-β-picrylhydrazyl) dengan asam askorbat  sebagai baku standar. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit kacang tanah diperoleh nilai IC50 sebesar 118,54 µg/ml, sedangkan vitamin C diperoleh nilai IC50 sebesar 12,35 µg/ml. Ekstrak kulit kacang tanah yang memiliki aktivitas antioksidan diformulasikan dalam bentuk sediaan krim. Hasil pengamatan organoleptis krim ekstrak  kacang tanah menunjukan warna putih kecoklatan,  homogen, pH 6.2 dan memiliki daya sebar dan viskositas yang baik. Kata Kunci : antioksidan, krim, kulit kacang tanah
POTENSI EKSTRAK Stevia rebaudiana Bert PADA SEDIAAN KRIM TABIR SURYA Mutmainah Mutmainah; Lia Kusmita; Yuvianti Dwi Franyoto; Ida Suskawati; Yohanes Martono
CENDEKIA EKSAKTA Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v4i1.2671

Abstract

Sinar UV diketahui memiliki potensi bahaya terhadap kulit manusia, sehingga dibutuhkan tabir surya yang dapat melindungi kulit dari bahaya radiasi sinar matahari Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat aktivitas biologis dan formulasi ekstrak yang dibuat dari daun Stevia rebaudiana Bert kering. Stevia rebaudiana Bert adalah daun yang memiliki aktivitas sebagai tabir surya. Daun, tetapi juga batang dan bunga stevia mengandung campuran kompleks glikosida diterpen manis, termasuk isosteviol, steviolbioside, stevioside, rebaudiosides (A, B, C, D, E dan F), dan dulcoside A. Selain glikosida, daun stevia juga mengandung komponen lainnya, seperti flavonoid, asam fenolik, asam lemak, protein dan vitamin. Stevia rebaudiana Bert diekstraksi dengan etanol selanjutnya diformulasikan dalam sediaan krim untuk dilihat potensi tabir surya. Hasil uji menunjukkan ekstrak Stevia rebaudiana Bert dalam sediaan krim memiliki efektifitas sebagai tabir surya pada panjang gelombang 290 nm dan memiliki potensi sebagai tabir surya dengan kategori proteksi ultra dengan nilai SPF > 15.  Keywords: Stevia rebaudiana Bert, tabir surya, krim .
Potensi Mikroenkapsulasi Ekstrak Daun Stevia Rebaudiana Terhadap Kadar Trigliserida Tikus Putih Jantan Galur Wistar Hiperlipidemia Mutmainah Mutmainah; I Kadek Bagiana; Ika Puspitaningrum; Lia Kusmita; Yani Kresnawati
Journal of Pharmaceutical and Health Research Vol 4 No 1 (2023): February 2023
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jharma.v4i1.3297

Abstract

Coronary heart disease is a cardiovascular disease caused by atherosclerosis. Hyperlipidemia is known as a risk factor for atherosclerosis. The Stevia rebaudiana Bertoni plant is a plant that is efficacious as a hypolipidemic. This study aims to determine the effect of microencapsulated preparations of Stevia rebaudiana Bertoni leaf extract on triglyceride levels in male Wistar rats. One way to improve the formulation is by using the encapsulation process. The encapsulants used are inulin and chitosan. This research was conducted with the aim of making hyperlipidemic rats induced by alloxan at a dose of 150 mg/KgBW rats intraperitoneally. Hyperlipidemic rats were given microencapsulated Stevia rebaudiana Bertoni leaf extract at different dose levels (100, 300, 700, and 1000 mg/kg BW) for 8 weeks; control mice were fed a basal diet during this period. The results of the study concluded that microencapsulation of Stevia rebaudiana Bertoni leaf extract had the potential to reduce triglyceride levels in hyperlipidemic male Wistar rats.
Edukasi Pemanfaatan Kosmetik Herbal Dan Pembuatan Sabun Beras Pada Kader PKK Desa Ungsari Rizki Eka Purwanto; Mutmainah; Siti Munisih; I Kadek Bagiana; Yuvianti Dwi Franyoto; Aries Koes Soendoro; Maria Caecilia Nanny Setiawati H; Sri Haryanti; Lia Kusmita; Ika Puspitaningrum
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i2.100

