Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi Silaturahmi Pada Acara Halal Bi Halal Puput Mulyono; Muhamad Habib
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 5 No. 1 (2025): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v5i1.5681

Abstract

This community service journal article discusses the practice of silaturahmi (social bonding) and the tradition of halal bi halal within Javanese society as part of the Eid al-Fitr celebration. These traditions represent a unique form of integration between Islamic values and longstanding local customs. Using Robert Redfield's theoretical framework of great tradition and little tradition, this article highlights how Islam, as a great tradition, did not replace local cultures, but instead blended harmoniously with the little traditions of the Javanese people. Eid al-Fitr in Java is celebrated with an atmosphere of joy, festivity, and togetherness—often perceived as more vibrant than in Islam’s place of origin. This distinctiveness stems from the culturally sensitive approach of early Islamic scholars and missionaries in Java, who avoided imposing radical changes on local traditions. Instead, they subtly and wisely revived ancient customs by integrating them with Islamic teachings. One notable outcome of this approach is the tradition of halal bi halal, a social innovation that has become a key cultural institution during Eid. It strengthens social bonds, reconnects families and communities, and serves as a medium for reconciliation. Through this lens, the article illustrates how the cultural and religious fusion can foster harmony and enrich religious practices without losing local identity. These findings offer meaningful insights for promoting tolerance and inclusivity in a pluralistic society.
Keadilan Substantif dalam Hukum Waris Islam: Telaah Teoritis dan Implikasinya dalam Praktik Peradilan Agama Muhamad Habib; Vinanda Langgeng Kencana; Violla Evarista; Riyan Ardiansyah; Kristanto Setyo Nugroho
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1889

Abstract

penyelesaian sengketa waris Islam di Indonesia, melalui pendekatan literatur terhadap praktik peradilan dan teori hukum Islam. Studi ini mengkaji pemikiran keadilan menurut John Rawls, Aristoteles, dan maqasid al-syari’ah serta menelaah efektivitas pendekatan mediasi di Pengadilan Agama. Temuan menunjukkan bahwa penerapan hukum waris Islam masih menghadapi tantangan ketimpangan sosial dan gender, namun reformasi seperti wasiat wajibah dan pendekatan kontekstual oleh hakim memberikan peluang menuju keadilan substantif. Penelitian ini merekomendasikan revisi terhadap Kompilasi Hukum Islam dan peningkatan kapasitas hakim dalam mediasi dan pemahaman maqasid al-syari’ah agar hukum waris lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Mediasi Sengketa Waris dalam Perspektif Hukum Islam: Studi Kasus PN Medan No. 703/Pdt.G/2024 Muhamad Habib; Susy Putri Wihadi; Nunuk Jati Saputri; I Komang Agus Tri; Alfred Ariyanto; Jimmi Marliston PA
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1890

Abstract

Artikel ini membahas efektivitas mediasi dalam menyelesaikan sengketa waris di kalangan keluarga Muslim, dengan fokus pada kasus Pengadilan Negeri Medan No. 703/Pdt.G/2024. Studi ini menganalisis bagaimana mediasi digunakan sebagai metode non-litigasi yang efisien, adil, dan berorientasi pada prinsip maṣlaḥah dalam hukum Islam. Penelitian ini menggambarkan struktur proses mediasi, peran kuasa hukum, serta nilai sosial dan ekonomis yang ditawarkan oleh pendekatan ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa mediasi tidak hanya mempercepat penyelesaian sengketa, tetapi juga menjaga keharmonisan keluarga dan memberikan solusi yang lebih berkelanjutan. Artikel ini diakhiri dengan rekomendasi penguatan kolaborasi antara lembaga peradilan dan pendidikan hukum waris Islam untuk mendukung implementasi mediasi sebagai solusi utama dalam konflik waris Muslim kontemporer.
Analisis Komparatif antara Ahli Waris Pengganti dalam Kompilasi Hukum Islam dan Plaatsvervulling dalam KUHPerdata: Studi Literatur dan Yurisprudensi Muhamad Habib; Abram Sahing; Fredy Ied Fitriadi; Fasub Hanal; Thomas Mulyanto; Aldhitama Ramadhan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1891

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan antara konsep ahli waris pengganti dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dengan konsep plaatsvervulling dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Studi ini menggunakan pendekatan studi literatur dan analisis yurisprudensi untuk menggali aspek normatif, struktural, dan praktik pengadilan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun keduanya mengakui prinsip penggantian hak waris, terdapat perbedaan mendasar dalam aspek normatif dan kepastian hukumnya. KHI lebih menekankan asas keadilan substantif yang berbasis maqashid syariah, namun masih bersifat tentatif dalam penerapannya. Sementara KUHPerdata memberikan kepastian hukum yang lebih eksplisit, namun kurang mempertimbangkan nilai-nilai kekeluargaan. Implikasi dari perbedaan ini menyentuh aspek sosial, hukum, dan perlindungan hak waris di tengah masyarakat Indonesia yang plural. Oleh karena itu, harmonisasi antara kedua sistem ini menjadi penting dalam mewujudkan keadilan hukum yang inklusif.