Tarigan, Musa Sinar
Universitas Pelita Harapan

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENTINGNYA KEBENARAN ALLAH SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN KRISTEN [THE SIGNIFICANCE OF GOD’S TRUTH AS THE FOUNDATION OF CHRISTIAN EDUCATION] Tarigan, Musa Sinar
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 3 No. 1 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v3i1.1684

Abstract

Christian education plays a very significant role in guiding a person in true knowledge and the work of the Triune God as stated in the Bible. The righteousness of God centered on Christ will underlie all human life as God's glorious creation. God's truth will guide every believer to teach the principle of knowing God through education. This responsibility is very important as Christian education is facing various challenges of the times that are not faithful to the Bible. The learning process carried out only fulfills the cognitive aspect or renewal of character in general and does not touch the source of knowledge, that is, the true God. As a result, students understand learning based on personal ability and experience but do not recognize the main source, namely God himself. This research aims to explore Bible principles as the foundational basis of Christian education. To achieve these objectives, this research uses literary research by examining various educational problems faced by Christians, various phenomena of the learning process that occur through various writings by experts in education and relevant theological fields. Some texts in the Bible will be examined according to the framework of reformed theology and related to the field of Christian education. This research shows that Christian education leads students to know God, experience renewal of life in Christ, and understand that God is the source of knowledge. Therefore, Christian education must be based on God's truth in the Bible.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Pendidikan Kristen memiliki peran yang sangat signifikan untuk menuntun pengenalan yang benar akan pribadi dan karya Allah Tritunggal sebagaimana dinyatakan di dalam Alkitab. Kebenaran Allah yang berpusat kepada Kristus akan mendasari segala kehidupan manusia sebagai ciptaan Tuhan yang mulia. Kebenaran Allah akan menuntun setiap orang percaya untuk mengajarkan prinsip pengenalan akan Allah melalui pendidikan. Tanggung jawab ini begitu penting mengingat pengembangan pendidikan Kristen menghadapi berbagai tantangan zaman yang tidak setia dengan Alkitab. Proses pembelajaran yang dilakukan hanya memenuhi aspek kognitif atau pembaharuan karakter secara umum dan tidak menyentuh sumber pengetahuan tersebut yaitu Allah sejati. Akibatnya peserta didik memahami pembelajaran berdasarkan kemampuan dan pengalaman pribadi, tetapi tidak mengenali sumber utamanya yaitu Allah sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menggali prinsip Alkitab sebagai dasar-dasar pendidikan Kristen. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan riset literatur dengan meneliti berbagai permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh orang Kristen, dan berbagai fenomena proses pembelajaran yang terjadi melalui berbagai tulisan para ahli bidang pendidikan dan bidang teologi yang relevan. Beberapa teks dalam Alkitab akan dikaji berdasarkan kerangka teologi reformed dan dihubungkan dengan bidang pendidikan Kristen. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan Kristen menuntun siswa mengenal Allah, mengalami pembaharuan hidup di dalam Kristus, dan memahami bahwa ilmu pengetahuan bersumber dari Allah. Oleh karena itu, pendidikan Kristen harus berdasarkan kebenaran Allah dalam Alkitab.
Memahami Makna Tujuan Utama Manusia: Sebuah Refleksi Katekismus Singkat Westminster [Understanding the Meaning of The Chief End of Man: A Reflection of the Westminster Shorter Catechism] Tarigan, Musa Sinar
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol. 4 No. 2 (2022): May
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v4i2.5370

