Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penerapan Metode Hypnoteaching dalam Pembelajaran Bermain Peran Siswa Kelas V SDN Lidah Kulon IV Surabaya Prima Vidya Asteria; Shovia Khoirur Rohmah; Fatima Zahra Renhoran
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n2.p150-155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran bermain peran siswa kelas V SDN Lidah Kulon IV Surabaya dengan menerapkan metode hypnoteaching. Hypnoteaching adalah metode pembelajaran yang dalam menyampaikan materi pelajaran, guru menggunakan teknik berkomunikasi yang sangat persuasif dan sugestif dengan tujuan agar peserta didik mudah memahami materi pelajaran.  Langkah-langkah hypnoteaching  meliputi:  1)  niat dan motivasi dalam diri sendiri; 2) pacing atau menyamakan posisi, gerak tubuh, bahasa, serta gelombang otak dengan orang lain atau peserta didik;  3) leading  atau mengarahkan peserta didik; 4)  menggunakan  kata-kata positif;  5)  memberikan pujian; 6) modeling atau memberi teladan melalui ucapan dan perilaku. Data mengenai pembelajaran bermain drama dan penerapan metode hypnoteaching dikumpulkan melalui observasi dan tes. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama proses pembelajaran, suasana pembelajaran bermain peran di kelas akan lebih kondusif, peserta didik merasa penting, aman dan nyaman dengan penerapan metode hypnoteaching. Hasil belajar siswa mencapai 100. AbstractThis study aims to describe the planning, implementation, and evaluation of learning to play the role of grade V SDN Lidah Kulon IV Surabaya by applying the hypnoteaching method. Hypnoteaching is a method of learning that in delivering the subject matter, the teacher uses very persuasive communication techniques and suggestive with the aim that learners easily understand the subject matter. The steps of hypnoteaching include: 1) intention and self-motivation; 2) pacing or equating positions, gestures, language, and brain waves with other people or learners; 3) leading or directing learners; 4) use positive words; 5) give praise; 6) modeling or modeling through speech and behavior. Data on the learning of drama play and the application of hypnoteacing method were collected through observation and test. Data analysis was done by using quantitative descriptive analysis. The results show that during the learning process, the atmosphere of learning to play a role in the classroom will be more conducive, learners feel important, safe and comfortable with the application of hypnoteaching methods. Student learning outcomes reached 100. 
Penerapan Gamification dalam Flipped E-learning pada Mata Kuliah Pembelajaran Inovatif Prima Vidya Asteria
Kode : Jurnal Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Kode: Edisi Maret 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.488 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v10i1.23929

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan proses pengembangan dan pengukuran kualitas produk penelitian. Proses pengembangan mengacu pada hasil analisis tujuan, perancangan, pengembangan, dan implementasi produk. Kualitas produk mengacu kepada kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan produk. Model pengembangan yang digunakan adalah model siklus pengembangan instruksional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerapan gamification dalam modul flipped e-learning pada mata kuliah pembelajaran inovatif dipengaruhi oleh (1) kesesuaian materi pembelajaran yang diintegrasikan dalam materi gamification berbasis flipped e-learning; (2) pengukuran kemampuan awal dan karakter belajar mahasiswa; (3) penentuan target capaian kompetensi; (4) penyesuaian strategi pembelajaran berbasis flipped e-learning; (5) pengondisian suasana pembelajaran berbasis flipped e-learning; dan (6) evaluasi berbasis pengalaman mahasiswa. Adapun indikator keberhasilan penerapan gamification dalam modul flipped e-learning untuk mata kuliah pembelajaran inovatif terdiri dari dua komponen, yaitu hasil validasi ahli dan hasil belajar mahasiswa. Berdasarkan hasil validasi pakar diketahui bahwa modul pembelajaran yang dihasilkan termasuk dalam kategori baik (nilai 85) dan sangat layak diimplementasikan. Selain itu, modul juga menyajikan beragam kegiatan belajar yang menarik, menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, membantu memvisualisasikan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan, mampu memberikan contoh praktis penerapan model-model pembelajaran inovatif. Sedangkan, hasil proses penilaian peserta mata kuliah pembelajaran inovatif menunjukkan bahwa persentase Ketuntasan Klasikal untuk mahasiswa mencapai 74,36% dan nilai KKM mahasiswa adalah 79,74. Kata Kunci: Gamification, Modul, Flipped Learning, E-learning
Penerapan Metode Hypnoteaching dalam Pembelajaran Bermain Peran Siswa Kelas V SDN Lidah Kulon IV Surabaya Prima Vidya Asteria; Shovia Khoirur Rohmah; Fatima Zahra Renhoran
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.88 KB) | DOI: 10.26740/jp.v2n2.p150-155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran bermain peran siswa kelas V SDN Lidah Kulon IV Surabaya dengan menerapkan metode hypnoteaching. Hypnoteaching adalah metode pembelajaran yang dalam menyampaikan materi pelajaran, guru menggunakan teknik berkomunikasi yang sangat persuasif dan sugestif dengan tujuan agar peserta didik mudah memahami materi pelajaran.  Langkah-langkah hypnoteaching  meliputi:  1)  niat dan motivasi dalam diri sendiri; 2) pacing atau menyamakan posisi, gerak tubuh, bahasa, serta gelombang otak dengan orang lain atau peserta didik;  3) leading  atau mengarahkan peserta didik; 4)  menggunakan  kata-kata positif;  5)  memberikan pujian; 6) modeling atau memberi teladan melalui ucapan dan perilaku. Data mengenai pembelajaran bermain drama dan penerapan metode hypnoteaching dikumpulkan melalui observasi dan tes. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama proses pembelajaran, suasana pembelajaran bermain peran di kelas akan lebih kondusif, peserta didik merasa penting, aman dan nyaman dengan penerapan metode hypnoteaching. Hasil belajar siswa mencapai 100. AbstractThis study aims to describe the planning, implementation, and evaluation of learning to play the role of grade V SDN Lidah Kulon IV Surabaya by applying the hypnoteaching method. Hypnoteaching is a method of learning that in delivering the subject matter, the teacher uses very persuasive communication techniques and suggestive with the aim that learners easily understand the subject matter. The steps of hypnoteaching include: 1) intention and self-motivation; 2) pacing or equating positions, gestures, language, and brain waves with other people or learners; 3) leading or directing learners; 4) use positive words; 5) give praise; 6) modeling or modeling through speech and behavior. Data on the learning of drama play and the application of hypnoteacing method were collected through observation and test. Data analysis was done by using quantitative descriptive analysis. The results show that during the learning process, the atmosphere of learning to play a role in the classroom will be more conducive, learners feel important, safe and comfortable with the application of hypnoteaching methods. Student learning outcomes reached 100. 
Pemanfaatan Perbandingan Ungkapan Celaan Untuk Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Pemelajar BIPA Prima Vidya Asteria; Tiara Ayu Berliana Ana Gita
Kode : Jurnal Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Kode: Edisi Maret 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v12i1.44322

