Clara Evi C. Citraningtyas
Universitas Pembangunan Jaya

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ADDRESSING OPTIMISM AMONG THE YOUNG INDONESIAN GENERATION IN SUSTAINING THE PANDEMIC Citraningtyas, Clara Evi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v10i2.33469

Abstract

The COVID-19 pandemic has utterly devastated our world and has essentially influenced and disrupted people's lives. This condition has resulted in a rise in anxiety and depression, particularly among the young. In such a situation, optimism is essential. Because young people are valuable future assets, it is critical to address their optimism and devise measures to enhance it. This study aims to investigate the presence of optimism among Indonesian youth and how it is achieved. A total of 86 undergraduate students between the ages of 17 and 21 volunteered to participate. This study collects data through a survey and a Focus Group Discussion, using a mixed quantitative and qualitative approach.  The findings show that most respondents were pessimistic and claimed that the pandemic harmed their lives, emotions, and future outlook. A limited number of respondents who expressed optimism in the survey were then invited to participate in a Focus Group Discussion, and they reported that their optimism is attained from internal (egocentric) and external (ethnocentric) factors.  This finding is valuable and essential for taking action on how to help a generation afflicted by the pandemic move forward with optimism.
ADDRESSING OPTIMISM AMONG THE YOUNG INDONESIAN GENERATION IN SUSTAINING THE PANDEMIC Clara Evi Citraningtyas
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v10i2.33469

