p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrotek Tropika
I Gede Swibawa
Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PERMUKAAN TANAH PADA BEBERAPA LOKASI PERTANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz) DI LAMPUNG Christ Arissandhi Pandiangan; F X Susilo; Agus Muhammad Hariri; I Gede Swibawa
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i1.4792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman Arthropoda  permukaan tanah di beberapa lokasi pertanaman ubikayu di Provinsi Lampung. Lokasi 1 dan 2 terletak di desa Tanjung Sari, Lampung Selatan, lokasi 3 dan 4 terletak di desa Bumi Aji, Lampung Tengah, lokasi 5 di desa Pekalongan, Lampung Timur dan lokasi 6 di desa Sukaraja Nuban, Lampung Timur. Pengambilan sampel Arthropoda menggunakan pitfall trap(diameter 13 cm, tinggi 20 cm) dilakukan lima kali (lima minggu) pada enam lokasi pertanaman ubikayu.  Arthropoda hasil tangkapan dikoleksi dalam botol vial dengan alkohol 70%, selanjutnya diidentifikasi di Laboratorium Ilmu Hama Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan total arthropoda permukaan tanah dari 6 lokasi adalah bervariasi, terdiri atas tujuh kelompok Arthropoda.  Di antara enamordo arthropoda yang ditemukan, terdapat dua kelompok yang memiliki kelimpahan dan nilai penting (PV) tertinggi, yaitu Collembola dan semut.  Nilai indeks Shannon arthropoda pada pertanaman ubi kayu pada kisaran antara 0,6 sampai 1,17 dan indeks Simpson antara 0,3-0,5.
HAMA-HAMA TANAMAN JAGUNG DAN KERAGAMAN ARTROPODA PADA PERTANAMAN JAGUNG DI KABUPATEN PESAWARAN DAN LAMPUNG SELATAN, PROVINSI LAMPUNG Purnomo Purnomo; Ellen Aprilia Ananda; Ahmad Al Fajar; Lestari Wibowo; Puji Lestari; I Gede Swibawa
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.7139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai jenis hama utama yang ditemukan selama masa pertumbuhan tanaman jagung, serta keragaman artropoda yang ada pada ekosistem pertanaman jagung di Kabupaten Lampung Selatan dan Pesawaran, Provinsi Lampung. Pengamatan dilakukan di empat lokasi: dua lokasi  di Lampung Selatan  dan dua lokasi di  Pesawaran. Pada keempat lokasi tersebut cara budidaya tanaman jagungnya sama, yang berbeda adalah varietas jagung yang ditanam. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa hama-hama utama yang menyerang tanaman jagung pada fase vegetatif dan generatif adalah Peregrinus maidis (Hemiptera: Delphacidae), Spodoptera frugiperda (Lepidoptera:Noctuidae), Ostrinia furnacalis (Lepidoptera:Crambidae), dan Helicoverpa armigera (Lepidoptera:Noctuidae). Populasi fitofag yang juga cukup tinggi adalah Leptocorisa oratorius (Hemiptera: Coreidae), meskipun serangga ini sangat jarang diklaim sebagai hama penting tanaman jagung. Di antara 5 spesies serangga fiotofag tersebut, populasi tertinggi ditempati oleh hama P. maidis yang ditemukan pada semua lahan pengamatan.  Perbedaan varietas berpengaruh terhadap populasi hama-hama pada pertanaman  jagung. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa di Lampung Selatan:  Way Layap (BISI-18) ditemukan 10 ordo dan 49 famili, lokasi Suka Bandung (SUMO) ditemukan 13 ordo dan 52 famili. Adapun di Pesawaran:  Sri Mulyo (Pioneer-27) ditemukan 12 ordo dan 51 famili, dan di lokasi Solehudin (BISI-321) ditemukan 12 ordo dan 49 famili. Artropoda yang ditemukan berperan sebagai hama, predator, parasitoid, polinator, dan dekomposer. Indeks keragaman artropoda tergolong dalam kategori sedang dengan nilai tertinggi di  lokasi Suka Bandung  (2,34). Indeks dominasi tertinggi di lokasi Sri Mulyo dengan nilai 0,43. Indeks kemerataan tertinggi di lokasi Suka Bandung  dan Way Layap  dengan nilai 0,59.
