Ni Made Dainivitri Sinta Sari
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Apakah Pemberian Tugas Berhubungan dengan Minat Mahasiswa Mengerjakan Tugas dalam pembelajaran dengan Sistem E-Learning? Ni Made Dainivitri Sinta Sari; Ni Wayan Eka Widiastini
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v4i3.40065

Abstract

Saat ini tidak dipungkiri merupakan masa-masa dimana kita dituntut bersabar dalam melakukan segala aktivitas. Batasan jarak yang harus dilakukan untuk memutus mata rantai Virus Covid 19 ini membuat kita mau tak mau melakukan semua pekerjaan dari rumah, Work From Home. Begitu juga dalam proses belajar mengajar, yang semula bertemu di kelas, sekarang harus bertemu lewat layar gadget masing-masing. Dengan demikian banyak tugas-tugas yang diberikan kepada mahasiswa melalui e-learning. Dari sinilah kita akan mengetahui minat mahasiswa dalam mengerjakan tugas di e-learning. Oleh sebab itu penelitian ini dirancang dengan tujuan untuk mengetahui Adapun tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui hubungan beban tugas yang diberikan di e-learning dengan minat belajar mahasiswa PGSD pada Mata Kuliah Pendidikan IPS SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian ex-pos facto. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan korelasional. Analisis dalam penelitian ini dilaksanakan dalam 2 tahap, yaitu: (1) Analisis prasyarat yaitu: uji normalitas dan uji linieritas. Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah variabel bebas dan variabel terikat berdistribusi normal atau tidak, uji normalitas menggunakan bantuan aplikasi SPSS 18. Hasil analisis diperoleh bahwa terdapat hubungan korelasi antara beban tugas dengan minat mahasiswa hal ini ditunjukkan dengan nilai sig.0,01 yang lebih kecil dari 0,05. Serta hubungan antara beban tugas dan minat mahasiswa bersifat hubungan positif hal ini dapat dilihat dari nilai rhitung 0,377 lebih besar dari rtabel yaitu 0,213. Jadi, hasil penelitian dapat diakatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beban tugas dan minat mahasiswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan.
Ethnomathematics-Based Electronic Student Worksheets on Balinese Gringsing Woven Fabric with Sanan Empeg Motif in Mathematics Content of Flat Shapes Material Ni Putu Intan Sukma Aryanti; I Made Suarjana; Ni Made Dainivitri Sinta Sari
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ck47k966

Abstract

This study aims to develop an ethnomathematics-based electronic student worksheets on Balinese Gringsing Woven Fabric with Sanan Empeg motif. The subjects of this study were 6 experts, 50 fifth-grade elementary school students who participated in the instrument testing, and 20 fourth-grade elementary school students who applied ethnomathematics-based electronic student worksheets on Balinese Gringsing Woven Fabric with Sanan Empeg motif. The data analysis techniques used were qualitative descriptive analysis, quantitative descriptive statistical analysis, and inferential statistical analysis. The data collection methods used were observation, interviews, questionnaires or surveys, and tests. Based on analysis results, it was found that the validity test according to the learning material experts obtained an average of 3,82. Instructional design experts obtained an average of 3,91 and learning media experts obtained an average of 3,90 with a qualification of very worthy. The practicality of the product obtained an average individual trial assessment of 3,93 and small group trial average of 3,91 with a qualification of very practical. The significance value (2-tailed) in the correlated t-test showed a figure of 0,001 or p < 0,05 so that ethnomathematics-based electronic student worksheets on Balinese Gringsing Woven Fabric with Sanan Empeg motif was effective in improving learning outcomes in mathematics content on flat shapes for fourth-grade elementary school students. Based on these results, it can be concluded that ethnomathematics-based electronic student worksheets on Balinese Gringsing Woven Fabric with Sanan Empeg motif is valid, practical, and effective in improving student learning outcomes, making it suitable for continuous use in learning activities.
Pengembangan Media Komik Digital Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V SD I Gede Ripski Sudiawan; Nice Maylani Asril; Ni Made Dainivitri Sinta Sari
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1272

Abstract

Abad ke-21 menuntut integrasi teknologi dalam pembelajaran agar lebih bermakna dan berpusat pada siswa, namun rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih menjadi permasalahan dikarenakan media pembelajaran kurang variatif dan belum optimal memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik digital berbasis problem based learning pada topik cahaya dan sifatnya yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V SD Negeri 1 Temukus. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Kelayakan media dievaluasi melalui uji validitas ahli materi dan media, kepraktisan diuji melalui respon guru dan siswa (uji perorangan serta kelompok kecil), sementara efektivitas dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas ahli materi memperoleh mean 4,45 dan validitas ahli media memperoleh mean 4,75 dengan kualifikasi sangat valid. Uji kepraktisan seluruh tahapan menunjukkan kategori sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. Hasil analisis efektivitas melalui uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05) menandakan adanya peningkatan signifikan keterampilan berpikir kritis siswa setelah menggunakan komik digital. Berdasarkan temuan tersebut, media komik digital dinyatakan layak dan efektif sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada pelajaran IPAS topik cahaya dan sifatnya di sekolah dasar
Komik Digital Berorientasi Kearifan Lokal Bali Megoak-Goakan pada Materi Indonesiaku Kaya Budaya Siswa Kelas IV SD Putu Eka Sukmawati; I Gede Margunayasa; Ni Made Dainivitri Sinta Sari
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik digital berorientasi kearifan lokal Bali Megoak-goakan pada materi Indonesiaku Kaya Budaya untuk siswa kelas IV SD yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 2 ahli materi, 2 ahli media, 2 praktisi pendidikan, dan 18 siswa kelas IV SD Negeri 1 Silangjana. Data dikumpulkan melalui kuesioner validitas, kuesioner kepraktisan, serta tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media komik digital memperoleh tingkat validitas ahli materi sebesar 98%, validitas ahli media sebesar 93%, kepraktisan praktisi sebesar 95%, dan kepraktisan siswa sebesar 90%, dengan rata-rata kualitas media sebesar 94% yang berada pada kategori sangat baik. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar dari 46,66 pada pretest menjadi 91,29 pada posttest. Uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), yang menunjukkan bahwa media komik digital berorientasi kearifan lokal Bali Megoak-goakan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan demikian, media yang dikembangkan layak digunakan sebagai media pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Berbasis Siklus Tri Pramana pada Mata Pelajaran IPAS terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah Siswa Kelas V di SD Negeri 2 Selat I Komang Adi Suarjana; Kadek Suranata; Ni Made Dainivitri Sinta Sari
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15364

Abstract

Elementary school students’ problem-solving abilities are still relatively low because the learning process tends to be teacher-centered and does not actively involve students in discovering learning concepts. This condition causes students to have difficulty thinking critically, creatively, and independently in solving problems. This study aims to determine the effect of the inquiry learning model on students’ problem-solving abilities in elementary schools. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental research design. The subjects of the study were elementary school students divided into experimental and control groups. Data collection was conducted using a test method in the form of problem-solving ability questions. The data were analyzed using prerequisite tests, namely normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing using the t-test. The results showed that the inquiry learning model had a positive effect on students’ problem-solving abilities. Students who learned through the inquiry learning model demonstrated better critical thinking skills, active questioning, and the ability to find solutions to given problems compared to students who learned through conventional learning. Therefore, the inquiry learning model is effective in improving elementary school students’ problem-solving abilities.