Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Tingkat Pelapukan Terhadap Kadar Nikel Laterit Pada Daerah Ussu, Kec. Malili Kab. Luwu Timur Prov. Sulawesi Selatan Muhamad Hardin Wakila; Andi Fadhli Heriansyah; Firdaus F; Sitti Ratmi Nurhawaisyah
Jurnal Geomine Vol 7, No 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.509 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i1.338

Abstract

Dampak dari pergantian musim akan mempengaruhi tingkat pelapukan, dan kadar nikel laterit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pelapukan terhadap kadar nikel laterit. Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung dan pendiskripsian terhadap sampel core dari lubang bor yang mewakili daerah landai dan daerah curam. Hasil deskripsinya akan dianalisis sehingga diketahui nilai kadar pada masing-masing lubang bor, baik lubang bor di daerah landai maupun lubang bor di daerah curam. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa lubang bor yang mewakili daerah landai yakni DH-016, DH- 015, DH-014, dan DH-O13, memiliki ketebalan limonit yang relatif tinggi yakni berkisar 8 sampai 17 meter, dan ketebalan zona saprolitnya berkisar 8 sampai 16 meter, serta mempunyai nilai kadar Ni zona limonit yang berkisar antara 0,85 % sampai 1,01 %, dan nilai kadar Ni zona saprolit yang berkisar antara 1,88 % sampai 2,01 %. Hal ini berbanding terbalik dengan lubang bor yang mewakili daerah curam dimana ketebalan zona limonitnya hanya mencapai 1 meter, dan ketebalan zona saprolitnya hanya berkisar 2 sampai 5 meter, serta nilai kadar Ni zona limonitnya berkisar 0,49 % sampai 0,71 %, dan nilai kadar Ni zona saprolitnya berkisar 1,43 % sampai 1,54 %, dan juga dijumpai zona bedrock dengan kisaran kadar Ni antara 0,94 % sampai 1,06 %. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa pelapukan berpengaruh terhadap kadar Ni, sebab semakin tinggi tingkat pelapukan pada suatu daerah, maka semakin tinggi pula kadar Ni pada daerah tersebut.
Effect of Leaching Time on Dissolution of Gold Metal (Au) in Gold Ore Deposits by Hydrometallurgical Process Nurliah Jafar; Sitti Ratmi Nurhawaisyah; Firdaus F; Muhammad Idris Juradi; Andi Artiningsih; Mubdiana Arifin; Suriyanto Bakri
Jurnal Geomine Vol 10, No 2 (2022): Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i2.1144

Abstract

One of Indonesia’s potential gold ore deposits is found in the Bolaang Mongondow area of North Sulawesi Province. This research is one of the initial studies conducted to determine the metal content of gold in ore deposits based on the results of Au extraction using aqua regia. It is known that several operating parameters determine the success rate of the leaching process. One of these parameters is the leaching time. The leaching time ranges used in the study were 5, 10, 20, 60, and 120 minutes. Based on the variation of the leaching time applied to the leaching process, it will also be known how much mass of dissolved Au metal is. The leached filtrate obtained was then analyzed for its concentration using AAS (Atomic Absorption Spectrometry) instrument. The AAS data were then processed using x and y curves to obtain the optimum leaching time, and the mass of dissolved Au metal was obtained using the equation. The results showed that the optimal time for the hydrometallurgical process in gold ore deposits was 120 minutes with an Au concentration of 1.67 mg/L.   
Benefisiasi Bijih Kromit Daerah Paludda Dengan Metode Konsentrasi Gravitasi Suriyanto Bakri; Mohammad Iqbal; Sitti Ratmi Nurhawaisyah; Muhammad Idris Juradi; Hasbi Bakri
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 3, No 2 (February 2023)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v3i2.7309

Abstract

Daerah Palludda Barru terdapat bijih kromit dengan kadar rendah atau belum bisa dimanfaatkan lebih lanjut. Metode yang cocok untuk bijih kromit adalah metode konsentrasi gravitasi dengan meja goyang. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besar peningkatan kadar dan perolehan bijih kromit asal Palludda Barru menggunakan meja goyang dengan menvariasikan sudut kemiringan. Hasil penelitian didapatkan kemiringan optimum pada sudut 10° dengan kadar 35,89% dan recovery 59,06%.