Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Gambaran Faktor Risiko Kejadian Penyakit Jantung Koroner di Poliklinik Jantung RSI Siti Rahmah Padang Tahun 2017-2018 Yushera Atika Sari; Wisda Widiastuti; Betty Fitriyasti
Health and Medical Journal Vol 3, No 1 (2021): HEME January 2021
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.133 KB) | DOI: 10.33854/heme.v3i1.352

Abstract

Introduction: CAD occurs indirectly, usually a person will experience a process of narrowing of the coronary arteries in quite a long period of time. Primary survey results that researchers have done at Siti Rahmah Padang Hospital, recorded from 2017-2018 the number of CAD events as many as 115 cases. Aims : To obtain information about an overview of risk factors for the occurrence of coronary artery disease in the heart policlinic of Siti Rahmah Hospital Padang in 2017-2018. Method: This research covers the field of internal medicine and cardiology, this study was conducted at the Islamic hospital Siti Rahmah Padang in May to November 2019. This research used a descriptive method with a cross sectional approach using secondary data from medical records. The affordable population of this study is CAD patients who seek treatment at Siti Rahmah Hospital in Padang in 2017-2018 with 51 samples using Total Sampling technique. Univariate analysis is presented in the form of a frequency distribution table. Results: Based on the results of the study the most age was at the age of 50-59 years, 21 people (41.2%), the most sex was female, 26 people (51%), hypertension, 27 people (52,9%), experienced DM 26 people (51%) were obese, 16 people (31,4%) and hyperlipidemia, 13 people (25,5%). Conclusion : Most age 50-59 years, most sexes of women, most have hypertension, less than half are obese, most have DM and less than half have hyperlipidemia. 
RELATIONSHIP BETWEEN ELDERLY AGE FACTORS AND COMMUNITY PNEUMONIA INCIDENCE IN LOCAL HOSPITAL Wisda Widiastuti; Bun Yurizali
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16067

Abstract

Pneumonia adalah salah satu jenis infeksi yang menyerang paru-paru. Frekuensi infeksi paru lebih besar pada individu yang lebih tua. Hal ini disebabkan oleh perubahan anatomi, fisiologi, dan sistem kekebalan tubuh lansia, yang merupakan faktor risiko yang signifikan untuk infeksi paru yang didapat dari komunitas. Usia merupakan penentu utama dari beberapa penyakit. Hal ini karena usia seseorang mencerminkan status kesehatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lanjut usia dengan kejadian infeksi paru. Desain observasi analitik cross-sectional dengan pengambilan sampel konsekutif digunakan dalam penelitian ini, dan diperoleh 200 rekam medis pasien sebagai sampel. Kelompok lanjut usia (60–74 tahun) memiliki jumlah penderita infeksi yang didapat masyarakat terbanyak yaitu 104 pasien (66,2%). Ada hubungan yang bermakna secara statistik antara lanjut usia dengan kejadian infeksi paru (p value = 0,035).
Edukasi Penyakit Faringitis Akut terhadap Masyarakat di Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang Ruhsyahadati Ruhsyahadati; Febianne Eldrian; Nana Liana; Rahma Triyana; Prima Adelin; Wisda Widiastuti; Anandia Putriyuni
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.466

