Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Latihan Koordinasi Mata Kaki Melalui Media Karet Resistance Dalam Meningkatkan Hasil Akurasi Shooting Dalam Permainan Sepakbola Siswa Kelas VIII MTs Daarul Quran Pajalele Andi Ogo Darminto; Andi Adnan Maulana; Andi Mutmainna
Athena: Physical Education and Sports Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Bermain Olahraga Tradisional dan Bola Besar Pada Usia Remaja
Publisher : S&Co Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56773/athena.v1i1.4

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk meningkatkan hasil akurasi shooting siswa kelas VIII Mts Daarul Qur’an Pajalele, dengan menerapkan latihan koordinasi mata kaki melalui media karet resistance. Subjek penelitian 40 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul di analisis secara deskriptif menggunakan Spss v.25 dengan data pre-test dan post-test. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa, pada 40 siswa yang memenuhi Kriteria, sebanyak 33 orang siswa mengalami peningkatan setelah di lakukan treatment dan terdapat 7 orang siswa yang hasil shootingnya tidak mengalami peningkatan setelah di lakukan treatment, maka dapat disimpulkan bahwa latihan koordinasi mata kaki melalui media karet resistance sangat berpengaruh dalam meningkatkan hasil akurasi shooting pada siswa kelas VIII Mts Daarul Qur’an Pajalele.
Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Melalui Peningkatan Gizi Ibu Hamil dengan Mengkonsumsi Moringa Oleifera Andi Mutmainna; Sugirah Nour Rahman; Andi Trisnowali; Reski Anugrah; Chintya Prastisya; Ardina Muhijratul Annisa
Wahana Dedikasi: Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2023): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/dedikasi.v6i2.13628

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga tubuh anak lebih pendek dibandingkan usianya. Stunting pada anak terjadi dikarenakan anak memiliki kekurangan gizi yang terjadi sejak anak berada dalam kandungan dan pada masa awal kehidupan setelah lahir, akan tetapi baru tampak setelah anak berusia 2 tahun. Stunting dapat diatasi dengan tanaman daun kelor (moringa oleifera). Metode yang digunakan adalah ceramah atau sosialisasi. Adapun hasil sosialisasi yang dilaksanakan di Desa labuaja, kec. Kahu, Kab. Bone. yaitu memberikan pengetahun yang lebih kepada ibu hamil mengenai tanaman daun kelor dan juga terkait masalah stunting dan bagaimana mengatasi stunting dengan daun kelor atau moringa oleifera.
Pelatihan Pencak Silat di SDN 110 Lura: Upaya Edukasi dan Pelestarian Warisan Budaya Indonesia A. Aan Pryma Satrya; Andi Mutmainna; Rahmat Ilahi
Journal of Innovation and Sustainable Empowerment Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jise.v4i1.113

Abstract

Pencak silat sebagai salah satu warisan budaya asli Indonesia menjadi tanggung jawab yang harus tetap dilestarikan oleh anak-anak bangsa. Salah satu caranya adalah mengenalkan dan memberikan pelatihan pencak silat berupa gerakan dan jurus-jurus dasar. Tulisan ini merupakan hasil dari pengabdian penulis dalam mengenalkan pencak silat kepada siswa-siswi SDN 110 Lura Kabupaten Enrekang melalui pelatihan yang dilakukan selama enam kali pertemuan. Metode yang penulis gunakan sebelum dan selama pelatihan ini adalah pertama-tama penulis berkoordinasi sekaligus meminta izin kepada kepala sekolah SDN 110 Lura terkait pelatihan ini yang akan melibatkan siswa-siswinya, selanjutnya penulis menyampaikan kepada siswa dan siswi untuk mengikuti pelatihan ini dengan menjelaskan maksud dan tujuan pelatihan ini dilaksanakan. Dalam proses latihan, penulis mengawali dengan berdoa bersama dilanjutkan dengan pemanasan. Setelah pemanasan, penulis menjelaskan materi gerakan secara singkat kemudian dilanjutkan dengan praktik gerakan/jurus. Latihan dilakukan dua kali pertemuan dalam satu minggu di lapangan sepak bola Desa Mendatte. Adapaun hasil dari latihan ini adalah siswa-siswi SDN 110 Lura yang mengikuti latihan pencak silat sudah mengetahui bahwa pencak silat merupakan warisan budaya asli Indonesia yang harus dilestarikan, mereka juga telah mengetahui dan mampu melakukan beberapa gerakan dasar dalam pencak silat.