Yohannes C Ginting
Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TINGKAT TOLERANSI TANAMAN NANAS (Ananas comosus [L] Merr.) TERHADAP KONSENTRASI Fe PADA MEDIA HIDROPONIK Defry Agustian; Yohannes C Ginting; Paul B Timotiwu; Setyo Widagdo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v8i3.4467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Fe terhadap perakaran dan pertumbuhan bibit nanas serta mengetahui tingkat toleransi tanaman nanas terhadap konsentrasi Fe.  Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Gedong Meneng, Bandar Lampung pada bulan Desember 2018 hingga Maret 2019.  Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Kelompok Teracak Sempurna (RKTS) dengan tiga ulangan sebagai kelompok dan terdapat lima taraf konsentrasi Fe.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: semakin meningkat konsentrasi Fe maka pertumbuhan bibit nanas akan semakin terhambat.  Peningkatan konsentrasi Fe di atas 10 ppm mengakibatkan semakin menurunnya pertumbuhan dari akar tanaman nanas. Tanaman nanas toleran terhadap keracunan Fe pada konsentrasi 5 ppm.
PENGARUH APLIKASI PUPUK HAYATI DAN PUPUK KANDANG (AYAM DAN SAPI) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SEMANGKA (Citrullus lanatus) Masriyana Masriyana; Kus Hendarto; Sri Yusnaini; Yohannes C Ginting
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v8i3.4474

Abstract

Produktivitas semangka di provinsi Lampung tergolong rendah, karena lahan pertanian di provinsi Lampung didominasi tanah ultisol. Untuk meningkatkan kesuburan tanah ultisol dalam budidaya semangka diperlukan penambahan bahan organik dan pupuk hayati. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk kandang sapi serta aplikasi pupuk hayati Grikulan plus pada pertumbuhan dan hasil tanaman semangka.  Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pelatihan Pertanian Hajimena, Lampung Selatan pada April 2019 – Juli 2019.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial (3x3) dengan tiga kelompok dan terdapat 9 kombinasi perlakuan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hayati memberikan hasil terbaik dengan konsentrasi 20 ml/l dibandingkan tanpa pemberian pupuk hayati pada panjang tanaman, jumlah bunga betina, panjang buah, dan diameter buah.  Pupuk kandang (ayam dan sapi) 20 ton/ha mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman semangka yang ditunjukkan oleh panjang tanaman, jumlah bunga betina, panjang buah, dan diameter buah.  Produksi Semangka tertinggi diperoleh pada aplikasi pupuk kandang sapi jika disertai aplikasi pupuk hayati konsentrasi 20 ml/l dari pada tanpa pupuk hayati.
PENGARUH APLIKASI PUPUK HAYATI DAN PUPUK PELENGKAP ALKALIS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris Schard) Nada Citra Delvia; Kus Hendarto; Yohannes C Ginting; Darwin H Pangaribuan
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i4.6464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk hayati dan pupuk pelengkap alkalis serta interkasi antara kedua faktor perlakuan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman semangka (Citrullus vulgaris Schard). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukabanjar, Kabupaten Pesawaran pada Oktober 2019 – Januari 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial (3x3) dengan tiga ulangan sebagai kelompok dan terdapat 9 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk hayati dan pupuk pelengkap alkalis serta interaksinya berpengaruh nyata hampir pada semua variabel pengamatan, namun tidak terjadi interaksi pada variabel panjang buah. Aplikasi pupuk hayati 30 ml/l yang disertai aplikasi pupuk alkalis 2 g/l menghasilkan bobot buah tertinggi yaitu 5,81 kg/tanaman dan lebih tinggi dibanding tanpa perlakuan yang hanya menghasilkan 2,7 kg/tanaman. Aplikasi pupuk hayati konsentrasi 30 ml/l mampu meningkatkan produksi buah semangka per tanaman sebesar 92,59% dari 2,70 kg/tanaman menjadi 5,20 kg/tanaman, sementara aplikasi pupuk pelengkap alkalis konsentrasi 2 g/l mampu meningkatkan produksi buah semangka per tanaman sebesar 46,6% dari 2,70 kg/tanaman menjadi 3,96 kg/tanaman. Peningkatan tersebut  disertai dengan meningkatnya panjang tanaman, jumlah bunga betina, jumlah buah/tanaman, bobot per buah, diameter buah dan panjang buah.