Abstract

Faringitis akut merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernafasan atas dengan kunjungan terbanyak di layanan kesehatan. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam nyawa, terutama pada anak-anak. Dengan demikian diperlukan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab dan upaya pencegahan serta penatalaksanaan penyakit ini. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat. Kegiatan diawali dengan pengisian kuesioner oleh responden. Selanjutnya kegiatan penyuluhan dilakukan dengan menyebarkan brosur dan memperlihatkan video singkat mengenai penyakit faringitis akut. Berdasarkan hasil pengisian kuesioner didapatkan hasil sebanyak 45,5% responden memiliki pengetahuan baik, namun masih ada 24,2% memiliki pengetahuan buruk. Pemberian edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Kecamatan Bungus Teluk Kabung mengenai penyakit faringitis akut sehingga dapat menurunkan angka kesakitan infeksi saluran pernafasan atas. Acute pharyngitis is one of the most common upper respiratory tract diseases that require medical attention. Particularly in children, this condition can have life-threatening complications. As a result, it is critical to educate the public on the etiology of this disease in addition to strategies to prevent and manage it. This activity was done at the Bungus Teluk Kabung District of Padang City, West Sumatra. Respondents begin the activity by completing a questionnaire. Furthermore, education was conducted by distributing brochures and watching a short movie about acute pharyngitis. According to the results of the questionnaire, it was observed that 15 people (45.5%) had good knowledge and 8 people (24.2%) had poor knowledge. In order to decrease the morbidity rate of upper respiratory tract infections, education is intended to improve the knowledge of acute pharyngitis among the locals of the Bungus Teluk Kabung District.
JAJAN PINTAR, TUBUH SEHAT: EDUKASI INTERAKTIF PEMILIHAN JAJANAN SEHAT UNTUK MENINGKATKAN LITERASI GIZI MURID SEKOLAH DASAR Wisda Widiastuti; Fitra Deny; Nilas Warlem; Berri Rahmadhoni; Aryaldi Zulkaraini
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 3 (2026): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i3.4188

Abstract

Anak usia sekolah merupakan kelompok yang rentan mengonsumsi jajanan tinggi gula, garam, dan lemak karena kemudahan akses serta kurangnya pemahaman dalam memilih makanan yang sehat. Kebiasaan tersebut berpotensi meningkatkan risiko obesitas, diabetes melitus, dan penyakit tidak menular lainnya pada masa mendatang. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi sejak dini untuk meningkatkan literasi gizi dan membentuk perilaku memilih jajanan yang lebih sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai pemilihan jajanan sehat melalui program edukasi "Jajan Pintar, Tubuh Sehat". Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 07 Koto Jepang dengan melibatkan 55 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dengan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, permainan edukatif, simulasi pemilihan jajanan sehat, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan siswa dari 63,1 ± 10,4 sebelum edukasi menjadi 89,3 ± 7,2 setelah edukasi, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik (p < 0,001). Selain itu, terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam mengenali jajanan sehat, memahami dampak konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta membiasakan perilaku makan yang lebih sehat. Tingginya partisipasi dan antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa metode edukasi yang interaktif mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Program "Jajan Pintar, Tubuh Sehat" terbukti efektif sebagai media edukasi dalam meningkatkan literasi gizi anak usia sekolah dan berpotensi menjadi salah satu strategi promotif untuk mendukung pencegahan penyakit tidak menular sejak usia dini melalui kolaborasi antara sekolah, tenaga kesehatan, dan perguruan tinggi.
DIABETES GESTASIONAL SEBAGAI PREDIKTOR DINI PENYAKIT KARDIOMETABOLIK JANGKA PANJANG: TINJAUAN LITERATUR Wisda Widiastuti; Dessy Abdullah; Aryaldy Zulkarnaini; Arief Rinaldy; Desi Aliefia; Gangga Mahatma
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1864

Abstract

Gestational diabetes mellitus (GDM) has long been regarded as a transient metabolic disorder limited to pregnancy. However, growing scientific evidence indicates that GDM represents an early marker of long-term metabolic vulnerability in women. This literature review aims to synthesize current evidence on the association between GDM and the risk of type 2 diabetes mellitus, cardiovascular disease, and other metabolic disorders after pregnancy, as well as its implications for postpartum care and interdisciplinary collaboration. A literature search was conducted using the PubMed, Scopus, and Web of Science databases, focusing on articles published over the past ten years. The review findings show that women with a history of GDM have a significantly increased risk of developing type 2 diabetes mellitus, as well as a higher risk of cardiovascular disease compared with women without a history of GDM, even among those who do not progress to overt diabetes. The underlying mechanisms include persistent insulin resistance, pancreatic β-cell dysfunction, chronic low-grade inflammation, the role of the placenta, and the potential contribution of the gut microbiota. In conclusion, GDM should be understood as an early predictor of long-term cardiometabolic disease. Structured and collaborative postpartum care involving obstetrics and internal medicine is essential to reduce the future burden of disease.