Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM SEMBAKO DI KECAMATAN KAWANGKOAN UTARA KABUPATEN MINAHASA Toporundeng, Felini O.; Bogar, Wilson; Mamonto, Fitri H.
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2022): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v6i1.2733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis mekanisme pelaksanaan Program Sembako di Kecamatan Kawangkoan Utara Kabupaten Minahasa. Metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pengetahuan aparat pemerintah tentang proses persiapan pelaksanaan, landasan regulasi, pedoman umum, bahkan Program BPNT yang bertransformasi menjadi Program Sembako masih sangat minim. 2) Edukasi dan sosialisasi sudah diberikan kepada masyarakat dan KPM Program Sembako tetapi masih kurangnya pengetahuan aparat pemerintah terkait alur dan pelaksana edukasi dan sosialisasi Program Sembako. 3) Tidak adanya pendampingan dari pemerintah desa saat pendistribusian KKS, kemudian kurangnya pemahaman secara spesifik tentang tahapan pelaksanaan pendistribusian KKS dan penyebutan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) oleh Pimpinan Kecamatan dan KPM. 4) KPM Program Sembako masih belum tepat sasaran kemudian belum ada pemutakhiran data terkait KPM Program Sembako, dan Pemerintah Desa yang masih belum mengetahui secara terperinci kriteria KPM yang dapat diganti. 5) Proses penyaluran dana bantuan program Sembako masih kurangnya dipahami oleh para implementor dan adanya keterlambatan penyaluran dana bantuan, dan ada KPM yang tidak berada ditempat saat penyaluran bantuan. Adapun faktor-faktor determinan dalam penelitian ini adalah komunikasi, sumber daya, disposisi (sikap), dan struktur birokrasi.
Dinamika Fungsi Legislasi Badan Permusyawaratan Desa dalam Perspektif Politik Lokal: Kajian di Desa Kiawa Satu Mantiri, Jeane; Toporundeng, Felini Otnil; Supit, Brain Fransisco
Tumoutou Social Science Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Tumoutou Social Science Journal
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/ggz6gy49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana BPD di Kiawa Satu menjalankan fungsi legislasi sesuai Permendagri Nomor 110 Tahun 2016, serta menganalisis kendala dan dinamika politik lokal yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi legislasi BPD di Desa Kiawa Satu belum berjalan maksimal. Secara formal BPD memiliki peran penting, namun dalam praktiknya peran tersebut belum optimal karena proses pembahasan peraturan masih didominasi oleh kepala desa. Keterbatasan kemampuan anggota BPD dalam memahami regulasi dan analisis kebijakan, serta minimnya pelatihan teknis, turut memperlemah peran legislasi. Hubungan antara BPD dan pemerintah desa terjalin baik, tetapi belum seimbang secara kelembagaan. Partisipasi masyarakat dalam penyusunan peraturan juga masih rendah dan cenderung formalitas akibat kurangnya akses informasi dan budaya yang masih paternalistik. Meski demikian, munculnya semangat baru dari anggota BPD muda serta partisipasi masyarakat dalam isu tertentu menunjukkan potensi perubahan ke arah yang lebih baik. Karena itu, penguatan fungsi legislasi perlu dilakukan melalui peningkatan kapasitas kelembagaan, pelatihan teknis, dan pembentukan budaya politik lokal yang lebih terbuka dan partisipatif agar BPD dapat berfungsi secara demokratis dan akuntabel.
Bureaucratic Challenges in Realizing Sustainable Tourism in Tomohon City F. Rattu, Stenlie; Mantiri, Jeane; Otnil Toporundeng, Felini
Iapa Proceedings Conference 2025: IAPA 2025 Hybrid Annual Conference & Congress INDIGESNOUS PUBLIC ADMINISTRATION
Publisher : Indonesian Association for Public Administration (IAPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30589/proceedings.2025.1342

Abstract

This study aims to identify and analyze the bureaucratic challenges in realizing sustainable tourism in Tomohon City, with four main sub-focuses: inter-agency coordination, government apparatus competence, budget availability, and digitalization. The research method used is a qualitative approach. Data collection techniques include observation, interviews, and literature study. Furthermore, this study applies qualitative data analysis covering data reduction, data presentation, drawing conclusions, and conclusion verification. The findings indicate that several bureaucratic challenges in realizing sustainable tourism in Tomohon City can be seen from four main aspects. First, inter- agency coordination remains weak, as shown by the lack of synchronization between tourism development policies and spatial planning or environmental management. Second, the competence of government apparatus is still inadequate, particularly in understanding sustainable tourism and digital skills, making it difficult for the bureaucracy to adapt to the demands of smart tourism. Third, budget availability is limited and inconsistent, with most allocations directed to major events such as the Tomohon International Flower Festival, while destination maintenance, environmental conservation, and long- term promotion receive less attention. Fourth, digitalization within the bureaucracy has not been implemented optimally due to limited infrastructure, low digital capacity of officials, fragmented systems between agencies, and the digital gap among local tourism stakeholders.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI DESA KIAWA SATU BARAT Felini Otnil Toporundeng; Rebecca Christy Mowilo; Patriani Wilma Eunike Supit; Jesica Karouw; Rahma A. Alhasni
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v7i1.2448

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Keluarga Harapan di Desa Kiawa Satu Barat dengan fokus pada perencanaan, penetapan calon penerima manfaat, validasi data, penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), serta penyaluran bantuan sosial. Permasalahan penelitian ini adalah masih ditemukannya ketidaktepatan sasaran, keterbatasan pemahaman aparat desa terhadap regulasi, serta belum optimalnya proses validasi dan penyaluran bantuan yang sesuai ketentuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan. Temuan riset menunjukkan bahwa pelaksanaan PKH di Desa Kiawa Satu Barat belum berjalan optimal, karena masih terdapat kelemahan pada aspek perencanaan, penetapan calon peserta, validasi data, penetapan KPM, dan penyaluran bantuan. Hal ini terlihat dari masih terbatasnya pemahaman aparat desa terhadap regulasi, belum maksimalnya verifikasi data berbasis kondisi faktual, serta masih adanya ketidaktepatan sasaran penerima bantuan. Meskipun penyaluran sudah menggunakan sistem non-tunai, pemahaman teknis di tingkat pelaksana masih belum merata sehingga terjadi kesenjangan antara aturan dan praktik di lapangan. Sehingga diperlukan penguatan sosialisasi, peningkatan kapasitas pelaksana, dan perbaikan sistem validasi.