Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENDAMPINGAN KESEHATAN REMAJA MELALUI PEMBENTUKAN POJOK KESEHATAN REMAJA (POKER) DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Dewi Nurlaela Sari; Desi Trisiani; Hani Oktafiani; Intan Yusita; Supriyatni Supriyatni; Widia Ariani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v3i1.6853

Abstract

Masalah Kesehatan Remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian khusus. Masa remaja dianggap sebagai masa yang paling sehat secara fisik, namun paling "rawan" secara psikologis dan sosial yang dapat memberi dampak pada kesehatan fisiknya. Dalam kaitannya dengan pelayanan kesehatan pada remaja, diperlukan suatu pendekatan yang lebih bersifat bermuatan edukatif untuk bimbingan ke arah pola perilaku sehat. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu peningkatan kesehaan remaja melalui pembentukan pojok kesehatan remaja di SMA 1 Cicalengka. Pendampingan Kesehatan remaja melalui pembentukan Pojok Kesehatan Remaja diharapkan dapat meningkatkan antusiasme remaja khsusunya di sekolah dalam memperoleh informasi yang benar dan melakukan konsultasi Kesehatan remaja dengan nyaman. Sasaran dalam kegiatan ini yaitu seluruh siswa SMA tingkat X, XI dan XII. Metode yang dilakukan pada pengabdian masyarakat ini yaitu dengan membentuk suatu wadah informasi kesehatan yang disebut Pojok Kesehatan Remaja yang terdiri dari siswa siswi terpilih dan berprestasi yang disebut duta Kesehatan yang merupakan penggerak dan pendorong Kesehatan untuk teman siswa siswi lainnya, praktisi Kesehatan dari Puskesmas yang menaungi wilayah kerja Sekolah Menengah Atas tersebut serta Akadimisi yang memiliki dasar keilmuan di bidang kesehatan. Hasilnya diketahui sebanyak 26,66% siswa memiliki pengetahuan yang kurang tentang kesehatan, dan sebagian kecil mengalami anemia. Simpulannya pendampingan kesehatan diperlukan untuk mengawal siswa siswi dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal.
Penerapan Akupresur Sanyinjiao (SP 6) dan Hegu (LI 4) Pada Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif Di Puskemas X intan yusita; Yanyan Mulyani; Nuraini Dwi Arianti
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 13 No 3 (2021): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v13i3.582

Abstract

Labor is a physiological thing for every pregnant woman during the delivery process, the mother will experience nerve compression so that she feels the sensation of pain that is felt during painful contractions that will make her feel tired and afraid. There are many ways to reduce pain, including using non-pharmacological methods through acupressure, breath relaxation, etc. the Mother complains of pain during labor. This study aims to provide integrated care in pregnancy and childbirth with the application of acupressure on labor pain at X Health Center Bandung. This type of research is descriptive with a continuity of care approach through a case study with a sample of 3 women giving birth with complaints of labor pain in the active phase of the first stage, the sampling method is purposive sampling. Each mother in labor applied acupressure techniques for 6 cycles bilaterally at points SP 6 and LI 4. Pain assessment was carried out on respondents before and after the intervention. Based on the measurement results of the Numeric Rating Scale (NRS) pain scale, it was found that the respondents said that after the acupressure technique was performed at the point of delivery, the pain was reduced during the labor process. However, there are several factors such as age, coping mechanisms, environmental support, and so on. So it can be concluded that acupressure is effective in reducing pain during labor, especially in the first stage of the active phase and it is hoped that acupressure can be applied to help reduce labor pain to be comfortable.
Pengaruh Konsumsi Jantung Pisang Terhadap Peningkatan Produksi Asi : Studi Kasus Intan Yusita; Hani Oktafiani; Cici Valiani; Pratiwi Swastika; Meda Yuliani
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 13 No 3 (2021): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v13i3.583