Abstract

Latar belakang: Desa Dukuh, kecamatan Delanggu merupakan salah satu Desa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang terkenal akan produksi berasnya. Inovasi yang dapat diberikan untuk meningkatkan potensi dan nilai tambah dari beras adalah diformulasikan ke dalam sediaan sabun beras herbal. Tujuan: Memperkenalkan metode pengolahan beras dan tanaman herbal hingga menjadi produk sabun beras herbal yang dapat menciptakan peluang usaha desa. Metode: Kegiatan ini dilakukan melalui tiga tahapan yaitu tahapan pertama tahapan perencanaan dan persiapan kegiatan, tahapan kedua adalah pelaksanaan meliputi sosialisasi dan pelatihan pembuatan sabun beras herbal dan tahap ketiga adalah evaluasi akhir. Hasil: Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat diterima dengan antusias dan seluruh peserta aktif dalam kegiatan sosialisasi mengenai kosmetik herbal dan pelatihan pembuatan sabun beras herbal. Lebih dari 90% peserta memahami sosialisasi dan pelatihan yang diberikan. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung sukses dan lancar. Peserta pengabdian juga berharap kelanjutan kegiatan pelatihan kontrol kualitas sediaan sabun dan pelatihan pemasaran produk. Kata Kunci: beras, herbal, Klaten, sabun __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Dukuh Village, Delanggu sub-district is one of the villages in Klaten  Regency, Central Java which is famous for its rice production. An innovation that can be given to increase the potential and added value of rice is to formulate it into herbal rice soap preparations. Objective: To introduce methods of processing rice and herbal plants to become herbal rice soap products that can create village business opportunities. Method: This activity is carried out through three stages, namely the first stage is the planning stage, the second stage is the socialization and training stage for making herbal rice soap and the third stage is the final evaluation. Result: The results of the implementation of community service activities were enthusiastically received and all participants were active in socialization activities regarding herbal cosmetics and training in making herbal rice soap. More than 90% of the participants understood the socialization and training provided. Conclusion: Community service activities that took place successfully and smoothly. The participants also hope to continue the quality control training activities for soap preparations and product marketing training. Keywords: rice, herbs, Klaten, soap
Pembuatan Eco-Enzyme dan Pemanfaatannya untuk Sabun Cair di Kelurahan Plamongansari Semarang Maria Caecilia N Setiawati; Siti Munisih; Aries K Soendoro; Mutmainah Mutmainah; Sri Haryanti; Kadek Bagiana
Madaniya Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.416