PENGARUH DOSIS BIONEMATISIDA JAMUR Purpureocillium lilacinum (Syn. Paecilomyces lilacinus) ISOLAT B01TG BERBAHAN PEMBAWA LIMBAH PERTANIAN TERHADAP KEEFEKTIFANNYA DALAM MENGENDALIKAN Meloidogyne spp. Ambar Fiandani; I Gede Swibawa; Yuyun Fitriana; Purnomo Purnomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i2.5016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dosis bionematisida jamur Purpurecilum lilacinum (Syn. Paecilomyces lilacinus) isolat B01TG berbahan pembawa limbah pertanian terhadap keefektifannya untuk mengendalikan serangan nematoda puru akar  Meloidogyne spp.  Percobaan yang berlangsung bulan Februari - Juni 2019 di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Lampung, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan  tingkat dosis bionematisida dan 5 ulangan.  Dosis bionematisida yang diuji yaitu 0 g,  5 g, 10 g, 20 g dan 40 g per tanaman.  Bionematiaida diaplikasikan 3 hari sebelum tanaman tomat ditransplanting.  Satu minggu setelah transplanting, tanaman tomat kemudian  diinfestasi 2000 telur nematoda puru akar.  Data pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot biomassa basah dan produksi, serta tingkat kerusakan akar dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan pemisahan nilai tengah menggunakan uji BNT pada taraf nyata 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis bionematisida mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan kerusakan akar. Pertumbuhan tanaman yang diberi perlakuan 40 g bionematisida lebih baik daripada pertumbuhan tanaman yang diberi  bionematiaida dengan dosis yang lebih rendah. Kerusakan akar tanaman tomat akibat serangan Meloidogyne spp. lebih rendah pada tanaman tomat yang diberikan perlakuan 20 g dan 40 g  daripada kerusakan akar tanaman yang diberi perlakuan bionematisida dengan dosis yang lebih rendah.
PENGARUH SERANGAN HAMA KUTU PUTIH (Phenacoccus manihoti Matile-Ferrero) TERHADAP PRODUKSI UBIKAYU (Manihot esculenta Crantz) Dicky Ashari Ramadhan; F X Susilo; Nur Yasin; I Gede Swibawa
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i2.5019

Abstract

Tanaman ubikayu merupakan salah satu tanaman pangan penting di Indonesia. Tanaman ubikayu mengalami serangan hama kutu putih (Phenacoccus manihoti Matile-Ferrero). Serangan hama kutu putih dapat menurunkan produksi ubikayu. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui tingkat serangan hama kutu putih dan 2) mengetahui pengaruh serangan hama kutu putih terhadap produksi tanaman ubikayu di kawasan Lampung Selatan dan Lampung Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di tiga pertanaman ubikayu di Lampung Selatan dan Lampung Tengah. Kegiatan penelitian di petak pertama berlangsung dari bulan April 2018 sampai September 2018, penelitian di petak kedua berlangsung pada bulan Agustus 2018, sedangkan penelitian di petak ketiga berlangsung dari bulan Januari 2019 sampai Maret 2019. Serangan hama kutu putih kutu putih dinyatakan dengan banyaknya tanaman ubikayu yang menunjukkan gejala bunchy-top sedangkan produksi tanaman ubikayu dinyatakan dengan bobot umbi dan jumlah umbi ubikayu.Tanaman yang mengalami bunchy-top pada setiap baris atau gulud sampel diturus. Bobot umbi dan jumlah umbi pada tanaman ubikayu, yang terkena serangan hama kutu putih versus yang sehat dianalisis dengan uji t berpasangan pada taraf nyata 1% atau 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat serangan hama kutu putih menurunkan produksi ubikayu di kawasan Lampung Tengah dan Lampung Selatan. Tingkat serangan hama kutu putih bervariasi dari 4,7 % sampai dengan 8,7 %. Nilai tengah bobot umbi akibat serangan hama kutu putih berkurang sebanyak 728,3 g/batang. Nilai tengah ukuran umbi tanaman ubikayu yang terserang kutu putih berkurang sebanyak, 50,5 g/umbi. Nilai tengah jumlah umbi pada tanaman ubikayu yang terserang kutu putih berkurang sebanyak 2 umbi/batang.