Abstract

Smooth milk production is one of the factor that can affect breastfeeding for babies. The better the nutricion consumed by the mother, the more milk production will increase. Banana heart contains laktogagum which can increase the smooth production of breast milk. To determine the effectiveness of giving Banana heart to increase the smooth production of breastmilk ini Pagarsih Health Center. This study uses a case study (case study) descriptively with midwifery care continuously of care.The result of the care provided were in accordance with the theory and giving Banana heart to postpartum mothers for 7 days was effective to increase the smooth production of breast milk. Giving Banana heart is effective to increase the smooth production of breast milk. Giving Banana heart is effective to increase the smooth production of breast milk.
Kombinasi Aromaterapy Jasmine Sambac dan Loving Yoga terhadap Disfungsi Seksual pada Akseptor KB Suntik DMPA Antri Ariani; Intan Yusita; Dewi Nurlaelasari
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 22, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v22i3.2777

Abstract

One of the side effects of the 3-Month Injectable KB is impaired sexual function caused by the high level of the hormone progesterone, resulting in vaginal drying, which causes pain during sexual intercourse, which can lead to a decrease in sexual desire or dysfunction in women. Jasmine Sambac is an effective and gentle way to promote a healthy body and for relaxation. Loving yoga is a type of yoga developed by researchers, with a focus on Kegel exercises and pelvic muscles that function to increase blood flow, so that the body feels relaxed which can increase libido in sexual intercourse. The purpose of this study was to identify the effect of the combination of Aromatherapy Jasmine Sambac and Loving Yoga on sexual dysfunction in DMPA injection family planning acceptors. The research method used is a quasi-experimental approach with a one group pre-post test design approach. Measurement of pre-test and post test was carried out using the FSFI (Female Sexual Function Index) instrument. The results showed that jasmine sambac aromatherapy and loving yoga had a significant effect on increasing the total libido, including its 6 aspect domains, on DMPA injection acceptors.
Pengaruh Stability Ball Exercise dan Lumbopelvic Exercise terhadap Aktifitas Fungsional pada Ibu Hamil dengan Kondisi Nyeri Punggung Bawah Postural Intan Yusita; Antri Ariani; Cici Valiani; Sinta Putri Oktaviani
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol10.iss1.235

Abstract

There are late stage pregnancy complaints that are felt such as low back pain, pelvic pain, pubic symphysis dysfunction, carpal tunnel syndrome, and stress incontinence.(1) Nyeri punggung have anegative impact on daily activities such as when walking, lifting things, climbing stairs, lying on your back, exercising, doing household chores, even at rest and tidur.(3) Stability Ball Exercise is a lumbar dynamic stability exercise to reduce low back pain, increase muscle strength, endurance, balance, and flexibility reflexes.(4) Lumbopelvic exercise is a stretching and strengthening exercise that focuses on strengthening the back and abdominal muscles that function as stabilizers in the lumbopelvic so as to increase the activity ability of functiononal.(5)The purpose of this study was to identify the Effect of Stability Exercise and Lumbopelvic Exercise on Functional Activities in Pregnant Women With Postural Lower Back Pain Conditions. The research method used is quasi-experimental with a time-series experimental design research approach. This study was conducted using the oswestry disability index (ODI) instrument. The results of the study with the anova test obtained differences in the average ODI score before and after the Stability Ball Exercise and lumbopelvic exercise with a sig value of 0.000<0.05, it can be concluded that the variant group has an average ODI score which has a significant effect on increasing functional activity. Can be used as an alternative to gymnastics for pregnant women in services in independent midwifery practice and can improve the quality of comprehensive midwife-based care services.
Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu Hamil Melalui Edukasi Pencegahan Penyulit Kehamilan Dengan Sigap Resti (Resiko Tinggi) Ina Sugiharti; Antri Ariani; Meda Yuliani; Intan Yusita; Tika Lubis; Dewi Nurlaela Sari; Iceu Mulyati; Dyah Ayu Fitriani; Nova Mawar Senja; Khilfa Syawalia Kusumah; Elsa Nurohimah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1095