Abstract

Sampah menjadi problem di kota besar, seperti Semarang. Penuhnya banyak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Semarang menyebabkan banyaknya usaha untuk mengurangi sampah yang dihasilkan, khususnya dari dapur rumah tangga di kota. Penumpukan sampah semakin mengganggu lingkungan dan masyarakat di perkotaan. Pemanfaatan sampah organik, sudah mulai banyak diupayakan. Salah satuinya adalah dengan cara mengolah sampah organik, menjadi Eco Enzyme (EE). EE merupakan cairan berwarna coklat, hasil fermentasi gula merah, bahan organik dan air (1:3:10), yang didiamkan selama 90 hari. Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah mengajarkan pembuatan EE dan pemanfaatannya dengan membuat sabun cair. Kegiatan pengabdian dilakukan di Kelurahan Plamongansari, kota Semarang. Pelaksanaan pengabdian, dilakukan dengan edukasi tentang EE dan pelatihan membuat sabun cair EE, yang diikuti oleh 20 orang warga kelurahan Plamongansari, yang mayoritas (70%) berada di usia 36-60 th. Edukasi EE dapat dipahami oleh peserta Pengabdian, terbukti dengan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil jawaban benar, sesudah pelatihan (post test) dan sebelum pelatihan (pre test), dengan signifikansi p 0,000. Semua peserta menjawab dengan benar soal bahwa Pembuatan EE dapat mengurangi sampah, karena memang saat brainstorming dengan tim kelurahan, peserta akan diminta membawa sampah organik yang belum diolah (sisa potongan sayur dan kulit buah), dari dapur dan rumah masing-masing. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini, warga Plamongansari, kota Semarang sudah memahami penjelasan tentang Eco Enzyme dan manfaatnya. Masyarakat peserta pelatihan juga bisa memahami pembuatan sabun Eco Enzyme yang bisa dimanfaatkan sebagai sabun desinfektan. Disarankan perlunya digiatkan pengenalan tentang Eco Enzyme kepada masyarakat secara lebih luas, karena dapat mengurangi penumpukan sampah di TPA.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN PASTA GIGI EKSTRAK BUAH DELIMA MERAH (Punica granatum L.) Yani Kresnawati; Mutmainah Mutmainah
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i3.5669

Abstract

Gangguan kesehatan mulut yang sering menyerang manusia adalah gingivitis yang disebabkan karena plak gigi. Streptococcus mutans merupakan bakteri penyebab plak gigi. Buah delima merah merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Salah satu sediaan yang dapat diformulasikan untuk penggunaan pada gigi adalah pasta gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi CMC Na terhadap karakteristik fisik dan stabilitas fisik pasta gigi ekstak buah delima merah. Pasta gigi dibuat dengan penambahan CMC Na sebesar F1 (1 %), F2 (1,5 %) dan F3 (2 %) dan ekstrak buah delima merah yang digunakan sebesar 10 %. Evaluasi yang dilakukan pada pasta gigi adalah organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, tinggi busa, dan stabilitas fisik. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan F2 dengan penambahan CMC Na sebesar 1,5 % merupakan formula terbaik dilihat dari sediaan memenuhi semua persyaratan pengujian karakteristik fisik. Pasta gigi yang dihasilkan memiliki tekstr kental, bau khas ekstrak buah delima merah, warna krem, homogen, nilai pH sebesar 7,98, viskositas sebesar 42.530 cps, dan tinggi busa sebesar 6,67 cm, dan stabil pada suhu 4o C – 40o C.
EDUKASI DAN PELATIHAN PRODUK WEBALUP DIABETES MELITUS PADA IBU-IBU LANSIA PKK MAWAR KUPANG PETE AMBARAWA KABUPATEN SEMARANG I Kadek Bagiana; Yuvianti Dwi Franyoto; Mutmainah; Ika Puspitaningrum; Lia Kusmita
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a carbohydrate metabolism disorder characterized by high blood sugar levels (hyperglycemia). One alternative treatment to overcome diabetes is the use of herbal plants, one of which is moringa leaves (Moringa oleifera). Moringa leaves are rich in various nutrients, such as phytochemicals, carotene, flavonoid compounds, phenolic compounds, calcium, iron, protein, and vitamins. In addition, its antioxidant content plays a role in stabilizing free radicals, so it can function as a protector against diabetes mellitus. Based on its nutritional content, moringa leaves have many benefits. However, its use by elderly mothers in PKK Mawar Kupang Pete is still limited as a vegetable ingredient. This community service program focuses on socialization and training, both in theory and practice, in making Webalup (herbal tea) from moringa leaves into tea drink powder as an effort to increase endurance and reduce blood sugar levels. This activity was held on Saturday, September 7, 2024 in the RT hall with 30 PKK mothers as participants. The method used in this activity is Participatory Rural Appraisal (PRA), which actively involves the community in every stage of the activity. Based on the evaluation results, overall the participants were able to follow the training well, hold discussions with the community service team and were able to practice how to create a webalup.