Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pembingkaian Berita Pada Media Lokal (Analisis Framing Pemberitaan Calon Bupati Malang Pada Harian Radar Malang Tanggal 1-7 Oktober 2015) Rahadi Rahadi
ARISTO Vol 5, No 1 (2017): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1221.214 KB) | DOI: 10.24269/ars.v5i1.401

Abstract

This research were focused on the news in the newspapers Radar Malang, about construction news regent and deputy regent candidate Malang October 1-7, 2015. There were three candidates for the election of the Regent and Vice Regent 2015-202 period, namely: the candidate regent Malang; (1) Nurcholis Muhammad Mufid of independent elements, (2) Renda Krishna and M Sanusi of coalition Madep Manteb Mantep (PKB, NasDem, Golkar, Gerindra, Democrat), (3) Dewanti Rumpoko and Masrifah Hadi from PDIP. Researchers used the theory of hierarchy levels to understand, how the framing of information on the three pairs of candidates. In this study, researchers used the analytical model and the framing of Zhongdang Pan Geraald Konsicki. The model uses four structural framing is Syntactically, Scripts, Thematic and Rhetoric.Based on study results, the news displayed by Radar Malang less balanced. This is evident from the Renda Krishna as the incumbent is given the space and the number of reports that more than any other potential mates. And their special news column titled Coming 5 Years Madep Manteb. Plus on the first page is kept up Radar Malang given space to direct the reader linked to column 5 Years Ahead Madep Manteb along with the headline raised. Associated with the theory of hierarchy levels, from internal factors, namely the level of the organizational level, and the level of media routines is clear that extremely pro Radar Malang Renda Krishna. This is evidenced by the news that tends to be positive.
Kampanye Politik di Media Online: Analisis pada situs JPNN.com dan TribunJatim.com Rahadi Rahadi
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 5 No. 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sospol.v5i1.7655

Abstract

Post-reform, mass media plays an important role in political life in Indonesia. Media power in presenting or reporting political events in the form of news often has a significant impact on political developments in the country. This study focuses on political news on JPNN.com and TribunJatim.com, regarding the construction of the Governor of Deputy Governor and Deputy Governor of East Java in 2018. The researcher used Robert N Entman's framing analysis of four media analysis strategies; (1) Problem identification (2) diagnose causes (3) make moral judgment (4) treatment recommendations. The news frame carried out by JPNN.com and TribunJatim.com clearly uses the figure of Kiayi as a way to get sympathy from voters, especially those in the horseshoe and Madura region which incidentally is NU's mass base. For the East Java region outside the horseshoe and madura area (arek and matraman), the framing of the news carried out was that the candidate pairs received support from community organizations and emphasized the figure who was able to win over the problems in East Java.
Makna Simbol dan Identitas Travesti dalam Tari Gandrung Marsan Banyuwangi Widiya Yutanti; Rahadi Rahadi
Jurnal Partisipatoris Vol. 4 No. 1 (2022): March
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp.v4i1.28158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbol dan identitas travesti dalam tari Gandrung Marsan Banyuwangi. Pendekatan penelitian ini kualitatif dengan tipe deskriptif. Sumber data diperoleh dari wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna simbol dan identitas dari tari Gandrung Marsan sendiri mengalami pergeseran. Awalnya, tarian ini merupakan simbol yang memiliki makna perlawanan masyarakat Banyuwangi terhadap penjajah, serta simbol perlawanan terhadap tindakan asusila yang terjadi antar penari. Kemudian makna simbol dan identitas tari ini lebih sebagai simbol karakter Osing yang sekaligus menjadi identitas masyarakat Banyuwangi, yakni; aclak, bingkak dan ladak. Keberadaan travesti (penari laki-laki yang berbusana perempuan) dalam tarian ini sempat dianggap sebagai hal yang tabu dan sering mendapat tekanan dari masyarakat terutama dari tokoh agamawan pesantren. Pelaku transvesti sendiri ternyata memiliki perbedaan dalam memaknai simbol dan identitas dirinya sebagai penari. Ada yang menganggap bahwa identitas dirinya ketika menari adalah sebagai travesti yang secara profesional menari dan ketika dalam kehidupan sehari-hari tetap berperan sebagai laki-laki normal. Namun ada juga yang memaknai identitas dirinya sebagai travesti adalah sebuah panggilan hati. Jiwanya melebur sebagai perempuan ketika menari, bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaan travesti dalam tari Gandrung Marsan sendiri sebenarnya adalah sebagai identitas yang membedakan tari Gandrung Marsan dengan tari Gandrung jenis lainnya.
Resepsi Anggota Ikatan Keluarga Banyuwangi Malang Pada Tari Gandrung sebagai Identitas Masyarakat Banyuwangi Rahadi Rahadi; Widiya Yutanti
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v4i2.28007