Abstract

Peningkatan Kesehatan dan kesejateraan dalam masa kehamilan merupakan tujuan salah satu tujuan dalam program SGDs. Edukasi merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan derajat Kesehatan, dengan meningkatnya pengetahuan tentang Kesehatan akan merubah sikap dan perilaku seseorang tentang Kesehatan. Pemberian edukasi ini selain menggunakan metode ceramah juga dilakukan pemberian leafleat sebagi pendukung edkuasi. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi secara ceramah dengan dibantu oleh media yang di modifikasi tentang kehamilan beresiko, penyulit kehamilan,serta tentang penguatan deteksi komplikasi dengan sigap resti.  Hal ini untuk meningkatkan pengetahuan bagi ibu hamil, juga mengubah perilaku dan sikap ibu hamil serta memberdayakan ibu hamil dalam mendeteksi diri terkait kondisi kehamilannya sehingga dapat mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan. Kegiatan inti yang dilakukan yaitu pemberian edukasi. Mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat melibatkanbidan desa setempat, kader dan puskesmas. Kegiatan Pertama yaitu edukasi mengenai kehamilan beresiko, penyulit pada kehamilan serta penguatan pengahaman tentang sigap resti sebagai pemberdayaan ibu hamil dalam meningktakan kesehatannya. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan tentang kehamilan beresiko sebelum dan sesudah yaitu sebesar 19 % kenaikan untuk tingkatan pengatahuan baik, dan sebesar 28,5 % pada tingkatan cukup, dan pada tingkatan pengetahuan kurang mengalami penurunan 48,1 %. Dengan adanya perubahan tingkat pengetahuan ini serta penguatan pemahaman dengan sigap resti diharapkan ibu hamil dapat lebih aware  terhadap kondisi kehamilannya dan lebih rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Efforts to Improve the Health of Pregnant Women Through Education on Prevention of Pregnancy Complications with a Sprightly Resti (High Risk) Improving health and well-being during pregnancy is one of the goals in the SGDs program. Education is one of the efforts to improve the degree of health, with increasing knowledge about health will change a person's attitude and behavior about health. In addition to using the lecture method, leafleat is also given as a supporter of education. This community service activity is carried out by providing lectures with the help of modified media about risky pregnancies, pregnancy complications, and about strengthening the detection of complications swiftly. This is to increase knowledge for pregnant women, also change the behavior and attitudes of pregnant women and empower pregnant women to detect themselves regarding their pregnancy conditions so that they can optimize health during pregnancy. The core activity carried out is the provision of education. Partners in community service activities involve local village leaders, cadres and puskesmas. The first activity is education about risky pregnancies, difficulties in pregnancy and strengthening understanding about swiftness as an empowerment of pregnant women in notarizing their health. The results obtained from this community service activity were an increase in knowledge about pregnancies at risk before and after, namely by 19% increase for the level of good knowledge, and by 28.5% at the sufficient level, and at the level of knowledge less decreased by 48.1%. With this change in the level of knowledge and strengthening understanding swiftly, it is hoped that pregnant women can be more aware of the condition of their pregnancy and more routinely conduct pregnancy check-ups.
Effect Of Pelvic Floor Muscle Training On Uterus Involution In Spontane Postpartum Mother Intan Yusita; Jusuf Effendi; Achadiyani
Health Media Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : UrbanGreen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55756/hm.v1i2.31

Abstract

Childbirth is a natural occurrence experienced by every pregnant woman. Postpartum mothers have problems with uterine involution. One activity that is recommended for mothers after childbirth is the puerperal exercises Pelvic Floor Muscle Treatment (PFMT) or exercises specifically performed for pelvic floor muscles. The research method uses quasy experiment with one group post test design with control. The total sample is 36 people. Sampling technique is done by consecutive sampling with random permutation block. The instrument of data collection that is observational sheet is doing direct observation to the object of research to look closely at the activities carried out. Observation sheet which includes Pelvic floor muscle training. Pelvic Floor Muscle Training exercises affect the acceleration of decreased uterine fundus height (TFU) in Postpartum mothers compared to not doing gymnastics. Health workers should try to provide counseling and counseling about the importance of Pelvic floor muscle training.
Pelaksanaan Monitoring Awal Risiko Kegawatan Maternal Oleh Kader Intan Yusita; Meda Yuliani; Sri Wulan Megawati
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pntjmx19