Abstract

The COVID-19 pandemic has utterly devastated our world and has essentially influenced and disrupted people's lives. This condition has resulted in a rise in anxiety and depression, particularly among the young. In such a situation, optimism is essential. Because young people are valuable future assets, it is critical to address their optimism and devise measures to enhance it. This study aims to investigate the presence of optimism among Indonesian youth and how it is achieved. A total of 86 undergraduate students between the ages of 17 and 21 volunteered to participate. This study collects data through a survey and a Focus Group Discussion, using a mixed quantitative and qualitative approach.  The findings show that most respondents were pessimistic and claimed that the pandemic harmed their lives, emotions, and future outlook. A limited number of respondents who expressed optimism in the survey were then invited to participate in a Focus Group Discussion, and they reported that their optimism is attained from internal (egocentric) and external (ethnocentric) factors.  This finding is valuable and essential for taking action on how to help a generation afflicted by the pandemic move forward with optimism.
PENGEMBANGAN MODUL PERSIAPAN LANGUAGE B DIPLOMA PROGRAMME DALAM MENULIS TEKS PRIBADI DENGAN BAHASA YANG BAIK DAN BENAR [THE DEVELOPMENT OF LANGUAGE B DIPLOMA PROGRAMME PREPARATION IN WRITING PERSONAL TEXTS IN CORRECT AND PROPER LANGUAGE MODULE] Ivenna Leonardi; Clara Evi Citraningtyas
Polyglot Vol 17, No 2 (2021): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to evaluate and show that the use of module can helps grade 10 students understand the correct and proper Indonesian and types of personal texts. This certainly also helps grade 10 students prepare themselves before taking the Indonesian Language B subject later in the Diploma Programme. The research and development method used is the simplified form of the theory of Dick & Carey. The research data were obtained using a questionnaire completed by experts, practitioners, and grade 10 students in Indonesian Language B classes. The module is feasible if it has an average score ≥ 3.7. The data showed the final average score of 3.7 and 4.2. Based on the results of the data analysis, it can be concluded that the module can help students understand the correct and proper Indonesian and types of personal texts.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan menunjukkan bahwa penggunaan modul dapat membantu siswa kelas X dalam memahami bahasa Indonesia yang baik dan benar serta  jenis-jenis teks pribadi. Hal ini tentunya dapat membantu siswa kelas X dalam mepersiapkan diri mereka sebelum mengambil mata pelajaran Bahasa Indonesia Language B pada jenjang Diploma nantinya. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan merupakan bentuk sederhana dari teori yang dikemukakan oleh Dick & Carey. Data hasil penelitian diperoleh menggunakan instrument berbentuk angket yang diisi oleh ahli/pakar, praktisi, dan siswa siswa kelas X yang mengikuti mata pelajaran Bahasa Indonesia Language B. Modul dikatakan layak apabila memiliki nilai rata-rata ≥ 3,7. Data yang diperoleh menunjukkan nilai rata-rata akhir sebesar 3,7 dan 4,2. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan dapat membantu siswa dalam memahami bahasa Indonesia yang baik dan benar serta jenis-jenis teks.
Pemaknaan Khalayak Terhadap Ruang Privasi Selebriti Melalui Tayangan Youtube “Malam Pertama” (Analisis Resepsi Stuart Hall Dalam Adegan Tayangan Saluran YouTube Atta Halilintar Di kalangan Remaja Madya Usia 15-17 Tahun) Cameliana Kusuma; Clara Evi C. Citraningtyas; Yosaphat Danis Murtiharso
Interaktif : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 14, No 1 (2022): Mei
Publisher : Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belakangan ini, ruang privasi semakin marak dijadikan sebagai suatu komoditas dagang dalam tayangan vlog media sosial YouTube maupun televisi. Ruang privasi biasanya ditentukan oleh suatu jarak tertentu antara diri sendiri dengan pihak lain yang di mana jarak itu sangat ditentukan oleh bagaimana kualitas hubungan antar individu tersebut untuk memberikan informasi yang mereka miliki. Namun saat ini, standar nilai nilai moral dan etika masyarakat mulai melonggar di mana masalah pribadi menjadi salah satu jenis tontonan yang menarik dalam layar kaca masyarakat khususnya perihal kehidupan selebriti seperti salah satu tayangan vlog YouTube Atta Halilintar “Malam Pertama” yang menjadi fenomenal serta menimbulkan pro dan kontra karena mempertontonkan kehidupan pribadi yang dimiliki oleh seorang selebriti kepada khalayak luas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Menggunakan analisis resepsi Stuart Hall dan strategi penelitian naratif untuk memperoleh data yang terkait dengan pemaknaan khalayak terhadap adegan dalam tayangan Youtube Atta Halilintar dengan menganalisis hasil wawancara dan mengelompokkan ke dalam kategori Dominant Hegemonic, Negotiated Reading atau Oppositional Position.
Pemaknaan Khalayak Terhadap Ruang Privasi Selebriti Melalui Tayangan Youtube “Malam Pertama” (Analisis Resepsi Stuart Hall Dalam Adegan Tayangan Saluran YouTube Atta Halilintar Di kalangan Remaja Madya Usia 15-17 Tahun) Cameliana Kusuma; Clara Evi C. Citraningtyas; Yosaphat Danis Murtiharso
Interaktif : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 14 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.interaktif.2022.014.01.3

Abstract

Belakangan ini, ruang privasi semakin marak dijadikan sebagai suatu komoditas dagang dalam tayangan vlog media sosial YouTube maupun televisi. Ruang privasi biasanya ditentukan oleh suatu jarak tertentu antara diri sendiri dengan pihak lain yang di mana jarak itu sangat ditentukan oleh bagaimana kualitas hubungan antar individu tersebut untuk memberikan informasi yang mereka miliki. Namun saat ini, standar nilai nilai moral dan etika masyarakat mulai melonggar di mana masalah pribadi menjadi salah satu jenis tontonan yang menarik dalam layar kaca masyarakat khususnya perihal kehidupan selebriti seperti salah satu tayangan vlog YouTube Atta Halilintar “Malam Pertama” yang menjadi fenomenal serta menimbulkan pro dan kontra karena mempertontonkan kehidupan pribadi yang dimiliki oleh seorang selebriti kepada khalayak luas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Menggunakan analisis resepsi Stuart Hall dan strategi penelitian naratif untuk memperoleh data yang terkait dengan pemaknaan khalayak terhadap adegan dalam tayangan Youtube Atta Halilintar dengan menganalisis hasil wawancara dan mengelompokkan ke dalam kategori Dominant Hegemonic, Negotiated Reading atau Oppositional Position.
Seeing vs Experiencing: Generation Z’s Needs and Satisfaction in Consuming 2D vs VR News Citraningtyas, Clara Evi Candrayuli; Utami, Isti P. T.; Budiharjo, Slamet
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2025): Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v14i1.7299