Abstract

The chief end of man is to glorify God and enjoy Him throughout his life according to Westminster Shorter Catechism. Glorifying God and enjoying Him means that humans acknowledge the existence of God and apply God's truth in all aspects of their lives according to the Word of God. Enjoying and glorifying God is a privilege given by God to Christians who are created in the image and likeness of God. As a result of the fall of man into sin, and sinful humans cannot know God properly according to the Word of God. The redemption of Christ on the cross reconciles believers with God, and they can relate with God even though they also have to struggle against sin. The method of writing this article uses literature research to examine the issue of the spiritual growth of believers, through various theological literature, both relevant books and journals, and the Bible as the main source. The writing of this article aims to understand the purpose of human life which is to glorify and enjoy God throughout life, and its application in daily life, recognizing the various traps of false spiritual growth. Glorifying God and enjoying Him could only be experienced when believers experience Christ's redemption and grow more Christlike in absolute obedience to Christ.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Tujuan utama manusia adalah untuk memuliakan Allah dan menikmati Dia sepanjang hidupnya menurut Katekismus Singkat Westminster. Memuliakan Tuhan dan menikmati Dia berarti manusia mengakui keberadaan Tuhan dan menerapkan kebenaran Tuhan dalam seluruh aspek kehidupannya sesuai dengan Firman Tuhan. Menikmati dan memuliakan Allah adalah hak istimewa yang diberikan Allah kepada orang Kristen yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Akibat kejatuhan manusia ke dalam dosa, manusia yang berdosa tidak dapat mengenal Allah dengan benar sesuai dengan Firman Tuhan. Penebusan Kristus di kayu salib memperdamaikan orang percaya dengan Allah, dan mereka dapat berhubungan dengan Allah walaupun mereka juga harus bergumul melawan dosa. Metode penulisan artikel ini menggunakan penelitian kepustakaan untuk menelaah masalah pertumbuhan rohani orang percaya, melalui berbagai literatur teologi, baik buku-buku maupun jurnal yang relevan, dan Alkitab sebagai sumber utama. Penulisan artikel ini bertujuan untuk memahami tujuan hidup manusia yaitu memuliakan dan menikmati Tuhan sepanjang hidup, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, dengan mengenali berbagai jebakan pertumbuhan rohani yang palsu. Memuliakan Tuhan dan menikmati Dia hanya dapat dialami ketika orang percaya mengalami penebusan Kristus dan bertumbuh menjadi semakin serupa dengan Kristus dalam ketaatan yang mutlak kepada Kristus.
Peran Guru Kristen Sebagai Penuntun: Sebuah Kajian Teologis Efesus 4:11-16 Dalam Konteks Pendidikan Kristen [The Role of Christian Teachers as Guides: A Theological Study of Ephesians 4:11-16 in the Context of Christian Education] Zega, Sri Susianti; Tarigan, Musa Sinar
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol. 6 No. 1 (2024): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v6i1.7867

Abstract

The role of teacher as a guide is very significant in teaching, especially to equip students to know God through Christian education. Teachers guide the students to understand knowledge, attitudes, skills, and spirituality based on Biblical principles. But in reality, teachers do not teach the Bible principles in learning, teachers do not guide the students, and have lack of knowledge of the Bible. Teachers should have understood the significance of guiding students based on the Bible. Hence, the purpose of writing this article is to present the significant role of teachers as a guide through the theological study based on Ephesians 4:11-16 for the context of Christian education with literature study as the research method. Teachers must guide students based on the truth of God's Word, through imitating Jesus as the Great Shepherd. Christian teachers’ role as guide do not only stop at knowledge in academic learning, but to be an impact for students to be a part of service to God and to build others up as members of the body of Christ. Christian teachers must guide students to achieve, namely: the unity of the faith in Christ as God and Savior in true knowledge, thorough maturity, and growth in accordance with the fullness of Christ and to ensure to be not tossed around by the waves of false teaching that ignore The Lord. This article concludes that the teacher's role as guide is one form for equipping students to grow more mature in Christ. The author suggests that Christian teachers understand that teachers are God's calling to reveal God's truth to students so that their lives base on Bible teaching, and Christian teachers must understand the students' needs to know God and grow spiritually to become more like Christ.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Peran guru sebagai pembimbing sangat penting dalam pengajaran, terutama untuk memperlengkapi murid-murid mengenal Tuhan melalui pendidikan Kristen. Guru membimbing murid untuk memahami pengetahuan, sikap, keterampilan, dan kerohanian berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab. Namun pada kenyataannya, guru tidak mengajarkan prinsip-prinsip Alkitab dalam pembelajaran, guru tidak membimbing siswa, dan memiliki pengetahuan yang kurang tentang Alkitab. Seharusnya para guru memahami pentingnya membimbing murid berdasarkan Alkitab. Oleh karena itu, tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk memaparkan peran penting guru sebagai pembimbing melalui kajian teologis berdasarkan Efesus 4:11-16 dalam konteks pendidikan Kristen dengan metode studi literatur. Guru harus membimbing siswa berdasarkan kebenaran Firman Tuhan, dengan meneladani Yesus sebagai Gembala Agung. Peran guru Kristen sebagai pembimbing tidak hanya berhenti pada pengetahuan dalam pembelajaran akademis, tetapi menjadi dampak bagi siswa untuk menjadi bagian dari pelayanan kepada Tuhan dan membangun orang lain sebagai anggota tubuh Kristus. Guru Kristen harus membimbing murid-muridnya untuk mencapai, yaitu: kesatuan iman kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam pengetahuan yang benar, kedewasaan yang menyeluruh, dan pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus serta memastikan agar tidak terombang-ambing oleh gelombang pengajaran palsu yang mengabaikan Tuhan. Artikel ini menyimpulkan bahwa peran guru sebagai pembimbing adalah salah satu bentuk untuk memperlengkapi murid-muridnya agar bertumbuh semakin dewasa di dalam Kristus. Penulis menyarankan agar para guru Kristen memahami bahwa guru adalah panggilan Tuhan untuk menyatakan kebenaran Tuhan kepada murid-muridnya agar hidup mereka didasarkan pada pengajaran Alkitab, dan guru Kristen harus memahami kebutuhan murid-muridnya untuk mengenal Tuhan dan bertumbuh secara rohani agar semakin serupa dengan Kristus.