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi, yaitu 98,60 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2024. Penyebab utama kematian meliputi komplikasi non-obstetrik, hipertensi dalam kehamilan, perdarahan, serta keterlambatan deteksi dini dan penanganan kegawatdaruratan. Kader PKK memiliki peran strategis dalam upaya promotif dan preventif, namun keterbatasan pengetahuan, keterampilan, dan pemanfaatan teknologi menjadi kendala. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan Sistem Monitoring Awal Risiko Kegawatan Maternal (SMART-K) berbasis aplikasi Early Warning Score Indonesia (EWSI) dalam meningkatkan kapasitas kader PKK. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi pada kader PKK Anyelir 2 Cikutra Bandung. Desain pre-test dan post-test digunakan untuk menilai kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan kader.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek. Kesadaran merumuskan strategi organisasi meningkat dari 92,3% kategori kurang menjadi 76,9% baik; kemampuan perumusan program dari 100% kurang menjadi 84,6% baik; pengetahuan kegawatan ibu hamil dari 15,4% baik menjadi 92,3%; keterampilan penilaian risiko dari 7,7% baik menjadi 96,2%; serta keterampilan penanganan kegawatdaruratan dari 7,7% bisa menjadi 73,1%.Penerapan SMART-K berbasis EWSI terbukti efektif meningkatkan kapasitas kader PKK dalam deteksi dan penanganan risiko maternal. Program ini layak dilanjutkan secara berkelanjutan untuk mendukung penurunan angka kesakitan dan kematian ibu.
Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi dan Konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) melalui Edukasi Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Meda Yuliani; Intan Yusita; Dyah Ayu Fitriani; Tika Lubis; Ina Sugiharti; Dewi Nurlaela Sari; Widya Arumningtyas
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/f07jtb68

Abstract

Rendahnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia, kehamilan usia dini, dan gangguan kesehatan reproduksi. Hasil Survei Mawas Diri (SMD) di wilayah kerja Puskesmas “R” menunjukkan masih terdapat remaja yang memiliki pengetahuan rendah mengenai Infeksi Menular Seksual (IMS), kesehatan reproduksi, dan konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe). Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya konsumsi Tablet Darah Tambah (Fe) melalui edukasi kesehatan. Metode pelaksanaannya dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dengan pendekatan edukatif menggunakan ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, leaflet, dan video edukasi berdasarkan hasil identifikasi masalah dari Survei Mawas Diri. Sasaran kegiatan adalah remaja di wilayah kerja Puskesmas “R”. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS), serta pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan mampu memahami materi yang diberikan dengan lebih baik. Pendidikan kesehatan terbukti menjadi salah satu upaya promotif yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan anemia. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, sekolah, kader kesehatan, dan masyarakat.
Makusam Yogurt and Child Pose Yoga for Dysmenorrhea Management Antri Ariani Antri; Yanyan Mulyani; Iceu Mulyati; Intan Yusita
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 7 No. 2 (2026): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v7i2.8511

Abstract

Dysmenorrhea is a prevalent reproductive health concern among adolescent girls that may disrupt everyday activities, school participation, and concentration. This community service initiative sought to strengthen adolescents' understanding of non-pharmacological care for dysmenorrhea through Makusam Yogurt—prepared with yogurt, honey, turmeric, and tamarind—and Child's Pose yoga, while also reducing menstrual pain. A training-based community intervention with a one-group pretest–posttest design was conducted among 52 adolescent girls in the service area of Solokan Jeruk Public Health Center, Bandung Regency. Activities comprised reproductive health education, hands-on preparation of Makusam Yogurt, guided Child Pose practice, and outcome assessment using a knowledge questionnaire and the Numeric Rating Scale (NRS). Following the program, the proportion of participants classified as having good knowledge rose from 60% to 85%. Moderate menstrual pain declined from 68% before the intervention to 5% afterward, and participants were able to prepare Makusam Yogurt independently. The findings suggest that combining health education, an herbal functional-food innovation, and a simple yoga exercise offers a practical and potentially sustainable approach to improving reproductive health knowledge and alleviating dysmenorrhea among adolescent girls.