Abstract

This study aims to examine the comparative experience of Generation Z as potential news consumers when utilizing two-dimensional (2D) and virtual reality (VR) news sources. What are their needs, and if those needs are fulfilled. Participants in the study were students between the ages of 18 and 21 who were enrolled in one of ten different study programs and lived in urban regions of Jabodetabek Indonesia. The study makes use of the concept of Gratification Sought, which encompasses five different aspects of needs: cognitive, affective, personal identity/interactive needs, social interaction and integration, and tension relief. The study employs a mixed-method approach, and the data gathering procedure is carried out through the use of questionnaires. A number of conclusions concerning the needs and levels of satisfaction related with the consumption of 2D and VR news can be identified from the outcomes of the study. Virtual reality media succeeds in fulfilling affective needs and delivering higher levels of satisfaction on identity and social connection when compared to 2D media. Nonetheless, there are limitations in adequately addressing cognitive needs. Meanwhile, 2D media remains a robust option for informational and cognitive needs, but it has a tendency to inadequately address affective needs and managing tension. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengalaman komparatif Generasi Z sebagai calon konsumen berita saat menggunakan sumber berita dua dimensi (2D) dan realitas virtual (VR). Penelitian ini mengeksplorasi apa kebutuhan mereka dalam mengkonsumsi berita dan sejauh mana kebutuhan tersebut terpenuhi. Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa berusia 18 hingga 21 tahun yang terdaftar dalam salah satu dari sepuluh program studi dan tinggal di wilayah perkotaan Jabodetabek di Indonesia. Penelitian ini mengadopsi konsep Gratification Sought yang mencakup lima aspek kebutuhan: kognitif, afektif, identitas pribadi/kebutuhan interaktif, interaksi dan integrasi sosial, serta pelepasan ketegangan. Pendekatan yang digunakan adalah metode campuran, dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Hasil penelitian mengungkap sejumlah temuan terkait kebutuhan dan tingkat kepuasan yang berkaitan dengan konsumsi berita 2D dan VR. Media VR terbukti lebih mampu memenuhi kebutuhan afektif serta memberikan tingkat kepuasan yang lebih tinggi dalam aspek identitas dan koneksi sosial dibandingkan dengan media 2D. Namun, media VR memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan kognitif secara memadai. Di sisi lain, media 2D tetap menjadi pilihan yang kuat untuk memenuhi kebutuhan informasi dan kognitif, meskipun cenderung kurang optimal dalam mengakomodasi kebutuhan afektif dan pengelolaan ketegangan..  
Implementasi Guided Discovery Learning dalam Kurikulum Spiral Pelajaran Grammar dan Dampaknya Terhadap Penguasaan Konsep, Keterampilan Menulis dan Motivasi Belajar Cicilia Ika Mayawati; Clara Evi C. Citraningtyas
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2026): JUNI:ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v6i2.12425

Abstract

This study examines the implementation of the Guided Discovery Learning method in Grammar lessons at the end of the implementation of the spiral curriculum with the aim of knowing that there are differences in mastery of concepts, writing skills and learning motivation between the Grade VI students who take part in the Guided Discovery Learning method and the students who take part in learning using the Guided Discovery Learning method. The research was conducted for 10 weeks at Charis Global School Lippo Cikarang. There were 36 students who took part in this research, 18 students from Steve Jobs class as the control group and 18 students from Elon Musk class as the experimental group. This research is a quasi-experimental research involving the experimental group and the control group. The research instruments used to collect the data were test questions, observation sheets and rubrics that had been tested for validity and reliability. The mean and n-gain values ​​obtained were then tested to find the differences between the two classes through the t- test. Based on the results of the data analysis, it can be concluded that the implementation of the Guided Discovery Learning method has a significant impact on the students’ concept mastery, writing skills and learning motivations.