Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik dan Tingkat Ansietas Ibu Hamil terhadap Infeksi Covid-19 di Puskesmas Alai Kota Padang Annisa Putri Sugianto; Yuliza Birman; Arief Rinaldy
Scientific Journal Vol. 4 No. 2 (2025): SCIENA Volume IV No 2, March 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i2.218

Abstract

Latar Belakang: Pada akhir tahun 2019, infeksi pneumonia virus yang dinamakan infeksi SARS- COV2 (Corona Virus Disease 2019) atau Covid-19 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China. Infeksi ini menyerang saluran pernafasan yang mengakibatkan radang paru-paru dan dapat mempengaruhi sistem organ lainnya. Penyebaran infeksi Covid-19 ini berpengaruh tehadap kesehatan psikis dan psikologis di berbagai kalangan, salah satunya adalah ibu hamil. Hal ini dapat memicu tingkat ansietas pada ibu hamil yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan juga bayi hingga jalan lahir nantinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat ansietas ibu hamil terhadap infeksi Covid-19 di Puskesmas Alai kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kategorik dengan rancangan cross sectional yang menggunakan data primer yang berasal dari kuesioner yang diberikan kepada responden sesuai dengan kriteria ibu hamil di Puskesmas Alai kota Padang. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik consecutive sampling. Sampel yang diperoleh adalah 70 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan usia responden terbanyak adalah 20-35 tahun yaitu 61 orang (87.1%), tingkat pendidikan terakhir terbanyak adalah SMA/ sederajat yaitu 41 orang (58.6%), status pekerjaan responden terbanyak adalah IRT/ tidak bekerja yaitu 57 orang (81.4%), jumlah gravida terbanyak adalah primigravida yaitu 31 orang (42%), jumlah paritas terbanyak adalah nullipara yaitu 31 orang (42%), jumlah anak terbanyak adalah tidak ada/ kehamilan anak pertama yaitu 31 orang (42%), lalu tingkat ansietas tertinggi adalah ansietas sedang yaitu 45 orang (64,3%). Kesimpulan: Karakteristik ibu hamil di Puskesmas Alai kota Padang berdasarkan usia terbanyak adalah 20-35 tahun, tingkat pendidikan terakhir tertinggi adalah lulusan SMA/ sederajat, status pekerjaan terbanyak adalah IRT/ tidak bekerja, usia kehamilan terbanyak adalah pada kategori kehamilan trimester III, jumlah gravida terbanyak adalah multigravida, jumlah paritas terbanyak adalah nullipara, Jumlah anak terbanyak adalah 1 anak dan tingkat ansietas terbanyak adalah tingkat ansietas sedang.
DIABETES GESTASIONAL SEBAGAI PREDIKTOR DINI PENYAKIT KARDIOMETABOLIK JANGKA PANJANG: TINJAUAN LITERATUR Wisda Widiastuti; Dessy Abdullah; Aryaldy Zulkarnaini; Arief Rinaldy; Desi Aliefia; Gangga Mahatma
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1864

Abstract

Gestational diabetes mellitus (GDM) has long been regarded as a transient metabolic disorder limited to pregnancy. However, growing scientific evidence indicates that GDM represents an early marker of long-term metabolic vulnerability in women. This literature review aims to synthesize current evidence on the association between GDM and the risk of type 2 diabetes mellitus, cardiovascular disease, and other metabolic disorders after pregnancy, as well as its implications for postpartum care and interdisciplinary collaboration. A literature search was conducted using the PubMed, Scopus, and Web of Science databases, focusing on articles published over the past ten years. The review findings show that women with a history of GDM have a significantly increased risk of developing type 2 diabetes mellitus, as well as a higher risk of cardiovascular disease compared with women without a history of GDM, even among those who do not progress to overt diabetes. The underlying mechanisms include persistent insulin resistance, pancreatic β-cell dysfunction, chronic low-grade inflammation, the role of the placenta, and the potential contribution of the gut microbiota. In conclusion, GDM should be understood as an early predictor of long-term cardiometabolic disease. Structured and collaborative postpartum care involving obstetrics and internal medicine is essential to reduce the future burden of disease.