Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Intensifikasi Lahan Melalui Sistem Pertanian Terpadu: Sebuah Tinjauan Filya Hidayati; Yonariza Yonariza; Nofialdi Nofialdi; Dwi Yuzaria
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.505 KB) | DOI: 10.31258/unricsagr.1a15

Abstract

Tinjauan ini bertujuan untuk melihat dan mengumpulkan informasi tentang potensi lahan yang belum termanfaatkan secara optimal pada penerapan sistem pertanian terpadu. Intensifikasi pertanian yang merupakan pengolahan lahan pertanian yang ada dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakan berbagai sarana. Meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, khususnya menjaga kesuburan lahan. Sistem pertanian berkelanjutan adalah kembali kepada alam, yaitu sistem pertanian yang tidak merusak, tidak mengubah, serasi, selaras dan seimbang dengan lingkungan atau pertanian yang patuh dan tunduk pada kaidah-kaidah alamiah sehingga akan dapat diwujudkan suatu sistem pertanian yang berkelanjutan. Tulisan ini menggunakan kajian studi kepustakaan pada jurnal-jurnal terkait dengan lahan pada sistem pertanian terpadu dengan mencari kesamaan, perbedaan, memberikan pandangan, serta meringkas hasil penelitian terdahulu guna mencapai tujuan tulisan ini. Tulisan ini mencakup studi kepustakaan pada perkembangan dan penggunaan lahan yang terjadi pada sistem pertanian terpadu pada daerah-daearah pertanian dengan lahan yang luas di indonesia pada saat dulu dan sekarang. Dari studi kepustakaan ini di dapatkan hasil bahwa dengan mengintesifkan penggunaaan lahan pada sistem pertanian terpadu bisa meningkatkan ketahanan pangan, kesejahteraan petani, meningkatkan lapangan pekerjaan, penciptaan teknologi terbarukan, dan pentingnya dukungan pemerintah terkait untuk terciptanya peluang bagi petani dalam meningkatkan skala pertaniannya serta meningkatkan kesuburan tanah sehingga pertanian berkelanjutan dapat terjadi dan lebih mensejahterakan petani dimasa yang akan datang.
Adoption Of Agricultural Technology Innovation In Indonesia: Challenges And Alternative Solutions Filya Hidayati; Rahmat Syahni; Irfan Suliansyah; Hery Bachrizal Tanjung
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v12i1.8646

Abstract

Purpose: The adoption of agricultural innovations in Indonesia faces numerous challenges. However, with appropriate approaches, there is significant potential to improve both productivity and the welfare of farmers. This paper aims to analyze the key determinants influencing farmers’ acceptance of new technologies or innovations, as well as the factors that may accelerate their adoption. Methodology: This study employs a literature review approach, analyzing various sources including academic journals, reports, and statistical data related to innovation adoption theories and farmers' behavioral patterns. Results: The study identifies a complex interplay of factors that hinder the adoption of agricultural innovations among Indonesian farmers. Key barriers include limited access to relevant information, low digital literacy, high financial costs, mismatch between innovation characteristics and local conditions, inadequate agricultural extension services, and farmers’ dependence on traditional markets. Additionally, institutional weaknesses—such as poor coordination among government bodies, ineffective policies, limited infrastructure, and the exclusion of farmers from participatory processes—further exacerbate adoption challenges. These findings emphasize that technological solutions alone are insufficient; addressing adoption gaps requires systemic improvements in policy, support services, and farmer engagement. Findings: Reveals significant outcomes from the research that contribute new insights to the field of study. This can include innovations, discoveries, or previously unknown information. Novelty: This research introduces a comprehensive, multi-dimensional framework for understanding the barriers to agricultural innovation adoption in Indonesia by integrating technological, socio-economic, and institutional factors, rather than examining them in isolation. Originality: The study uniquely contributes to existing literature by synthesizing recent empirical evidence and theoretical insights to highlight context-specific challenges faced by Indonesian farmers, and by proposing actionable, collaborative strategies that link innovation design with local socio-cultural realities and policy reform—an approach rarely explored in previous studies on agricultural technology adoption. Conclusion: Addressing the challenges of agricultural innovation adoption requires collaborative efforts among stakeholders. Strategies should focus on improving access to information, providing financial support, tailoring innovations to local conditions, strengthening the role of agricultural extension agents, increasing farmer motivation, and developing partnerships and market access.