Abstract

Meskipun Tari Gandrung telah secara resmi menjadi ikon Kabupaten Banyuwangi sejak tahun 2000an, namun keberadaannya masih menuai pro dan kontra. Permasalahan ini muncul akibat adanya stigma negatif yang berkembang selama ini, bahwa tari Gandrung adalah tarian erotis untuk menggoda kaum laki-laki dan para penarinya. Penelitian ini  mengungkapkan bagaimana resepsi ikatan keluarga banyuwangi (IKAWANGI) Malang pada tari gandrung. Sumber data pada penelitian ini adalah mahasiswa banyuwangi yang tergabung dalam IKAWANGI dan sekaligus menjadi penari gandrung, selain itu sumberdata juga didapatkan dari Ketua IKAWANGI. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teori resepsi dari stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan spirit yang terkandung dalam tari gandrung merupakan karakter dan identitas dari masyarakat Using Banyuwangi. Stigma negatif yang melekat dalam diri penari gandrung tak dipungkiri masih ada, namun seiring perubahan jaman stigma tersebut perlahan-lahan mulai menghilang.    Even though the Gandrung Dance has officially become an icon of Banyuwangi Regency since the 2000s, its existence still reaps pros and cons. This problem arises due to the negative stigma that has developed so far, that Gandrung dance is an erotic dance to seduce men and their dancers. This study reveals how the Malang Banyuwangi family bond (IKAWANGI) reception is in the gandrung dance. The data source in this study was Banyuwangi students who were members of IKAWANGI and at the same time became passionate dancers, besides that the data source was also obtained from the Chairperson of IKAWANGI. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using reception theory from Stuart Hall. The results of the study show that the spirit contained in the gandrung dance is the character and identity of the Using Banyuwangi people. It is undeniable that the negative stigma attached to the gandrung dancer still exists, but as times change, this stigma slowly begins to disappear. 
PENDAMPINGAN DIGITAL MARKETING USAHA IKAN ASIN PADA KELOMPOK PENGOLAH DAN PEMASAR (POKLAHSAR) MINA BAHARI BANYUWANGI Ary Bakhtiar; M. Kamil; Rahadi; A Fauzan; H. R. Mahdoni; Wahid Muhammad Shodiq
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 7 No. 02 (2023)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v7i02.28163

Abstract

Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Indonesia. Bahkan sampai saat ini masih terdapat banyak pabrik pengalengan ikan yang masih beroperasi dan berada di sekitar Muncar Banyuwangi. Ini menunjukkan bahwa Muncar masih menjadi daerah yang potensial terhadap sektor perikanan tangkap yang menjadi sasaran utama untuk industri olahan perikanan. Namun dengan hasil tangkapan cenderung fluktuatif yang berdampak langsung kepada nelayan terutama pada harga jual komoditi perikanan yang dijual oleh nelayan. Namun untuk permasalahan ini, nelayan mampu mengantisipasinya dengan mengolah ikan hasil tangkapan menjadi produk olahan ikan selain dijual secara langsung. Secara langkah ini sudah berjalan dengan baik di lingkungan masyarakat sekitar lokasi produksi. Seiring dengan berjalannya waktu dengan pekembangan teknologi yang semakin dinamis serta beragam pembatasan yang diakibatkan oleh adanya Pandemi Covid-19 di Indonesia. Secara tidak langsung ini akan mempengaruhi penjualan masyarakat apabila tidak ada inovasi mengenai pemasaran produk. Mengingat pentingnya pengembangan dalam pemasaran pada masa kini, maka Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) dalam bentuk pemberdayaan pengembangan marketing digital kepada masyarakat di Brak, Kalimoro, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi guna untuk mengoptimalkan pemasaran produk milik masyarakat di tengah keterbatasan dan era persaingan yang semakin ketat. Kegiatan dilaksanakan kurang lebih selama sebulan dan sebelum dilaksanakan kegiatan ada beberapa tahapan yang dilakukan mulai dari persiapan hingga pelaksanaan program. Materi dalam proses pemberdayaan masyarakat bukan hanya meliputi strategi marketing digital saja, namun juga mulai dari proses awal produksi yang mengarah pada GHP (Good Handling Product) mulai dari awal produksi sampai di konsumen. Hasilnya pendampingan yang dilakukan yakni dendeng lemuru dikemas dengan cara yang lebih modern, terbentuknya marketplace di Tokopedia dan tersedianya metode pembayaran melalui QRIS. Pemberdayaan ini merupakan bentuk pendampingan yang dilakukan oleh DPPM Universitas Muhammadiyah Malang sebagai upaya mendukung masyarakat untuk siap bersaing pada sektor pemasaran digital di Muncar, Banyuwangi.