p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrotek Tropika
F X Susilo
Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PERMUKAAN TANAH PADA BEBERAPA LOKASI PERTANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz) DI LAMPUNG Christ Arissandhi Pandiangan; F X Susilo; Agus Muhammad Hariri; I Gede Swibawa
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i1.4792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman Arthropoda  permukaan tanah di beberapa lokasi pertanaman ubikayu di Provinsi Lampung. Lokasi 1 dan 2 terletak di desa Tanjung Sari, Lampung Selatan, lokasi 3 dan 4 terletak di desa Bumi Aji, Lampung Tengah, lokasi 5 di desa Pekalongan, Lampung Timur dan lokasi 6 di desa Sukaraja Nuban, Lampung Timur. Pengambilan sampel Arthropoda menggunakan pitfall trap(diameter 13 cm, tinggi 20 cm) dilakukan lima kali (lima minggu) pada enam lokasi pertanaman ubikayu.  Arthropoda hasil tangkapan dikoleksi dalam botol vial dengan alkohol 70%, selanjutnya diidentifikasi di Laboratorium Ilmu Hama Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan total arthropoda permukaan tanah dari 6 lokasi adalah bervariasi, terdiri atas tujuh kelompok Arthropoda.  Di antara enamordo arthropoda yang ditemukan, terdapat dua kelompok yang memiliki kelimpahan dan nilai penting (PV) tertinggi, yaitu Collembola dan semut.  Nilai indeks Shannon arthropoda pada pertanaman ubi kayu pada kisaran antara 0,6 sampai 1,17 dan indeks Simpson antara 0,3-0,5.
PENGARUH SERANGAN HAMA KUTU PUTIH (Phenacoccus manihoti Matile-Ferrero) TERHADAP PRODUKSI UBIKAYU (Manihot esculenta Crantz) Dicky Ashari Ramadhan; F X Susilo; Nur Yasin; I Gede Swibawa
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i2.5019

Abstract

Tanaman ubikayu merupakan salah satu tanaman pangan penting di Indonesia. Tanaman ubikayu mengalami serangan hama kutu putih (Phenacoccus manihoti Matile-Ferrero). Serangan hama kutu putih dapat menurunkan produksi ubikayu. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui tingkat serangan hama kutu putih dan 2) mengetahui pengaruh serangan hama kutu putih terhadap produksi tanaman ubikayu di kawasan Lampung Selatan dan Lampung Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di tiga pertanaman ubikayu di Lampung Selatan dan Lampung Tengah. Kegiatan penelitian di petak pertama berlangsung dari bulan April 2018 sampai September 2018, penelitian di petak kedua berlangsung pada bulan Agustus 2018, sedangkan penelitian di petak ketiga berlangsung dari bulan Januari 2019 sampai Maret 2019. Serangan hama kutu putih kutu putih dinyatakan dengan banyaknya tanaman ubikayu yang menunjukkan gejala bunchy-top sedangkan produksi tanaman ubikayu dinyatakan dengan bobot umbi dan jumlah umbi ubikayu.Tanaman yang mengalami bunchy-top pada setiap baris atau gulud sampel diturus. Bobot umbi dan jumlah umbi pada tanaman ubikayu, yang terkena serangan hama kutu putih versus yang sehat dianalisis dengan uji t berpasangan pada taraf nyata 1% atau 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat serangan hama kutu putih menurunkan produksi ubikayu di kawasan Lampung Tengah dan Lampung Selatan. Tingkat serangan hama kutu putih bervariasi dari 4,7 % sampai dengan 8,7 %. Nilai tengah bobot umbi akibat serangan hama kutu putih berkurang sebanyak 728,3 g/batang. Nilai tengah ukuran umbi tanaman ubikayu yang terserang kutu putih berkurang sebanyak, 50,5 g/umbi. Nilai tengah jumlah umbi pada tanaman ubikayu yang terserang kutu putih berkurang sebanyak 2 umbi/batang.