Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Modul Permainan Bolavoli Menggunakan Pendekatan Saintifik Dalam Kurikulum 2013 Untuk Pendidikan Kesetaraan Paket C Kelas XII Wahyu Hananingsih; Sylvana Yaka Saputra
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 3 (2019): JISIP: JURNAL ILMU SOSIAL DAN PENDIDIKAN
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.955 KB) | DOI: 10.36312/jisip.v3i3.786

Abstract

Pembelajaran PJOK secara umum dan khususnya pada materi permainan bolavoli membutuhkan modul dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta didik dan dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru, karena pelakasanaan pembelajaran disalah satu jalur pendidikan yaitu jalur nonformal terkadang peserta didik kurang memahami apa yang disampaikan oleh guru.  Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah modul permainan bolavoli menggunakan pendekatan saintifik dalam kurikulum 2013 untuk pendidikan kesetaraan paket C kelas XII yang valid. Metode pengembangan yang akan dilakukan harus terarah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Prosedur pengembangan yang ditempuh untuk menghasilkan produk modul permainan bolavoli dengan pendekatan saintifik dalam kurikulum 2013 dibagi dalam 4 (empat) tahap, yaitu: (1) Analisis Pendahuluan, (2) tahap perancangan, (3) tahap validasi/expect judgman dan (4) dan Finalisasi produk. Adapun alur tahapan pelaksanaan prosedur pengembangan modul permainan bolavoli dengan pendekatan saintifik dalam kurikulum 2013 untuk pendidikan kesetaraan paket c kelas XII. Kesimpulan dari peneltian ini adalah diketahui rerata skor yang didapat dari penilaian ahli materi pada produk bahan ajar yang dikembangkan. Dari 12 item penilaian pada  bahan ajar diperoleh rerata skor pada tahap I adalah 3,33 dan 3,25 yang apabila dikonversi menjadikan produk media berupa  bahan ajar pada tahap I masuk dalam kategori “cukup valid”. Kemudian rerata skor yang didapat dari penilaian ahli materi pada tahap II adalah 3,91dan 3,83 termasuk dalam kategori “valid”. Berdasarkan hasil ujicoba modul permainan bolavoli terkait dengan pelaksanaan teknik-teknik dasar dalam permainan bola voli  terhadap peserta didik mendapatkan nilai rata-rata skor sebesar 80,83 dari 30 peserta didik.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFE) DENGAN MEDIA PETA KONSEP TERHADAP KETERAMPILANBERBICARA DI SEKOLAH DASAR Rini; Rabiatul Adawiyah; Wahyu Hananingsih
El Midad Vol. 14 No. 1: Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v14i1.5368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran student facilitator and explaining (SFE) dengan media peta konsep terhadap keterampilan berbicara pada muatan bahasa Indonesia kelas V di SDN 28 Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Adapun desain penelitian yang digunakan yaitu Pre-Experimental Design dalam bentuk Intact-group Comparison. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas V SDN 28 Mataram berjumlah 34 orang. Kemudian teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu dengan teknik sampel sensus/sampling total, karena jumlah populasi kurang dari 100. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V yang berjumlah 34 orang. Data hasil penelitian diperoleh dari tes dan observasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data deskriptif dan inferensial. Pada kelas eksperimen diperoleh nilai mean 77.30, nilai standar deviasi 8.296 dengan presentase 18% peserta didik masuk dalam kriteria sangat baik, sebanyak 82% peserta didik masuk dalam kriteria baik, pada kelas kontrol diperoleh nilai mean sebesar 65.88, nilai standar deviasi 3.524 dengan presentase 29% peserta didik masuk dalam kriteria baik, sebanyak 71% peserta didik masuk dalam kriteria cukup. Hasil dari perhitungan menggunakan Mann-Whitney U-Test untuk uji hipotesis, maka diperoleh Uhitung < Utabel, atau 24.7 < 87 sehingga diputuskan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa “Terdapat pengaruh model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFE) dengan media peta konsep terhadap keterampilan berbicara pada muatan Bahasa Indonesia kelas V di SDN 28 Mataram
Cultivation Of Religious Character Values Through Getting The Habit Of Dhuha Prayer Activities In Children Aged 5-6 Years At Permata Hati Kindergarten-Centerislamic Preschoolmataram Baiq Parida Aulia Nur Hawani; Wahyu Hananingsih; Nur Kholidah Nasution
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 12, No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mandala Education (April)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v12i2.10495

Abstract

 Instilling religious character values through the habituation of Dhuha prayer activities in children aged 5-6 years at Permata Hati Kindergarten, Islamic Preschool, Mataram. Dhuha prayer was chosen as a medium because it is believed to develop spiritual values, discipline, responsibility, and obedience in early childhood. This study uses a descriptive qualitative approach with a field research type. Data were collected through non-participant observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis used an interactive model that includes data reduction, data presentation, and conclusion. Data validity was assessed through diligent observation, source triangulation, technical triangulation, and the adequacy of references. The results of the study indicate that: (1) the instillation of religious character values is carried out through three main strategies, namely: (a) religious education is not only delivered formally but through habituation; (b) providing opportunities for students to express themselves through demonstrations and exercises; (c) creating a religious situation by explaining commands and prohibitions as well as rewards and punishments in a simple manner. (2) The religious character of children that is formed includes: believing in and obeying God, discipline, patience, self-confidence and independence, and honesty, which is reflected in daily behavior. (3) Supporting factors include parental support and adequate facilities, while inhibiting factors are schedule conflicts with extracurricular activities. outing class, and meetings that use the hall.