Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : INJECTION: Nursing Journal

PENGARUH TERAPI BERMAIN UNOCCUPIED BEHAVIOR TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH (2-5 TAHUN) SAAT PENIMBANGAN BERAT BADAN DI KLINIK BIYUBI KOTA BENGKULU Dewi Susanti; Yenni Fusfitasari; Feny Marlena
INJECTION : Nursing Journal Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Setiap anak yang dirawat di rumah sakit akan memperlihatkan kecemasan tergantung dari karakter anak pra sekolah, karena itu untuk menurunkan respon kecemasan anak maka diperlukan perawatan dengan memberikan permainan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi bermain unoccupied behaviour terhadap tingkat kecemasan pada anak usia pra sekolah (2-5 tahun) di klinik Biyubi Kota Bengkulu.Metode :  Desain   penelitian   yang  digunakan   dalam   penelitian   ini   adalah   pra experiment dengan  one-group  pre-post test  design. Populasi dalam  penelitian  ini adalah semua anak yang melakukan penimbangan di ruang poli anak Klinik Biyubi Land. Sampel sebanyak 10 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis  dengan  analisa  univariat  dan  bivariat  dengan  menggunakan  uji  statistik Paired T-Test.Hasil : Berdasarkan analisis Uji Paired T-Test didapatkan hasil p = 0.001 < 0.05 berarti ada pengaruh tingkat terapi bermain unoccupied behaviour terhadap tingkat kecemasan anak prasekolah (2-5 tahun) di Klinik Biyubi Land.Simpulan : Terapi bermain dapat menurunkan respon kecemasan pada anak usia pra sekolah. Oleh karena itu disarankan pada pihak intansi dan tenaga medis agar dapat menerapkan terapi bermain dan sebagai bahan dan sumber data penelitian berikutnya dan mendorong bagi pihak yang berkepentingan untuk melakukan penelitian lebih lanjut.Kata Kunci : Terapi Bermain, Kecemasan, Anak Pra Sekolah ABSTRACT Background : Every child who is hospitalized will show anxiety depending on the character of the preschool child, therefore to reduce the child's anxiety response, treatment is needed by providing games. The purpose of this study was to determine the effect of unoccupied behavior play therapy on the level of anxiety in pre-school children (2-5 years) at Biyubi Clinic, Bengkulu City.Methods : The research design used in this study was pre-experimental with a one- group pre-post test design. The population in this study were all children who did the weighing in the children's poly room at the Biyubi Land Clinic. The sample is 10 people using purposive sampling technique. Analysis with univariate and bivariate analysis using Paired T-Test statistical test.Results : Based on the analysis of the Paired T-Test, it was found that p = 0.001 <0.05, which means that there is an effect of the level of play therapy on unoccupied behavior on the anxiety level of preschoolers (2-5 years) at Biyubi Land Clinic. Conclusion: Play therapy can reduce anxiety responses in pre-school age children. Therefore, it is recommended for agencies and medical personnel to be able to apply play therapy and as material and data sources for further research and encourage interested parties to conduct further research.Keywords: Play Therapy, Anxiety, Preschool Children
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS, KASAR DAN BAHASA PADA ANAK PRA SEKOLAH (3-5 TAHUN) DI PUSKESMAS SUMBER HARTA KABUPATEN MUSI RAWAS Yenni Fusfitasari; Yeni Eliyanti
INJECTION : Nursing Journal Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.57 KB)