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan ungkapan celaan dan respon pemelajar BIPA sebagai subjek dan objek dari data yang diperoleh melalui metode penelitian deskriptif kualitatif berupa studi dokumentasi. Objek penelitian ini yaitu drive tugas pemelajar BIPA di Universitas Negeri Surabaya dan video youtube. Data penelitian ini berupa 5 video, 3 video penugasan pemelajar BIPA Unesa tentang perbandingan Indonesia dan negaraku, serta 2 video YouTube akun Meina Febriani yang diunggah pada 01 Oktober 2021 dan 08 Oktober 2021. Teknik analisis data menggunakan model alir berturutan dengan triangulasi sumber sebagai sistem dalam menafsirkan dialog tersebut. Data penelitian berupa kata, kalimat, dan dialog yang relevan sesuai topik celaan dengan penyesuaian konformitas, dan teori skinner punishment. Berdasarkan analisis data, diketahui (1) perbandingan ungkapan celaan yang diterima pemelajar BIPA berupa kata sindiran, candaan berlebih, intimidasi, pelecehan, dan lontaran kata kasar. (2) bentuk respon yang bisa dilakukan pemelajar BIPA ialah menegur pelaku, menahan diri untuk tidak melakukan tindakan sarkasme, meminta bantuan pihak berwajib berupa sanksi dan hukuman bagi pelaku yang tidak jera melakukan celaan tersebut. Peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian ini dengan mengkaji aspek makna dari celaan secara meluas dan penggunaan celaan dalam kehidupan sehari-hari.
PROTOTYPE PEMBELAJARAN PLURILINGUAL DAN PLURIKULTURAL BERBASIS BUDAYA JAWA PADA PEMBELAJARAN BIPA Prima Vidya Asteria; Aisyah Nur Afni
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2023): Vol.10 No.1 Bulan Maret 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v10n1.p113-127

Abstract

This research discusses the understanding of cultural aspects that have an important role in implementing learning, especially for BIPA students. this is studied because BIPA is essentially a learner of Indonesian culture to foreign speakers who learn Indonesian. This study also uses the type of R&D research which consists of five stages in its analysis, namely analyze, design, development, implementation, and evaluation. The objectives obtained from this research are regarding the development process and the quality of teaching materials made for plurilingual and pluricultural learning based on Javanese culture, for BIPA learners. the development of this teaching material intends to facilitate BIPA learning to learn Indonesian, adapt to the plurilingual and cultural differences that exist in every society, especially in Javanese culture. The conclusions obtained from this study are that teaching materials for plurilingual and pluricultural learning based on Javanese culture for BIPA students with the theme of historical heritage temple sites in East Java are feasible to apply in learning.