Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

INTEGRASI SAINS ISLAMI BIDANG PENDIDIKAN MEMBENTUK KARAKTER POSITIF DI ERA DIGITAL Sarwi Sarwi
Prosiding Seminar Pendidikan Fisika FITK UNSIQ Vol 1 No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN FISIKA FITK UNSIQ
Publisher : Prodi Pendidikan Fisika FITK UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel difokuskan untuk merumuskan ilmu pengetahuan islami dan strategi membentuk karakter peserta didik pada era digital. Penelitian ini dilakukan melalui studi literatur dan menganalisis hasil-hasil penelitian penulis.Artikel ini ditujukan kepada dosen, guru, pemerhati pendidikan, dan calon guru.Sains islami adalah hasil interaksi filsafat islami dan sains yang bersumber dari ayat-ayat Kauniyyah dan ayat-ayat Qur'aniyyah yang dicirikan teologi Islam. Sains islami dapat dihasilkan dan atau ditemukan oleh ilmuwan yang belatar belakang muslim dan non muslim, yang berlandaskan kandungan Al Quran dan Al Hadits. Lembaga Pendidikan Islam Terpadu (LPIT) melahirkan Sekolah Islam Terpadu (SIT) yang menerapkan sistem full time school merupakan salah satu alternatif solusi dari keresahan masyarakat tentang lembaga yang islami.Pendidikan karakter efektif diintegrasikan melalui berbagai mata pelajaran yang diajarkan di kelas dan melalui kegiatan ko-ekstrakurikuler di sekolah.Nilai-nilai karakter yang dapat diinternalisasikan ke dalam diri peserta didik yakni nilai-nilai dari dunia simbolik, empirik, estetik, etik, sinnoetik, dan sinoptik. Tujuan akhir yang dicapai dari proses internalisasi adalah pembentukan kepribadian peserta didik yang utuh. Maknanya kepribadian itu dibentuk dari aspek intelektual, emosional, dan spiritual, maka dijamin akan melahirkan karakter terpuji. Penyelenggaraan LPIT dengan kurikulum terpadu untuk membentuk kepribadian yang sempurna (kamil) menjadi solusi dalam mengatasi masalah pendidikan di era digital.
Implementasi Sumber Pembelajaran Berbasis Teks Multimodal Tema Hewan Endemik Hutan Manggrove Pascapandemi Covid19 : Studi Pustaka Ruhama Desy M; Sarwi Sarwi; Enni Suwarsi Rahayu; Dyah Rini Indriyanti
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk melihat Implementasi Sumber Pembelajaran Berbasis Teks MultimodalTema Hewan Endemik Hutan Manggrove Pascapandemi Covid 19. Pemaparan ini berdasarkanterhadap 4 (empat) hal, yaitu (1) Sumber Pembelajaran Berbasis Teks Multimodal, (2) TeachingMaterial, (3) Hewan Endemik Hutan Manggrove, (4) Pembelajaran Pascapandemi Covid-19.Permasalahan yang muncul adalah Sumber Pembelajaran berbasis Multimodal dengan kondisiPascapandemi Covid-19. Proses kegiatan belajar-mengajar ditujukan untuk terwujudnya pesertadidik yang siap untuk bersaing di era revolusi industri 4.0 yang mewajibkan peserta didik mampumembangun dan menjadikan dunia dalam aspek pendidikan maupun masyarakat lebih maju. Sertamenjadikan peserta didik lebih meghargai serta dapat melestasrikan alam sekitar. Metode yangdigunakan yaitu literatur review atau studi pustaka, dengan melakukan review dari 230 artikelIlmiah kemudian di reduksi menjadi 107 artikel selanjutkan di reduski kedua menjadi 91 artikelkemudian reduksi ketiga menjadi 65 artikel dan reduksi keempat menjadi 33 artikel jurnal Ilmiahdari berbagai penerbit yang bereputasi baik.
EFEKTIVITAS MEDIA DIORAMA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KOLABORASI, DAN HASIL BELAJAR SISWA SD PERIODE 2019 - 2024 Sintarani, Chitra; Wasino Wasino; Sarwi Sarwi; Bambang Subali; Nuni Widiarti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.19071

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas media diorama dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan hasil belajar siswa sekolah dasar melalui systematic literature review. Analisis terhadap 20 jurnal terkini menunjukkan bahwa penggunaan diorama, baik secara mandiri maupun terintegrasi dengan model pembelajaran inovatif seperti Problem Based Learning dan Project Based Learning, memiliki dampak positif yang signifikan. Hasil menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar hingga 100% pada beberapa studi, serta peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi siswa. Integrasi diorama dengan teknologi augmented reality juga menunjukkan potensi dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Implikasi pedagogis meliputi pentingnya integrasi diorama ke dalam kurikulum, pelatihan guru, desain pembelajaran kolaboratif, fokus pada pengembangan keterampilan abad 21, dan evaluasi berkelanjutan. Meskipun diorama terbukti efektif, implementasinya perlu dilakukan dengan cermat dan disesuaikan dengan konteks pembelajaran untuk memaksimalkan manfaatnya. Penelitian ini menyoroti potensi diorama sebagai media pembelajaran yang dapat mempersiapkan siswa menghadapi tantangan abad 21, namun juga menggarisbawahi perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan penggunaannya dalam berbagai konteks pendidikan.
Analisis Kehadiran Siswa Sekolah Minggu Buddha Virya Dharma dalam Meningkatkan Pemahaman Ajaran Agama Buddha Sarana Puja Sarwi Sarwi
Jurnal Budi Pekerti Agama Buddha Vol. 3 No. 1 (2025): March: Jurnal Budi Pekerti Agama Buddha
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbpab.v3i1.1834

Abstract

This study aims to analyze the extent to which the attendance of students at the Virya Dharma Buddhist Sunday School contributes to an increase in their understanding of Buddhist teachings through the practice of puja facilities. Using a descriptive qualitative approach and supported by statistical attendance data, this study involved 15 students aged 1–17 years as respondents. Data were collected through observation, interviews, and documentation of activities. The results showed that students with high attendance rates tended to have a better understanding of the basic Buddhist values of puja facilities. Regular attendance also strengthened students' spiritual experiences through active involvement in puja, which encouraged the appreciation and application of Buddhist teachings in daily life. Thus, student attendance in Sunday school activities is not merely administrative, but becomes an important element in the formation of Buddhist character and spirituality from an early age.