Abstract

ABSTRAKMasa anak prasekolah merupakan periode penting dalam perkembangan anak. Pada kenyataannya tidak semua anak dapat melalui masa tumbuh kembangnya dengan optimal karena mengalami gangguan pada proses tumbuh kembangnya dan berbagai factor lainnya. Pola asuh orang tua dalam perkembangan anak sangat membantu anak dalam mencapai dan melewati pertumbuhan dan perkembangan sesuai tingkatan usianya dengan normal. Hasil survei perkembangan anak usia prasekolah di Puskesmas Sumber Harta dengan menggunakan Denver pada 10 anak diketahui 6 orang anak mengalami keterlambatan atau gangguan perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik halus, kasar dan bahasa pada anak pra sekolah (3-5 tahun) di Puskesmas Sumber Harta Kabupaten Musi RawasRancangan penelitian berupa korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik totalsamplingdengan jumlah sampelyang diperoleh sebanyak 63 responden (orang tua dan anak).Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner pola asuh dan mengobservasi perkembangan anak. Hasildata diolah dengan analisis univariat dan bivariat (Chi-Square).Hasil penelitian menunjukan 15 (23,8%) ibu menerapkan pola asuh ototriter, 19 orang (30,2%) dengan pola asuh permisif, dan 29 orang (46,0%) dengan pola asuh demokratis.pada gangguan perkembangan terdapat 9 orang (14,3%) mengalami perkembangan abnormal, 17 (27%) perkembangan meragukan dan 37 (58,7%) perekembangan normal. Hasil chi square p 0,001Simpulan ada hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik halus, kasar dan bahasa pada anak pra sekolah (3-5 tahun) di Puskesmas Sumber Harta Kabupaten Musi Rawas. Saran diharapkan untuk melakukan penilaian perkembangan secara rutin setiap bulan dan menambah pengetahuan orang tua dengan memberikan informasi tentang cara penarapan pola asuhKata kunci : Pola Asuh, Perkembangan, Anak Usia Prasekolah 
EFEKTIFITAS FLEXIBILITY EXERCISE TERHADAP TINGKAT FATIGUE PADA PASIEN INTRA HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT SITI AISYAH KOTA LUBUKLINGGAU Verawati Verawati; Yenni Fusfitasari; Veby Fransisca Rozi
INJECTION : Nursing Journal Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Intradialytic exercise dipilih karena gerakannya mudah, tidak mengganggu proses hemodialisis, dan efektif untuk menurunkan tingkat kelelahan. Rumusan masalah penelitian adalah masih banyaknya pasien intra hemodilisis yang mengalami Fatigue di Rumah Sakit Siti Aisyah Kota Lubuklinggau. Tujuan penelitian adalah diketahui pengaruh Flexibility Exercise terhadap tingkat Fatigue pada pasien intra hemodialisa di Rumah Sakit Siti Aisyah Kota Lubuklinggau.Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian pra-eksperiment. Populasi sebanyak 75 orang dan sampel yaitu 10 orang. Jenis data penelitian adalah data primer dan sekunder. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik uji t-test.Hasil : Hasil penelitian ini adalah tingkat Fatigue pada pasien intra hemodialisa sebelum Flexibility Exerciseadalah 23,30. Tingkat Fatigue pada pasien intra hemodialisa setelah Flexibility Exercise adalah 20,90. Ada Pengaruh Flexibility Exercise terhadap tingkat Fatigue pada pasien intra hemodialisa di Rumah Sakit Siti Aisyah Kota Lubuklinggau (p = 0,004<α).Simpulan : Bagi Rumah Sakit Siti Aisyah Kota Lubuklinggau, sebagai pertimbangan dalam memperhatikan pasien gagal ginjal kronik dengan kejadian fatiguenya. Peran perawat dalam pemberian asuhan keperawatan hendaknya meningkatkan respon kepekaan terhadap keluhan-keluhan yang disampaikan pasien.Kata Kunci :  Flexibility Exercise, Tingkat Fatigue, Pasien Intra Hemodialisa.  ABSTRACT Background : Intradialytic exercise was chosen because the movement is easy, does not interfere with the hemodialysis process, and is effective in reducing fatigue levels. The formulation of the research problem is that there are still many intra-hemodialysis patients who experience fatigue at Siti Aisyah Hospital, Lubuklinggau City. The aim of the study was to determine the effect of Flexibility Exercise on Fatigue levels in intra hemodialysis patients at Siti Aisyah Hospital, Lubuklinggau City.Methods : This study uses quantitative research with the type of pre-experimental research. The population is 75 people and the sample is 10 people. The types of research data are primary and secondary data. Data analysis in this study used statistical t-test.Results : The results of this study are the Fatigue level in intra hemodialysis patients before Flexibility Exercise is 23.30. Fatigue level in intra hemodialysis patients after Flexibility Exercise is 20.90. There is an effect of Flexibility Exercise on Fatigue levels in intra hemodialysis patients at Siti Aisyah Hospital, Lubuklinggau City (p = 0.004<α).Conclusion: For Siti Aisyah Hospital, Lubuklinggau City, as a consideration in paying attention to chronic kidney failure patients with fatigue. The role of nurses in providing nursing care should increase sensitivity responses to complaints submitted by patients.Keywords: Flexibility Exercise, Fatigue Level, Intra Hemodialysis Patients.