Anak usia sekolah merupakan kelompok yang rentan mengonsumsi jajanan tinggi gula, garam, dan lemak karena kemudahan akses serta kurangnya pemahaman dalam memilih makanan yang sehat. Kebiasaan tersebut berpotensi meningkatkan risiko obesitas, diabetes melitus, dan penyakit tidak menular lainnya pada masa mendatang. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi sejak dini untuk meningkatkan literasi gizi dan membentuk perilaku memilih jajanan yang lebih sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai pemilihan jajanan sehat melalui program edukasi "Jajan Pintar, Tubuh Sehat". Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 07 Koto Jepang dengan melibatkan 55 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dengan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, permainan edukatif, simulasi pemilihan jajanan sehat, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan siswa dari 63,1 ± 10,4 sebelum edukasi menjadi 89,3 ± 7,2 setelah edukasi, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik (p < 0,001). Selain itu, terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam mengenali jajanan sehat, memahami dampak konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta membiasakan perilaku makan yang lebih sehat. Tingginya partisipasi dan antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa metode edukasi yang interaktif mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Program "Jajan Pintar, Tubuh Sehat" terbukti efektif sebagai media edukasi dalam meningkatkan literasi gizi anak usia sekolah dan berpotensi menjadi salah satu strategi promotif untuk mendukung pencegahan penyakit tidak menular sejak usia dini melalui kolaborasi antara sekolah, tenaga kesehatan, dan perguruan tinggi.