p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrotek Tropika
Nur Yasin
Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKTIVITAS EKSTRAK DAUN DAN KULIT BATANG BUAH NONA (Annona reticulata L.) TERHADAP MORTALITAS ULAT GRAYAK JAGUNG (Spodoptera frugiperda J. E. Smith) Dinda Safa Maura; Nur Yasin; Efri Efri; Purnomo Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.8526

Abstract

Contoh dari hama utama yang menyerang tanaman jagung yakni ulat grayak (Spodoptera frugiperda J.E. Smith)yang perlu dikendalikan. Penggunaan pestisida kimia dalam pengendalian jangka lama memengaruhi dengan cara negatif terhadap lingkungan ataupun kesehatan khalayak. Maka dari itu, dibutuhkan bahan pengganti yaitu pestisida yang ramah lingkungan. Pestisida nabati merupakan contoh dari bahan pengendalian alternatif yang dapat digunakan diantaranya yaitu dengan pengaplikasian ekstrak daun dan kulit batang buah nona (Annona reticulata L.). Penelitian ini diselenggarakan di bulan Januari sampai Juli 2023 dalam Laboratorium Hama Tumbuhan dan Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Riset ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok, yang ekstraknya mencakup 6 konsentrasi serta 3 ulangan (kelompok). Data yang diperoleh dilakukan analisa menggunakan sidik ragam yang setelah itu dilaksanakan uji Beda Nyata Jujur dalam taraf nyata 5%. Di sisi lain dilaksanakan analisa probit guna mengetahui LC50 menggunakan program SPSS 29. Hasil riset membuktikan jika aplikasi ekstrak daun dan kulit batang buah nona (A. reticulata L.) sangat nyata dapat menyebabkan mortalitas pada larva S. frugiperda dan mampu menghambat perkembangan S. frugiperda serta menyebabkan gagal pupa dan gagal imago. Nilai LC50 pada 4 hari setelah aplikasi ekstrak daun buah nona yaitu 1,27 (0,37-1,79)%. Sedangkan, nilai LC50 pada 6 hsa untuk aplikasi kulit batang buah nona yaitu 2,24 (0,78-3,23)%. 
PENGARUH SERANGAN HAMA KUTU PUTIH (Phenacoccus manihoti Matile-Ferrero) TERHADAP PRODUKSI UBIKAYU (Manihot esculenta Crantz) Dicky Ashari Ramadhan; F X Susilo; Nur Yasin; I Gede Swibawa
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i2.5019

Abstract

Tanaman ubikayu merupakan salah satu tanaman pangan penting di Indonesia. Tanaman ubikayu mengalami serangan hama kutu putih (Phenacoccus manihoti Matile-Ferrero). Serangan hama kutu putih dapat menurunkan produksi ubikayu. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui tingkat serangan hama kutu putih dan 2) mengetahui pengaruh serangan hama kutu putih terhadap produksi tanaman ubikayu di kawasan Lampung Selatan dan Lampung Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di tiga pertanaman ubikayu di Lampung Selatan dan Lampung Tengah. Kegiatan penelitian di petak pertama berlangsung dari bulan April 2018 sampai September 2018, penelitian di petak kedua berlangsung pada bulan Agustus 2018, sedangkan penelitian di petak ketiga berlangsung dari bulan Januari 2019 sampai Maret 2019. Serangan hama kutu putih kutu putih dinyatakan dengan banyaknya tanaman ubikayu yang menunjukkan gejala bunchy-top sedangkan produksi tanaman ubikayu dinyatakan dengan bobot umbi dan jumlah umbi ubikayu.Tanaman yang mengalami bunchy-top pada setiap baris atau gulud sampel diturus. Bobot umbi dan jumlah umbi pada tanaman ubikayu, yang terkena serangan hama kutu putih versus yang sehat dianalisis dengan uji t berpasangan pada taraf nyata 1% atau 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat serangan hama kutu putih menurunkan produksi ubikayu di kawasan Lampung Tengah dan Lampung Selatan. Tingkat serangan hama kutu putih bervariasi dari 4,7 % sampai dengan 8,7 %. Nilai tengah bobot umbi akibat serangan hama kutu putih berkurang sebanyak 728,3 g/batang. Nilai tengah ukuran umbi tanaman ubikayu yang terserang kutu putih berkurang sebanyak, 50,5 g/umbi. Nilai tengah jumlah umbi pada tanaman ubikayu yang terserang kutu putih berkurang sebanyak 2 umbi/batang.